Hezbollah Resmi Dilarang di Jerman

Kompas.com - 01/05/2020, 14:25 WIB
Bendera Lebanon dan bendera Hezbollah. SHUTTERSTOCKBendera Lebanon dan bendera Hezbollah.

KOMPAS.com -  Hezbollah resmi dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Jerman. Dengan demikian, segala aktivitasnya dilarang. Polisi juga melakukan razia terhadap empat organisasi terkait kelompok itu.

Menteri Dalam Negeri Jerman, Horst Seehofer pada Kamis (30/4/2020) melarang kegiatan Hezbollah di Jerman, demikian menurut juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Steve Alter di Twitter.

Baca juga: Hezbollah Klaim Tembak Jatuh Drone Israel di Perbatasan Lebanon

Alter mengatakan di akun Twitter-nya bahwa “Mendagri Seehofer hari ini melarang operasional organisasi teroris Syiah Hezbollah (Partai Allah) di Jerman.

Tindakan dari kepolisian juga telah dilakukan di beberapa negara bagian secara bersamaan sejak dini hari. Juga pada masa krisis negara hukum tetap mampu bertindak.”

Polisi merazia empat organisasi yang dituduh terafiliasi dengan Hezbollah di kota Berlin, Dortmund, Bremen dan Münster.

Baca juga: Israel Tuding Iran dan Hezbollah Bekerja Sama Kembangkan Rudal Kendali Laser

Dengan adanya pelarangan ini, simpatisan Hezbollah di Jerman tidak diizinkan lagi mengibarkan bendera Hezbollah. Selain itu, simbol gerakan milisi pemuda Hezbollah juga akan dilarang.

Majalah berita Jerman Der Spiegel dalam laporannya mengutip Kementerian Dalam Negeri Jerman dan menyebutkan, pengaruh kepemimpinan Hezbollah di Lebanon terhadap para pendukung yang tinggal di Jerman dan kelompok-kelompok terkait dinilai cukup besar.

Baca juga: Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Hezbollah di Eropa

Pihak berwenang memperkirakan sekitar 1.050 orang di Jerman adalah anggota aktif kelompok militan asal Lebanon ini. Jerman telah mengklasifikasikan kelompok ini sebagai organisasi teroris.

Pada September 2019, jaksa federal diberikan kewenangan untuk membuka kasus pidana terhadap anggota organisasi teror asing.

Baca juga: Presiden Lebanon Sesalkan Sanksi Baru Anti-Hezbollah AS

Pada 2013, Menteri Luar Negeri Uni Eropa memang telah melarang sayap militer Hezbollah, tetapi tidak melarang aktivitas politik organisasi ini.

Amerika Serikat dan Israel telah lama menekan Jerman untuk menyatakan Hezbollah sebagai organisasi terlarang.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Seorang Nenek yang Jago Lempar Pisau, Pernah Sabet Juara Dunia

Kisah Seorang Nenek yang Jago Lempar Pisau, Pernah Sabet Juara Dunia

Global
Israel Sambut Era Baru Normalisasi dengan Sudan, Palestina Merasa Ditikam Lagi

Israel Sambut Era Baru Normalisasi dengan Sudan, Palestina Merasa Ditikam Lagi

Global
Pesawat Latihan AL AS Jatuh di Permukiman Padat Penduduk, 2 Tewas

Pesawat Latihan AL AS Jatuh di Permukiman Padat Penduduk, 2 Tewas

Global
Momen Manis, Pasangan Ini Bertemu dan Menikah di Drive-Thru Dunkin' Donuts

Momen Manis, Pasangan Ini Bertemu dan Menikah di Drive-Thru Dunkin' Donuts

Global
Larangan Aborsi di Warsawa, Puluhan Ribu Orang Protes dan Turun ke Jalan

Larangan Aborsi di Warsawa, Puluhan Ribu Orang Protes dan Turun ke Jalan

Global
Trump Umumkan Normalisasi Hubungan Diplomatik Israel dan Sudan

Trump Umumkan Normalisasi Hubungan Diplomatik Israel dan Sudan

Global
Jusuf Kalla Tiba di Arab Saudi Bahas Tindak Lanjut Pembangunan Museum Internasional

Jusuf Kalla Tiba di Arab Saudi Bahas Tindak Lanjut Pembangunan Museum Internasional

Global
China Berharap Adanya Perubahan jika Biden Menang Pilpres AS

China Berharap Adanya Perubahan jika Biden Menang Pilpres AS

Global
[POPULER GLOBAL] Orang Tuanya Meninggal, 2 Anak Ini Terlantar 3 Hari di Rumah | Berkat Tombol 'Mute' Debat Trump-Biden Lebih Tertib

[POPULER GLOBAL] Orang Tuanya Meninggal, 2 Anak Ini Terlantar 3 Hari di Rumah | Berkat Tombol "Mute" Debat Trump-Biden Lebih Tertib

Global
7 Bulan Terisolasi di Panti Jompo, Nenek Ini Memohon dapat Bertemu Keluarga Sebelum Meninggal

7 Bulan Terisolasi di Panti Jompo, Nenek Ini Memohon dapat Bertemu Keluarga Sebelum Meninggal

Global
Balas Dendam Diceraikan Suami, Istri Tega Buang 2 Anaknya ke Sungai sampai Tewas

Balas Dendam Diceraikan Suami, Istri Tega Buang 2 Anaknya ke Sungai sampai Tewas

Global
Jusuf Kalla Bertemu Paus Fransiskus, Ini yang Dibahas Selama 70 Menit

Jusuf Kalla Bertemu Paus Fransiskus, Ini yang Dibahas Selama 70 Menit

Global
Ribuan Foto Wanita Bugil Hasil Editan Beredar di Internet, Pakaiannya Dihapus dengan AI

Ribuan Foto Wanita Bugil Hasil Editan Beredar di Internet, Pakaiannya Dihapus dengan AI

Global
Anak Ditinggal 3 Hari di Rumah Ternyata Orang Tuanya Meninggal

Anak Ditinggal 3 Hari di Rumah Ternyata Orang Tuanya Meninggal

Global
Menlu AS ke Jakarta, Pengamat: Untuk Dekati Indonesia Tangkal Pengaruh China

Menlu AS ke Jakarta, Pengamat: Untuk Dekati Indonesia Tangkal Pengaruh China

Global
komentar
Close Ads X