Kompas.com - 30/04/2020, 21:12 WIB
Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un menghadiri upacara peresmian lahan Rumah Sakit Umum Pyongyang yang baru, jelang peringatan 75 tahun pendirian Partai Buruh Korea. Gambar ini dirilis media Korea Utara KCNA pada 17 Maret 2020. KCNA via REUTERSPemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un menghadiri upacara peresmian lahan Rumah Sakit Umum Pyongyang yang baru, jelang peringatan 75 tahun pendirian Partai Buruh Korea. Gambar ini dirilis media Korea Utara KCNA pada 17 Maret 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan, pihaknya masih "belum melihat" Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Dia juga menyuarakan sorotannya bahwa saat ini, Korut bisa jadi tengah dilanda krisis entah oleh virus corona atau karena kelaparan.

Terakhir kali Kim Jong Un tampil di depan publik adalah 11 April, ketika dia memimpin pertemuan anggota Dewan Politbiro Partai Buruh.

Baca juga: Kapal Mewah Jadi Bukti Kim Jong Un Berada di Kota Wonsan

Dia menjadi sorotan setelah di 15 April, dia absen dalam perayaan ulang tahun mendiang kakeknya sekaligus pendiri Korea Utara, Kim Il Sung.

Berbagai spekulasi pun menyeruak dengan liar, antara lain Kim berada dalam kondisi kritis hingga dia dinyatakan sudah meninggal.

Terdapat juga kabar yang beredar bahwa si pemimpin tertinggi itu bersembunyi di Wonsan, karena salah satu penjaganya diduga terpapar virus corona.

Kabar itu diperkuat pernyataan negara tetangga Korea Selatan, bahwa saat ini Kim berada dalam keadaan hidup meski tidak diketahui persembunyiannya.

Baca juga: Menteri Unifikasi Korsel Sebut Rumor Kesehatan Kim Jong Un: Fenomena Infodemik

Apa yang Pompeo katakan?

Saat diwawancarai oleh Fox News Rabu (29/4/20202), Menlu AS berusia 56 tahun itu mendapat pertanyaan mengenai kondisi terbaru Kim.

"Dia belum terlihat. Kami belum mendapat informasi tentangnya. Jadi, kami memperhatikannya dengan serius," jelasnya dikutip BBC.

Dia menerangkan di tengah simpang siur kabar soal Kim, ada juga kemungkinan bahwa Korut mengalami krisis seperti kekurangan pangan yang berujung kelaparan.

"Kami mengamati semua itu secara serius, karena itu juga bagian dari misi kami mencapai denuklirisasi di Korea Utara," papar Mike Pompeo.

Pada 1990-an, terjadi wabah kelaparan di negara yang menganut paham Juche itu, dan diyakini membunuh ratusan ribu orang.

Adapun pada Senin (27/4/2020), Presden Donald Trump menerangkan bahwa dia mempunyai kabar mengenai Kim Jong Un, menyiratkan bahwa dia masih hidup.

Baik Kim dan Trump sudah tiga kali bertmeu sejak 2018, tetapi pembicaraan mengenai denuklirisasi belum positif dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: AS Mulai Kumpulkan Data Intelijen Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X