Bom Bunuh Diri di Afghanistan Tewaskan 3 Orang, 15 Lainnya Luka-luka

Kompas.com - 30/04/2020, 06:30 WIB
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani berbicara di konferensi pers di Kabul, Afghanistan, Minggu (1/3/2020). OMAR SOBHANI/REUTERSPresiden Afghanistan Ashraf Ghani berbicara di konferensi pers di Kabul, Afghanistan, Minggu (1/3/2020).

KABUL, KOMPAS.com - Sebuah bom bunuh diri setidaknya membunuh 3 orang dan membuat 15 orang lainnya luka-luka. Ledakan bom bunuh diri terjadi di dekat pos-pos terdepan militer di Kabul pada Rabu (29/4/2020).

Hal ini dikonfirmasi oleh pejabat setempat sebagai serangan pertama yang terjadi di ibu kota Afghanistan dalam beberapa pekan ini.

Juru bicara kementerian dalam negeri, Tareq Arian mengonfirmasi jumlah angka korbannya, menyebut tindakan kriminal itu sebagai musuh Afghanistan terhadap warga sipil selama bulan Ramadhan.

Baca juga: Taliban Serang 3 Lokasi, 23 Tentara Afghanistan dan 9 Warga Sipil Tewas

Serangan itu rupanya menargetkan sebuah kamp pasukan khusus Afghan di pinggir kota Kabul, berdasarkan keterangan sebuah sumber keamanan kepada media Perancis, AFP.

Tidak ada satu kelompok pun yang mengklaim tanggung jawab atas kejadian ini. Namun, juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan mereka sedang menginvestigasi apabila prajurit mereka berada di balik kejadian tersebut.

Ledakan itu terjadi ketika kekerasan melonjak di Afghanistan sebagaimana Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melaporkan awal pekan ini.

Baca juga: 20 Staf di Istana Presiden Afghanistan Tertular Virus Corona

Serangan yang melonjak di negara itu muncul setelah penandatanganan perjanjian penting AS dan Taliban pada akhir Februari yang seharusnya meletakkan dasar untuk proses perdamaian.

Serangan baru-baru ini sebagian besar terbatas pada daerah pedesaan dan kota kecil. Di bawah kesepakatan AS-Taliban, para pemberontak sepakat untuk tidak menyerang kota-kota.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Pria Ini Perkosa Lebih dari 50 Wanita | Bukti Baru Ungkap Kata Terakhir George Floyd Sebelum Tewas

[POPULER GLOBAL] Pria Ini Perkosa Lebih dari 50 Wanita | Bukti Baru Ungkap Kata Terakhir George Floyd Sebelum Tewas

Global
5 Mitos tentang Penggunaan Masker yang Terbantahkan

5 Mitos tentang Penggunaan Masker yang Terbantahkan

Global
Bunuh 2 Petugas Pemeriksaan Saat Lockdown Covid-19, Pria Ini Dieksekusi Mati

Bunuh 2 Petugas Pemeriksaan Saat Lockdown Covid-19, Pria Ini Dieksekusi Mati

Global
Sebar Propaganda hingga Teori Konspirasi, Inggris Waspadai Ekstremisme

Sebar Propaganda hingga Teori Konspirasi, Inggris Waspadai Ekstremisme

Global
WHO Kirim Tim Pencari 'Pasien Pertama' Covid-19 ke China

WHO Kirim Tim Pencari "Pasien Pertama" Covid-19 ke China

Global
Ditinggal Ibunya 8 Hari untuk Temui Pacar, Bocah 3 Tahun Mati Kelaparan

Ditinggal Ibunya 8 Hari untuk Temui Pacar, Bocah 3 Tahun Mati Kelaparan

Global
Tak Berteriak saat Naik Roller Coaster, Taman Hiburan ini Beri Hadiah

Tak Berteriak saat Naik Roller Coaster, Taman Hiburan ini Beri Hadiah

Global
Rencanakan Pertemuan dengan Korut, Wali Kota Seoul Hilang secara Misterius

Rencanakan Pertemuan dengan Korut, Wali Kota Seoul Hilang secara Misterius

Global
Seorang Wanita di Mesir Dikurung Saudaranya Sendiri Selama 22 Tahun

Seorang Wanita di Mesir Dikurung Saudaranya Sendiri Selama 22 Tahun

Global
Pakai Hidroksiklorokuin untuk Obati Covid-19, Presiden Brasil: Saya Baik-baik Saja

Pakai Hidroksiklorokuin untuk Obati Covid-19, Presiden Brasil: Saya Baik-baik Saja

Global
Pakar Ungkap Dugaan Kerusakan Otak akibat Covid-19

Pakar Ungkap Dugaan Kerusakan Otak akibat Covid-19

Global
Video Viral Tunjukkan Prajurit Wanita Ini Tetap Profesional Meski Sepatu Hilang Satu

Video Viral Tunjukkan Prajurit Wanita Ini Tetap Profesional Meski Sepatu Hilang Satu

Global
Sebelum Tewas, George Floyd Sempat Diminta 'Berhenti Berteriak' oleh Derek Chauvin

Sebelum Tewas, George Floyd Sempat Diminta "Berhenti Berteriak" oleh Derek Chauvin

Global
Wabah Pes Dikonfirmasi Terjadi di Inner Mongolia

Wabah Pes Dikonfirmasi Terjadi di Inner Mongolia

Global
Banjir Melanda, Pemerintah Jepang Minta Aturan Covid-19 Tetap Dijalankan

Banjir Melanda, Pemerintah Jepang Minta Aturan Covid-19 Tetap Dijalankan

Global
komentar
Close Ads X