Berjamur dan Ada Serangga, Ibu Hamil Jepang Keluhkan 300.000 Masker Gratis dari Pemerintah

Kompas.com - 28/04/2020, 14:37 WIB
Ilustrasi masker. Image by Peggy und Marco Lachmann-Anke from Pixabay.Ilustrasi masker.

TOKYO, KOMPAS.com - Sekitar 300.000 masker kain gratis yang dikirim pemerintah Jepang ke ibu hamil mendapat komplain keras karena berjamur dan ada serangga.

Bantuan yang digalakkan oleh pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19 ini diprotes, karena adanya keluhan tentang jamur, serangga, dan noda di sejumlah masker kain yang telah dibagikan.

Hanya beberapa hari setelah masker-masker itu mulai dipasok dengan jatah 2 masker di setiap rumah tangga, keluhan muncul terkait produk yang kotor atau cacat. Banyak keluhan itu datang dari para ibu hamil.

Baca juga: Media Jepang Sebut Kim Jong Un Koma

Pada Selasa (28/4/2020), jumlah masker cacat yang didistribusikan kepada ibu hamil sebanyak 300.000 dari sekitar 500.000, menurut laporan dari penyiar publik NHK.

Masker-masker itu dikirim sesuai urutan prioritas, dengan ibu hamil dan rumah perawatan disabilitas berada di bagian teratas, walau rumah tangga lainnya di Tokyo juga mulai menerimanya.

Reuters mengabarkan, Kementerian Kesehatan Jepang belum bisa dihubungi untuk dimintai tanggapan, tetapi Menteri Kesehatan Katsunobu Kato hari ini mengklaim keamanan semua masker telah diverifikasi.

Baca juga: Jika Terjadi Gempa Bermagnitudo 9, Tsunami 30 Meter Bisa Hantam Utara Jepang

"Merupakan prioritas utama untuk menjamin kualitas masker, sehingga ibu hamil dapat menggunakan bantuan ini," katanya dikutip dari Reuters Selasa (28/4/2020).

Pemerintah Negeri "Sakura" meminta 5 perusahaan untuk membuat masker itu, dari yang awalnya mengatakan hanya 3 - Kowa Co Ltd, Matsuoka Corp, dan Itochu Corp - yang menyediakan beberapa untuk ibu hamil.

Itochu pekan lalu mengatakan, pihaknya menarik beberapa masker yang tidak terdistribusi menyusul laporan cacat.

Begitu pun dengan Kowa yang juga akan memperketat inspeksi di pabriknya. Sementara itu Matsuoka Corp belum menanggapi hal ini.

Baca juga: Jepang Darurat Nasional, Warga Akan Dapat Bantuan Tunai Rp 14,4 Juta

Pada Senin (27/4/2020), kepala sekretaris kabinet Yoshihide Suga mengatakan, pemerintah telah memverifikasi bahwa perusahaan tambahan, Yusebio, juga memaskor masker yang dikirim ke ibu hamil.

Menurut media Jepang, perusahaan yang berlokasi di utara prefektur Fukushima itu biasanya mengimpor potongan kayu untuk digunakan dalam produksi energi biomassa dan memiliki 5 karyawan.

Pada Februari perusahaan mengimpor masker dalam jumlah besar, yang awalnya dimaksudkan untuk dijual secara lokal.

Namun mereka dihubungi oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang yang berniat memborong, demikian pengakuan dari presiden perusahaan sebagaimana dikutip oleh harian Asahi Shimbun.

Baca juga: Tangani Covid-19, Jepang Siap Perluas Darurat Nasional ke Seluruh Negeri

"Tidak ada masalah dengan kualitas masker kami," kata presiden perusahaan seperti dikutip NHK. Akan tetapi perusahaan belum bisa dihubungi lebih lanjut untuk dimintai keterangan.

Saat ditanya mengenai pengadaan masker dan bagaimana perusahaan pemasok dipilih, kepala sekretaris kabinet Yoshihide Suga pada konferensi pers mengklaim, semuanya telah ditangani dengan tepat.

"Ada kebutuhan mendesak untuk masker, jadi pemerintah mencari secara luas," katanya tanpa memberi rincial lebih lanjut.

Baca juga: Antisipasi Corona, Jepang Tampung Pengungsi Warnet di Hotel

Sementara itu perusahaan elektronik Sharp dalam sebuah pernyataan pada Selasa ini menyatakan, ada 4,7 juta orang yang hendak membeli masker buatan mereka sejumlah 40.000 kotak.

Pekan lalu banyaknya permintaan ini membuah situs web perusahaan tersendat, karena penerimaan pesanan dilakukan secara online.

Sharp kemudian beralih menjual masker secara lotre, dan mengatakan akan segera meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan.

Baca juga: AS Uji Coba Obat Avigan Jepang untuk Pengobatan Covid-19

Baca tentang

Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X