Jadi Guyonan Netizen karena Kesulitan Pakai Masker, Presiden Afrika Selatan Ikut Tertawakan Dirinya Sendiri

Kompas.com - 26/04/2020, 12:26 WIB
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa kesulitan mengenakan masker ketika mengumumkan kelonggaran dalam penerapan lockdown guna memerangi virus corona. Upayanya itu kemudian menjadi viral dan menjadi bahan lelucon netizen di Twitter. The Sun via YouTubePresiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa kesulitan mengenakan masker ketika mengumumkan kelonggaran dalam penerapan lockdown guna memerangi virus corona. Upayanya itu kemudian menjadi viral dan menjadi bahan lelucon netizen di Twitter.

JOHANNESBURG, KOMPAS.com - Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menanggapi dirinya yang menjadi bahan guyonan netizen setelah kesulitan memakai masker.

Semua berawal ketika dalam konferensi pers, Ramaphosa mengumumkan bahwa mereka akan melonggarkan aturan lockdown pada Mei nanti.

Dia juga meminta kepada publik untuk selalu mengenakan masker setiap kali meninggalkan rumah atau berada di transportasi umum.

Baca juga: Kanada: 1 Juta Masker Impor dari China Tak Bisa Digunakan

Dilansir Daily Mail Jumat (24/4/2020), Presiden Afrika Selatan berusia 67 tahun itu kemudian menunjukkan caranya, yang lantas jadi viral.

Pada percobaan pertama, Ramaphosa terlihat kesulitan mengaitkan penutup wajah itu ke telinga satunya. Di upaya kedua, masker itu menutupi matanya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Netizen di Twitter kemudian menanggapi video itu dan menjadikannya guyonan, di mana mereka menggunakan tagar #MaskOnChallenge.

Dalam tantangan yang menyebar di media sosial tersebut, warganet mengunggah foto masker yang menutupi mata seperti yang dialami Ramaphosa.

"Saya tidak berpikir presiden bakal keberatan dengan #MaskOnChallenge. Kita sudah mendapatkan masa sulit. Mari tertawa sedikit," ujar seorang warganet.

Netizen lain bernama Roxanne Konkol mengucapkan terima kasih kepada Ramaphosa karena sudah membuatnya terhibur lewat tayangan itu.

Kepada Enca, presiden yang menjabat sejak 15 Februari 2018 itu melontarkan lelucon bahwa dia akan kembali mengajarkan publik cara memakai masker.

"Bagian kalian yang tertawa kemarin, saya akan membuka kanal televisi di mana saya akan mengajarkan cara memakainya yang benar," guraunya.

Baca juga: Hari Pertama PSBB di Banjarmasin, Banyak Warga Tak Kenakan Masker dan Boncengan

Meski begitu, ada juga yang tidak menganggapnya lucu, seperti yang diutarakan pengguna Twitter bernama Busisiwe Ntshinghila.

"Bisa kalian bayangkan betapa lelahnya pria itu, di mana dia berusaha melindungi kita. Tolonglah, hormati dia," kritik Ntshinghila.

Pada 26 Maret, Afrika Selatan memasuki masa lockdown selama 21 hari untuk mencegah virus corona yang sudah mewabah di seluruh dunia.

Johannesburg kemudian memutuskan durasi masa karantina wilayah itu, seraya meminta publik tetap di rumah sebelum Ramaphosa mengumumkan bakal ada kelonggaran.

Larangan total menjual rokok bakal diperlunak pada bulan depan, dengan pemerintah tetap memberlakukan larangan menjual alkohol.

Adapun sekolah di seantero bakal kembali dibuka di mana otoritas pendidikan bakal menerapkan pembatasan pada jumlah murid di kelas.

Baca juga: Sampah Masker Meningkat, Petugas Sampah dan Pemulung Butuh APD

Baca tentang

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Skandal Kontaminasi Darah 1970-an yang Tewaskan Puluhan Murid di Inggris Dibuka Kembali

Skandal Kontaminasi Darah 1970-an yang Tewaskan Puluhan Murid di Inggris Dibuka Kembali

Global
Wabah Tikus Melanda Australia, Ratusan Napi Dievakuasi dari Penjara

Wabah Tikus Melanda Australia, Ratusan Napi Dievakuasi dari Penjara

Global
Pemimpin Baru Iran Bersikeras Tidak Mau Negosiasi dengan AS Soal Nuklir

Pemimpin Baru Iran Bersikeras Tidak Mau Negosiasi dengan AS Soal Nuklir

Global
Menteri Luar Negeri Baru Israel Akan Lakukan Kunjungan Pertama ke UEA

Menteri Luar Negeri Baru Israel Akan Lakukan Kunjungan Pertama ke UEA

Global
Sebuah Buku Ungkap Trump Pernah Ingin Pindahkan Warga AS yang Terinfeksi Covid-19 ke Teluk Guantanamo

Sebuah Buku Ungkap Trump Pernah Ingin Pindahkan Warga AS yang Terinfeksi Covid-19 ke Teluk Guantanamo

Global
Perusahaan Negara Myanmar di Sektor Permata dan Kayu Kena Sanksi Baru Uni Eropa

Perusahaan Negara Myanmar di Sektor Permata dan Kayu Kena Sanksi Baru Uni Eropa

Global
Rusia dan Junta Militer Myanmar Nyatakan Komitmen Perkuat Hubungan Dua Negara

Rusia dan Junta Militer Myanmar Nyatakan Komitmen Perkuat Hubungan Dua Negara

Global
WHO: Puluhan Negara Miskin Kehabisan Dosis Vaksin Covid-19

WHO: Puluhan Negara Miskin Kehabisan Dosis Vaksin Covid-19

Global
Biden Umumkan Daftar Negara yang Dapat Vaksin Covid-19 AS, Termasuk Indonesia

Biden Umumkan Daftar Negara yang Dapat Vaksin Covid-19 AS, Termasuk Indonesia

Global
POPULER GLOBAL: “Armada Hantu” Iran Jual Minyak ke China | Pria Kaget Anaknya Ternyata Pamannya

POPULER GLOBAL: “Armada Hantu” Iran Jual Minyak ke China | Pria Kaget Anaknya Ternyata Pamannya

Global
Biografi Tokoh Dunia: Robert Schuman, Bapak Eropa dan Perintis Perdamaian yang Mendunia

Biografi Tokoh Dunia: Robert Schuman, Bapak Eropa dan Perintis Perdamaian yang Mendunia

Internasional
Israel Makin Canggih, Kini Punya Laser untuk Tembak Jatuh Drone

Israel Makin Canggih, Kini Punya Laser untuk Tembak Jatuh Drone

Global
Puluhan Anjing Diselamatkan Aktivis Sebelum Jadi Hidangan di Festival Daging Anjing di China

Puluhan Anjing Diselamatkan Aktivis Sebelum Jadi Hidangan di Festival Daging Anjing di China

Global
Pemimpin Junta Militer Myanmar ke Luar Negeri untuk Kedua Kalinya Pasca-KTT

Pemimpin Junta Militer Myanmar ke Luar Negeri untuk Kedua Kalinya Pasca-KTT

Global
Terkait Nuklir, PM Baru Israel Sebut Presiden Baru Iran Algojo Brutal

Terkait Nuklir, PM Baru Israel Sebut Presiden Baru Iran Algojo Brutal

Global
komentar
Close Ads X