Profil Kim Yo Jong, Calon Penerus Dinasti Kim jika Kim Jong Un Meninggal

Kompas.com - 26/04/2020, 03:30 WIB
Kim Jong Un (kiri) dan adik perempuannya Kim Yo Jong (kanan) saat menghadiri pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada 27 April 2018. POOL New via REUTERSKim Jong Un (kiri) dan adik perempuannya Kim Yo Jong (kanan) saat menghadiri pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada 27 April 2018.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Kim Yo Jong adik perempuan Kim Jong Un digadang-gadang menjadi kandidat terkuat pengganti kakaknya jika kemungkinan terburuk terjadi, yakni Kim Jong Un meninggal dunia.

Dari mengemban tugas sebagai penyedia asbak saat istirahat di KTT nuklir, Kim Yo Jong kini melesat jadi salah satu tokoh terpenting Korea Utara bersama kakaknya, Kim Jong Un.

Perjalanan Kim Yo Jong ke rezim pemerintahan Korea Utara bisa dibilang dimulai pada akhir 1990-an, ketika ia bersekolah di SD Berne, Swiss, bersama Kim Jong Un.

Mereka tinggal di rumah pribadi, dijaga staf dan diawasi pengawal, menurut North Korea Leadership Watch yang dikutip The Guardian Senin (20/4/2020).

Baca juga: Media Jepang Sebut Kim Jong Un Koma

Namun hanya sedikit informasi yang diketahui dari masa kecilnya, hingga akhirnya ia lulus sebagai sarjana ilmu komputer di Universitas Kim Il Sung Pyongyang pada 2007.

Sejak itulah ia mulai memainkan peran kecil dalam partai yang berkuasa.

Wanita yang dikabarkan menikahi Choe Song pada Januari 2015 ini dikatakan telah terlibat dalam pengaturan suksesi Kim Jong Un sebagai pemimpin tertinggi Korea Utara, setelah Kim Jong Il menderita stroke dua kali pada 2008.

Kemudian Kim Yo Jong yang diyakini berusia 31 tahun, pada 12 April telah dipulihkan lagi ke badan pembuat keputusan utama yang menandai kenaikannya di Korea Utara.

Media Inggris The Guardian mengabarkan, Kim Yo Jong adalah otak di balik citra publik Kim yang dibangun dengan hati-hati, baik di dalam maupun luar negeri.

Sebagai imbalannya ia mendapat kepecayaan absolut dari kakaknya, dan secara tidak resmi juga menjadi kepala staf Kim Jong Un.

Baca juga: Pakar Semenanjung Korea Yakin Kim Jong Un Meninggal

Kantor berita pemerintah Korea Utara KCNA pada Sabtu (11/4/2020) melaporkan, Kim Yo Jong diangkat lagi sebagai anggota pengganti Biro Politik Komite Sentral dalam perombakan pejabat tinggi.

KCNA melanjutkan, pertemuan untuk memutuskan penunjukan itu dipimpin langsung oleh Kim Jong Un selaku pemimpin tertinggi Korea Utara.

Dilansir dari AFP Minggu (12/4/2020), para analis mengatakan Kim Yo Jong diyakini telah dicopot dari jabatannya tahun lalu, usai tak ada kata sepakat dalam pertemuan kedua Kim Jong Un dengan Presiden AS Donald Trump di Hanoi, Vietnam, dalam KTT denuklirisasi.

Kim Yo Jong adik perempuan Kim Jong Un, saat menghadiri upacara peletakan karangan bunga di Ho Chi Minh Mausoleum di Hanoi, Vietnam, pada 2 Maret 2019.Jorge Silva/REUTERS Kim Yo Jong adik perempuan Kim Jong Un, saat menghadiri upacara peletakan karangan bunga di Ho Chi Minh Mausoleum di Hanoi, Vietnam, pada 2 Maret 2019.
"Pemulihan ini adalah bagian dari kebangkitan Kim Yo Jong baru-baru ini dalam hierarki Korea Utara," terang Ahn Chan-il seorang pembelot dan peneliti Korea Utara di Seoul kepada AFP.

Sebelumnya, Kim Yo Jong sempat bertindak sebagai utusan kakaknya saat Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018, yang menandai pemulihan hubungan diplomatik secara cepat di negara-negara semenanjung Korea.

Dia sudah sering disorot kamera bersama Kim Jong Un di pertemuan dengan Trump atau Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

Baca juga: Kim Jong Un Dikabarkan Sakit, Adik Perempuannya Disebut Calon Pengganti Terkuat

Kemudian sejak bulan lalu, anak bungsu mendiang Kim Jong Il itu mulai mengeluarkan pernyataan-pernyataan penting politik atas namanya sendiri, yang menurut para analis menegaskan peran sentralnya dalam peringkat politik Korut.

Kenaikan peran ini mengikuti pengangkatannya sebagai wakil pertama direktur departemen Komite Sentral Partai Buruh yang berkuasa, di mana itulah peran utamanya di negara totaliter tersebut.

Kim Yo Jong (kiri) bersalaman dengan penasihat keamanan ternama Korea Selatan Chung Eui-yong (kanan), dalam pertemuan untuk menyampaikan belasungkawa dan karangan bunga atas nama Kim Jong Un di gedung Tongilgak, sisi utara desa gencatan senjata Panmunjom di zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua negara di Kaesong, Korea Utara. Kim turut berduka atas meninggalnya mantan ibu negara Korea Selatan Lee Hee-ho, istri mantan Presiden Kim Dae-jung. Lee meninggal di Seoul pada 10 Juni 2019 di usia 96 tahun. Foto diambil pada 12 Juni 2019.South Korean Ministry of Unifica via REUTERS Kim Yo Jong (kiri) bersalaman dengan penasihat keamanan ternama Korea Selatan Chung Eui-yong (kanan), dalam pertemuan untuk menyampaikan belasungkawa dan karangan bunga atas nama Kim Jong Un di gedung Tongilgak, sisi utara desa gencatan senjata Panmunjom di zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua negara di Kaesong, Korea Utara. Kim turut berduka atas meninggalnya mantan ibu negara Korea Selatan Lee Hee-ho, istri mantan Presiden Kim Dae-jung. Lee meninggal di Seoul pada 10 Juni 2019 di usia 96 tahun. Foto diambil pada 12 Juni 2019.
Bisa lebih kejam

Profesor Natasha Lindstaedt, dilansir Daily Mirror Sabtu (25/4/2020), mengatakan gender tak menjadi penghalang si adik menjadi "tiran baru" jika nantinya berkuasa.

Pakar rezim totalitarian itu menyatakan, jika Kim Yo Jong masuk sebagai pengganti Kim Jong Un, maka tradisi keluarga memimpin Korut sejak Kim Il Sung di 1948 terus terjaga.

"Saya tidak percaya posisinya sebagai perempuan bakal melemahkan posisinya jika dia memegang kekuasaan," beber Profesor Lindstaedt.

Dia menerangkan, keluarga Kim tidak dilihat sebagai manusia biasa oleh rakyat Korea Utara. Mereka dianggap sebagai wakil Tuhan yang akan mengurusi segalanya.

Baca juga: Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong, Dinilai Bisa Lebih Kejam dari Sang Kakak

The Guardian mengabarkan, bulan lalu Kim Yo Jong membuat pernyataan publik pertamanya, yang mengecam Korea Selatan sebagai "gonggongan anjing yang ketakutan" usai Seoul memprotes latihan militer langsung Korea Utara.

Kim Yo Jong tampak berada di samping kanan kakaknya, Kim Jong Un, yang kini adalah pemimpin tertinggi Korea Utara.KCTV/Daily Star Kim Yo Jong tampak berada di samping kanan kakaknya, Kim Jong Un, yang kini adalah pemimpin tertinggi Korea Utara.
Publikasi pernyataan politik atas nama Kim Yo Jong menggarisbawahi peran sentralnya dalam rezim, menurut Youngshik Bong seorang peneliti di Institut Studi Korea Utara Universitas Yonsei di Seoul.

"Ini mengungkapkan bahwa Kim Jong Un mengizinkannya untuk menulis dan mengumumkan pernyataan pedas tentang Korea Selatan dengan pendapat pribadi," kata Bong. "Dia jelas siap untuk membiarkan adiknya menjadi alter egonya."

Raut wajah Kim Yo Jong menunjukkan keceriaan. Ia biasaya tampil di depan publik dengan busana feminim. Pakaian serba hitam, sepatu hak tinggi, dan menguncir rambut panjangnya.

Namun di balik perawakannya yang lemah lembut itu, ternyata Kim Yo Jong masuk daftar hitam internasional karena "pelanggaran hak asasi manusia yang berat."

Bersama beberapa perjabat Korut lainnya, Kim Yo Jong disebut turut andil dalam sejumlah pelanggaran HAM di negara tersebut pada 2017, menurut pemberitaan The Guardian.

Baca juga: Kim Jong Un Absen dalam Perayaan HUT Tentara Korea Utara

Kandidat pengganti terkuat, tapi...

Jika kakaknya meninggal, Kim Yo Jong digadang-gadang menjadi kandidat terkuat penerus Kim Jong Un dalam memimpin negeri komunis itu, karena anak-anak Kim Jong Un dianggap masih terlalu muda.

Sementara kakak tertua mereka, Kim Jong Chul, dianggap sebagai playboy yang tidak tertarik dengan politik sehingga tak dianggap sebagai ahli waris.

Kemudian saudara tiri laki-laki, Kim Jong Nam, tewas diracun pada 2017, dengan saudara tiri perempuan Kim Sol Song juga tak dianggap penantang terkuat.

Baca juga: Di Tengah Kabar Meninggal, Kim Jong Un Jalan-jalan di Kota Wonsan

Akan tetapi, Kim Yo Jong diragukan dapat memegang penuh tampuk kekuasaan di Korea Utara, atau tidak bisa dalam jangka waktu lama.

“Korea Utara adalah negara dengan senioritas dan maskulinitas sangat dihormati."

"Kim Yo Jong adalah sekutu Kim Jong Un yang paling terpercaya, tapi tidak lebih dari itu,” kata Leonid Petrov dosen dan pakar Korut dari International College of Management di Sydney, dikutip dari The Guardian.

Baca juga: Cek Kim Jong Un, China Kirim Dokter ke Korea Utara


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tersangka Pembunuhan di Gereja Perancis: Pria Tunisia Berusia 21 Tahun

Tersangka Pembunuhan di Gereja Perancis: Pria Tunisia Berusia 21 Tahun

Global
Kasus Covid-19 Melambung, RS di Eropa Kewalahan Tampung Pasien

Kasus Covid-19 Melambung, RS di Eropa Kewalahan Tampung Pasien

Global
Selandia Baru Selangkah Lagi Legalkan Euthanasia, Bagaimana dengan Ganja?

Selandia Baru Selangkah Lagi Legalkan Euthanasia, Bagaimana dengan Ganja?

Global
200 Hari Tanpa Kasus Covid-19, Ini Rumus Keberhasilan Taiwan

200 Hari Tanpa Kasus Covid-19, Ini Rumus Keberhasilan Taiwan

Global
Insinyur Muda Indonesia di Inggris Siap Bantu Tangani Covid-19 di Tanah Air, Ini Programnya

Insinyur Muda Indonesia di Inggris Siap Bantu Tangani Covid-19 di Tanah Air, Ini Programnya

Global
Tak Berdiri Saat Lagu Nasional Dikumandangkan, Siswa Ditempeleng Penjual Makanan

Tak Berdiri Saat Lagu Nasional Dikumandangkan, Siswa Ditempeleng Penjual Makanan

Global
[Cerita Dunia] 17 Tahun Silam Mahathir Mohamad Pertama Kali Mundur dari Panggung Politik Malaysia

[Cerita Dunia] 17 Tahun Silam Mahathir Mohamad Pertama Kali Mundur dari Panggung Politik Malaysia

Global
Para Pemimpin Dunia Kecam Serangan Teror di Perancis

Para Pemimpin Dunia Kecam Serangan Teror di Perancis

Global
Presiden Aljazair Dipindah ke Jerman Setelah Dirawat di Aljir

Presiden Aljazair Dipindah ke Jerman Setelah Dirawat di Aljir

Global
Perayaan Hari Orang Mati di Meksiko Lesu akibat Wabah Corona

Perayaan Hari Orang Mati di Meksiko Lesu akibat Wabah Corona

Global
Dianggap Mengglorifikasi Kekerasan, Twit Mahathir Mohammad Dihapus

Dianggap Mengglorifikasi Kekerasan, Twit Mahathir Mohammad Dihapus

Global
AS Sahkan Warganya Cantumkan Israel sebagai Negara dari Yerusalem di Paspor

AS Sahkan Warganya Cantumkan Israel sebagai Negara dari Yerusalem di Paspor

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Kim Yo Jong, Adik Kim Jong Un yang Jabatannya Terus Menanjak

[Biografi Tokoh Dunia] Kim Yo Jong, Adik Kim Jong Un yang Jabatannya Terus Menanjak

Global
Detik-detik Teror Brutal di Gereja Notre-Dame Perancis

Detik-detik Teror Brutal di Gereja Notre-Dame Perancis

Global
Rebut Wilayah Pendudukan Armenia, Azerbaijan Bentuk Administrasi Khusus

Rebut Wilayah Pendudukan Armenia, Azerbaijan Bentuk Administrasi Khusus

Global
komentar
Close Ads X