Mengapa Menengkurapkan Pasien Covid-19 Bisa Bantu Selamatkan Nyawanya?

Kompas.com - 24/04/2020, 19:22 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar pasien Covid-19 dengan gangguan pernapasan akut ditempatkan dalam posisi tengkurap selama beberapa jam. BBC Indonesia/GETTY IMAGESOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar pasien Covid-19 dengan gangguan pernapasan akut ditempatkan dalam posisi tengkurap selama beberapa jam.

KOMPAS.com - Seiring terus meningkatnya kasus Covid-19 di seluruh dunia, foto-foto perawatan pasien di rumah sakit menjadi terlalu akrab bagi kita.

Namun saat kita melihat pasien Covid-19 dipasangi ventilator untuk membantu mereka bernafas, satu detil menarik perhatian. Mengapa banyak dari pasien-pasien tersebut berada dalam posisi tengkurap?

Teknik ini disebut proning dan telah terbukti bermanfaat bagi beberapa pasien yang menderita penyakit pernapasan.

Posisi ini membantu meningkatkan jumlah oksigen yang masuk ke paru-paru mereka.

Namun teknik ini juga ada risikonya.

Baca juga: Teknik Proning Selamatkan Nyawa Istriku, Kisah Seorang Suami dari Pengidap Covid-19

Meningkatkan aliran oksigen

Pasien dapat ditempatkan dalam posisi tengkurap (dari bahasa Latin pronus, berarti condong ke depan) selama beberapa jam untuk memindahkan cairan yang mungkin telah terkumpul di paru-paru mereka dan mengganggu pernapasan mereka.

Teknik ini semakin sering digunakan untuk merawat pasien Covid-19 yang membutuhkan dukungan perawatan intensif.

"Banyak pasien Covid-19 tidak mendapat cukup oksigen di paru-paru mereka dan itu menyebabkan kerusakan," kata Panagis Galiatsatos, seorang dokter paru-paru dan pakar perawatan kritis sekaligus asisten profesor di Universitas Johns Hopkins, AS.

"Dan meskipun mereka diberi oksigen, kadang-kadang itu tidak cukup. Jadi, yang kita lakukan adalah menelungkupkan pasien, dengan perut pasien di bawah, agar paru-paru mereka mengembang."

Dr. Galiatsatos mengatakan bagian terberat dari paru-paru terletak di punggung kita, sehingga pasien yang berbaring dengan berat badan bertumpu pada punggung mereka akan lebih sulit mendapatkan udara yang cukup.

Baca juga: Eksperimen Obat Covid-19 Remdesivir Gagal di Uji Klinis Acak Pertama

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Darurat Polusi Plastik: Udara yang Kita Hirup Mengandung Mikroplastik

Darurat Polusi Plastik: Udara yang Kita Hirup Mengandung Mikroplastik

Global
Fisikawan Perancis Ciptakan Gelembung Ajaib, Butuh Lebih dari Satu Tahun untuk Meletus

Fisikawan Perancis Ciptakan Gelembung Ajaib, Butuh Lebih dari Satu Tahun untuk Meletus

Global
MI5: Partai Komunis China Hendak Susupi Parlemen Inggris

MI5: Partai Komunis China Hendak Susupi Parlemen Inggris

Global
Iseng Periksa Folder Spam Email, Wanita Ini Temukan Jackpot Lotre Jutaan Dollar AS

Iseng Periksa Folder Spam Email, Wanita Ini Temukan Jackpot Lotre Jutaan Dollar AS

Global
Sepekan Tsunami Tonga: Kronologi, Dampak, dan Kondisi Terkini

Sepekan Tsunami Tonga: Kronologi, Dampak, dan Kondisi Terkini

Global
Misteri Hilangnya Keluarga Jamison, Benarkah Jadi Target Sekte Sesat?

Misteri Hilangnya Keluarga Jamison, Benarkah Jadi Target Sekte Sesat?

Global
Paus Fransiskus Khawatirkan Ketegangan Ukraina, Risiko Keamanan Bayangi Eropa

Paus Fransiskus Khawatirkan Ketegangan Ukraina, Risiko Keamanan Bayangi Eropa

Global
Insiden Dyatlov Pass: Misteri Kematian 9 Pendaki Rusia di Tengah Salju

Insiden Dyatlov Pass: Misteri Kematian 9 Pendaki Rusia di Tengah Salju

Global
Situasi Makin Panas, Keluarga Personel Kedutaan AS Diminta Tinggalkan Ukraina

Situasi Makin Panas, Keluarga Personel Kedutaan AS Diminta Tinggalkan Ukraina

Global
Situasi Rusia-Ukraina Makin Panas, AS Kirim Kapal Induk

Situasi Rusia-Ukraina Makin Panas, AS Kirim Kapal Induk

Global
Covid-19 India Memburuk Lagi, Catat 300.000 Kasus 4 Hari Berturut-turut

Covid-19 India Memburuk Lagi, Catat 300.000 Kasus 4 Hari Berturut-turut

Global
CEO Pfizer: Pemberian Booster Covid-19 yang Terlalu Sering Bukan Skenario yang Baik

CEO Pfizer: Pemberian Booster Covid-19 yang Terlalu Sering Bukan Skenario yang Baik

Global
Kebakaran California Lalap 1.500 Hektare Lahan, Ratusan Orang Dievakuasi

Kebakaran California Lalap 1.500 Hektare Lahan, Ratusan Orang Dievakuasi

Global
Cium Kaki Ibu di Pengadilan, Pria Mesir Selamat dari Hukuman Mati

Cium Kaki Ibu di Pengadilan, Pria Mesir Selamat dari Hukuman Mati

Global
Bantuan Kemanusiaan jadi Agenda Utama Pertemuan Taliban dengan Negara Barat

Bantuan Kemanusiaan jadi Agenda Utama Pertemuan Taliban dengan Negara Barat

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.