Kompas.com - 21/04/2020, 15:33 WIB
Presiden AS Donald Trump menunjukkan video presentasi penanganan pemerintah terhadap wabah virus corona, di Gedung Putih, Washington DC, Senin (13/4/2020). Turut hadir pula Wakil Presiden Mike Pence di acara tersebut. LEAH MILLIS/REUTERSPresiden AS Donald Trump menunjukkan video presentasi penanganan pemerintah terhadap wabah virus corona, di Gedung Putih, Washington DC, Senin (13/4/2020). Turut hadir pula Wakil Presiden Mike Pence di acara tersebut.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump mengumumkan, dia bakal menangguhkan sementara imigrasi di tengah pandemi virus corona.

Dalam kicauan di Twitter, dia menggunakan frase "musuh tak terlihat", untuk menggambarkan situasi AS di mana 792.000 orang terjangkit dan 42.000 lainnya meninggal.

"Saya akan menandatangani Perintah Eksekutif untuk sementara menangguhkan imigrasi ke Amerika Serikat," jelas Trump di Twitter.

Baca juga: Kritik Gubernur Negara Bagian Tangani Covid-19, Trump: Ada yang Bertindak Terlalu Jauh

Dilansir AFP Selasa (21/4/2020), dia menjelaskan melakukan langkah itu tak hanya karena virus corona, tetapi juga melindungi lapangan pekerjaan warga AS.

Kementerian Luar Negeri dilaporkan mengeluarkan 462.000 visa imigran pada 2019, dengan Badan Imigrasi dan Warga AS merilis permanent residence bagi 577.000.

Meski Trump menyatakan dia ingin melindungi lapangan kerja, sebanyak 22 juta warga AS kehilangan pekerjaan sejak pemerintah menerapkan lockdown.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kicauannya tidak menjabarkan seperti apa penangguhan itu, bagaimana teknis penerapannya, dan kapankah aturan itu bakal ditegakkan.

The Washington Post memberitakan, pemimpin dari Partai Republik itu bakal menandatangani Perintah Eksekutif paling lambat Selasa.

Taipan real estate itu menjadikan masalah imigrasi sebagai sorotan utamanya ketika berkampanye sebagai Presiden AS pada 2016.

Dia sempat memutuskan larangan ke China ketika Covid-19 merebak Januari, disusul dengan larangan ke Eropa pada pertengahan Maret.

Baca juga: Trump Pertanyakan Apakah China Sengaja Ciptakan Krisis Covid-19

Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmi, Ebrahim Raisi Jadi Presiden Terpilih Iran

Resmi, Ebrahim Raisi Jadi Presiden Terpilih Iran

Global
Cegah Kawannya yang Mabuk Pukuli Istri, Sopir Truk Tewas Ditikam

Cegah Kawannya yang Mabuk Pukuli Istri, Sopir Truk Tewas Ditikam

Global
Dampak Covid-19 Ingatkan Indonesia Siapkan Generasi Muda Lebih Baik

Dampak Covid-19 Ingatkan Indonesia Siapkan Generasi Muda Lebih Baik

Global
Profil Ebrahim Raisi, Kandidat Unggul Presiden Iran dan Algojo Massal 1988

Profil Ebrahim Raisi, Kandidat Unggul Presiden Iran dan Algojo Massal 1988

Global
Bring Me The Horizon Dianggap Melupakan Metal, tapi Malah Makin Tenar

Bring Me The Horizon Dianggap Melupakan Metal, tapi Malah Makin Tenar

Internasional
Calon Ratu Belanda Tolak Tunjangan Rp 28 Miliar, Ini Alasannya

Calon Ratu Belanda Tolak Tunjangan Rp 28 Miliar, Ini Alasannya

Global
Aksi Panggung Tak Senonoh GG Allin, Telanjang Bulat dan Lempar Tinja

Aksi Panggung Tak Senonoh GG Allin, Telanjang Bulat dan Lempar Tinja

Internasional
Kisah Operasi Pasukan Khusus GIGN Perancis Selamatkan Menara Eiffel dari Ledakan Teroris

Kisah Operasi Pasukan Khusus GIGN Perancis Selamatkan Menara Eiffel dari Ledakan Teroris

Internasional
Di Era Biden, Bantuan Militer AS untuk Arab Saudi Dipangkas

Di Era Biden, Bantuan Militer AS untuk Arab Saudi Dipangkas

Global
Asal-usul Lagu Kebangsaan Perancis yang Mirip Nada 'Dari Sabang sampai Merauke'

Asal-usul Lagu Kebangsaan Perancis yang Mirip Nada "Dari Sabang sampai Merauke"

Internasional
Jejak Kontroversi Julian Assange: Dari Pemerkosaan sampai Pemilu AS

Jejak Kontroversi Julian Assange: Dari Pemerkosaan sampai Pemilu AS

Global
Dibeli Rp 59.000, Lukisan Rockstar Ini Ditawar Rp 446 Juta di Lelang

Dibeli Rp 59.000, Lukisan Rockstar Ini Ditawar Rp 446 Juta di Lelang

Global
Awal Perjalanan Julian Assange Membangun Web Kontroversial WikiLeaks

Awal Perjalanan Julian Assange Membangun Web Kontroversial WikiLeaks

Global
Uni Eropa Izinkan 'Perjalanan Tidak Penting' dari AS dan Negara Lain

Uni Eropa Izinkan "Perjalanan Tidak Penting" dari AS dan Negara Lain

Global
Bersiap jika Terjadi Sesuatu dengan Kim Jong Un, Korut Tambah Posisi Pemerintahan

Bersiap jika Terjadi Sesuatu dengan Kim Jong Un, Korut Tambah Posisi Pemerintahan

Global
komentar
Close Ads X