Belajar dari Para "Kartini" Dunia dalam Menangani Covid-19

Kompas.com - 21/04/2020, 10:58 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern tersenyum ketika memberikan keterangan pers terkait peringatan satu tahun tragedi Christchurch pada 13 Maret 2020. REUTERS/STRINGER/Martin HunterPerdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern tersenyum ketika memberikan keterangan pers terkait peringatan satu tahun tragedi Christchurch pada 13 Maret 2020.

TAIPEI, KOMPAS.com - Wabah Covid-19, yang pertama kali merebak di kota China bernama Wuhan pada akhir Desember 2019, sudah menjadi momok dunia.

Sebab saat ini, virus yang mirip dengan Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) itu sudah menjangkiti lebih dari 2,4 juta orang di seluruh dunia.

Di tengah ketakutan akan mewabahnya Covid-19, sejumlah negara dengan pemimpin perempuan menuai pujian atas penanganan mereka.

Baca juga: Kontroversi Penyebutan Gelar Kartini, Raden Ajeng atau Raden Ayu?

Tidak hanya karena mereka menggelar tes secara massal, tetapi juga bagaimana mereka menyikapi wabah tersebut dengan penuh belas kasih.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan kiprah sejumlah ' Kartini" dunia dan bagaimana kepemimpinan mereka di tengah virus corona.

1. Jerman

Saat ini, Negeri "Bir" itu termasuk salah satu negara terdampak cukup parah karena wabah itu, berdasarkan data dari situs Worldometers.

Berlin melaporkan 146.777 kasus infeksi, dan berada di urutan kelima negara dengan jumlah penularan terbanyak di seluruh dunia.

Meski begitu, tingkat kematian Jerman tergolong rendah. Mereka hanya melaporkan 4.802 korban meninggal, atau sekitar 1,6 persen.

Baca juga: Sambut Hari Kartini dengan 7 Makanan Khas Jepara

Bandingkan negara Eropa lainnya seperti Italia dengan rerata kematian 12 persen, atau Spanyol, Perancis, dan Inggris yang sama-sama mencatatkan 10 persen.

Begitu pula dengan AS sebagai negara dengan kasus infeksi dan kematian terbanyak dunia mencatatkan rata-rata kematian tiga persen.

Halaman:
Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Global
Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Global
Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Global
Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Global
Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Global
Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Global
Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Global
Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Global
11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

Global
Singapura Akan Mulai Vaksin Warga dari Covid-19 pada 2021

Singapura Akan Mulai Vaksin Warga dari Covid-19 pada 2021

Global
Pangeran Arab Saudi, Nawaf bin Saad bin Saud bin Abdulaziz Al Saud, Wafat

Pangeran Arab Saudi, Nawaf bin Saad bin Saud bin Abdulaziz Al Saud, Wafat

Global
Di Umur 95 Tahun, Mahathir Mohamad Kembali Calonkan Diri sebagai PM Malaysia

Di Umur 95 Tahun, Mahathir Mohamad Kembali Calonkan Diri sebagai PM Malaysia

Global
Sudan Transfer AS Rp 4,9 Triliun untuk Keluar dari Daftar Negara Terorisme

Sudan Transfer AS Rp 4,9 Triliun untuk Keluar dari Daftar Negara Terorisme

Global
Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Pakai Masker di Depan Umum

Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Pakai Masker di Depan Umum

Global
Jerman Dakwa Operator Darknet dengan Lebih dari 249.000 Kejahatan Siber Lewat 900 Server Gelap

Jerman Dakwa Operator Darknet dengan Lebih dari 249.000 Kejahatan Siber Lewat 900 Server Gelap

Global
komentar
Close Ads X