Trump Peringatkan China Akan Hadapi Konsekuensi atas Wabah Covid-19

Kompas.com - 19/04/2020, 10:26 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian tentang coronavirus novel, COVID-19, di Ruang Sesi Brady di Gedung Putih pada 31 Maret 2020, di Washington, DC. - Trump pada hari Selasa memperingatkan sangat menyakitkan dua minggu ke depan ketika Amerika Serikat bergulat dengan lonjakan kasus coronavirus. AFP/MANDEL NGANPresiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian tentang coronavirus novel, COVID-19, di Ruang Sesi Brady di Gedung Putih pada 31 Maret 2020, di Washington, DC. - Trump pada hari Selasa memperingatkan sangat menyakitkan dua minggu ke depan ketika Amerika Serikat bergulat dengan lonjakan kasus coronavirus.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan China dapat menghadapi konsekuensi jika "secara sadar bertanggung jawab" atas pandemi Covid-19.

"Itu bisa saja dihentikan di China sebelum dimulai, tetapi tidak," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Sabtu (18/4/2020).

"Dan sekarang seluruh dunia menderita karenanya," lanjutnya dikutip dari AFP Minggu (19/4/2020).

Baca juga: Trump: Standar Social Distancing di AS Saat Ramadan Sama dengan Paskah

Trump lalu ditanya apakah China akan menderita konsekuensi akibat pandemi virus corona yang dimulai di Wuhan pada Desember, dan telah menewaskan lebih dari 157.000 orang di seluruh dunia.

"Jika mereka secara sadar bertanggung jawab, tentu saja. Jika itu adalah kesalahan, kesalahan adalah kesalahan."

"Tetapi jika mereka secara sadar bertanggung jawab, ya, maka harus ada konsekuensi," lanjut Trump.

Baca juga: Sering Dikritik, Trump Serang Balik Obama dan Biden Soal Wabah Flu Babi 2009

"Apakah itu kesalahan yang lepas kendali atau itu dilakukan dengan sengaja? Itu perbedaan besar antara keduanya."

"Dalam dua kemungkinan itu, mereka seharusnya melibatkan kami."

"Kami meminta terlibat lebih awal, dan mereka tidak menginginkannya. Kurasa mereka tahu itu sesuatu yang buruk dan mereka malu."

Baca juga: Survei: Hampir Dua Pertiga Warga AS Sebut Trump Lambat Tangani Covid-19

"Mereka mengatakan sedang melakukan penyelidikan," lanjut presiden ke-45 AS tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melihat Kegiatan Ramadhan di Amerika, dari Tadarus Virtual hingga Vaksinasi Covid-19

Melihat Kegiatan Ramadhan di Amerika, dari Tadarus Virtual hingga Vaksinasi Covid-19

Global
Konflik dengan Ukraina Makin Panas, Rusia Batasi Pelayaran di Laut Hitam

Konflik dengan Ukraina Makin Panas, Rusia Batasi Pelayaran di Laut Hitam

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Mohammed Reza Shah Pahlavi, Raja Terakhir Iran yang Runtuh karena Pemberontakan

[Biografi Tokoh Dunia] Mohammed Reza Shah Pahlavi, Raja Terakhir Iran yang Runtuh karena Pemberontakan

Internasional
Tiap 10 Jam, FBI Buka Investigasi Baru Terkait Pemerintah China

Tiap 10 Jam, FBI Buka Investigasi Baru Terkait Pemerintah China

Global
Takut Kecoak, Istri Minta Pindah 18 Kali dalam 3 Tahun, Suami Tak Tahan dan Minta Cerai

Takut Kecoak, Istri Minta Pindah 18 Kali dalam 3 Tahun, Suami Tak Tahan dan Minta Cerai

Global
Video Viral Bos Dipukuli Karyawati dengan Tongkat Pel karena Chat Mesum, Akhirnya Dipecat

Video Viral Bos Dipukuli Karyawati dengan Tongkat Pel karena Chat Mesum, Akhirnya Dipecat

Global
Serius Rapat via Zoom, Anggota Parlemen Kanada Ketahuan Telanjang

Serius Rapat via Zoom, Anggota Parlemen Kanada Ketahuan Telanjang

Global
Junta Myanmar Bobol Kotak Amal Masjid dan Tembak Mati 2 Warga Sipil

Junta Myanmar Bobol Kotak Amal Masjid dan Tembak Mati 2 Warga Sipil

Global
Seorang Pria Nonton Film Porno, Kaget Pemerannya Ternyata Pacar Sendiri

Seorang Pria Nonton Film Porno, Kaget Pemerannya Ternyata Pacar Sendiri

Global
Perawat Brasil Bentuk 'Genggaman Palsu' untuk Tenangkan Pasien Covid-19

Perawat Brasil Bentuk "Genggaman Palsu" untuk Tenangkan Pasien Covid-19

Global
Cegah Kapal Perang Asing Masuk Ukraina, Rusia Tutup Selat Kerch

Cegah Kapal Perang Asing Masuk Ukraina, Rusia Tutup Selat Kerch

Global
Iran Klaim Mampu Perkaya Uranium Hingga 60 Persen

Iran Klaim Mampu Perkaya Uranium Hingga 60 Persen

Global
Pasangan Ini Pindah Rumah Sampai 18 Kali karena Istri Takut Kecoak

Pasangan Ini Pindah Rumah Sampai 18 Kali karena Istri Takut Kecoak

Global
China Jebloskan Bos Besar Media Hong Kong Jimmy Lai ke Penjara 12 Bulan

China Jebloskan Bos Besar Media Hong Kong Jimmy Lai ke Penjara 12 Bulan

Global
Militer Myanmar Bombardir Kotapraja Momauk, Penduduk Kabur Berlindung

Militer Myanmar Bombardir Kotapraja Momauk, Penduduk Kabur Berlindung

Global
komentar
Close Ads X