Kompas.com - 16/04/2020, 18:56 WIB
Ilustrasi tisu toilet. SHUTTERSTOCK/FOTODUETSIlustrasi tisu toilet.

ADELAIDE, KOMPAS.com - Seorang pria di Australia Selatan dikabarkan berusaha mengembalikan belanjaannya senilai hampir Rp 100 juta.

Pria tersebut telah memborong tisu toilet dan hand sanitizer, dan ia hendak menjualnya lagi secara online. Namun, akunnya justru diblok.

Menurut Direktur Supermarket Drake, John Paul Drake, pria itu menelepon mereka untuk meminta pengembalian atas uang pembelian.

Baca juga: Tak Jadi Gulung Tikar, Toko Roti di Finlandia Ini Bikin Kue Berbentuk Gulungan Tisu Toilet

Barang-barang yang dibelinya adalah 132 tisu toilet dan 150 botol hand sanitizer berkapasitas 1 liter.

Panic buying terjadi di beberapa negara bagian Australia pada awal Maret, karena dikhawatirkan pandemi virus corona akan membuat warga terkurung di rumah dan toko-toko tutup.

Kesempatan itu lalu digunakan oleh beberapa orang untuk membeli barang-barang dalam jumlah besar, dan akan dijual lagi dengan harga lebih tinggi.

Baca juga: Stok Langka, Penjual Patok Harga Produk Dettol Rp 111 Juta di eBay

Dilansir dari ABC Australia, John berpendapat pembeli tersebut telah bekerja sama dengan sekelompok orang yang memborong kebutuhan pokok, termasuk tisu toilet dan hand sanitizer.

"Dalam percakapan telepon, pembeli itu mengaku 'akun saya di eBay sudah ditutup, kami tidak bisa mendapat keuntungan dari apa yang kami punyai sekarang'," kata John kepada ABC Radio Adelaide.

"Dia mempunyai tim yang membantu membeli berbagai produk ini. Katanya jumlahnya 20 orang."

Baca juga: Pria Ini Ditahan karena Pukul Ibunya yang Sembunyikan Tisu Toilet

"Bukannya mereka membeli untuk disimpan karena takut tidak bisa dapat lagi, tapi sengaja untuk dijual lagi dengan keuntungan besar."

Selanjutnya John mengatakan tindakan mereka sangat memalukan, dan itu menjadi alasan mengapa supermarket di seluruh Australia menerapkan pembatasan pembelian barang-barang pokok selama pandemi virus corona.

Baca juga: Krisis Tisu Toilet, Koran Lokal Australia Cetak Ekstra Kertas Koran

Biasanya, satu kantong tisu toilet yang dijual di Negeri "Kanguru" berisi antara 12-24 gulungan.

John menambahkan, pihak toko sudah berbicara dengan pabrik pembuat tisu untuk memproduksi kantong dengan isi gulungan lebih sedikit.

Baca juga: Karakter Asli Warga Perkotaan Saat Krisis, Baku Hantam karena Tisu Toilet hingga Borong Senjata

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X