Pemilu AS 2020: Sanders dan Biden Bersatu Lawan Trump

Kompas.com - 14/04/2020, 07:47 WIB
Kandidat presiden dari Partai Demokrat, Bernie Sanders (kiri) dan Joe Biden (kanan) dalam debat ke-10 di Gaillard Center, Charleston, South Carolina, Amerika Serikat (25/2/2020). JIM LO SCALZO/EPA-EFEKandidat presiden dari Partai Demokrat, Bernie Sanders (kiri) dan Joe Biden (kanan) dalam debat ke-10 di Gaillard Center, Charleston, South Carolina, Amerika Serikat (25/2/2020).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Bernie Sanders mengatakan sudah waktunya bersatu dengan Joe Biden, dalam persaingan mengalahkan Donald Trump di pemilu AS 2020, November mendatang.

Sanders menyatakannya pada Senin (13/4/2020) seraya memberi dukungan pada Biden yang sebelumnya menjadi saingannya di Partai Demokrat.

Dua politisi veteran tersebut tahun lalu saling bersaing untuk memperebutkan nominasi Partai Demokrat, tapi kemarin mereka muncul bersamaan dalam layar terpisah di siaran langsung Biden.

Baca juga: Joe Biden Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual kepada Mantan Asistennya, Tara Reade

"Hari ini saya meminta semua orang AS - saya meminta setiap Demokrat, setiap independen, banyak Partai Republik - untuk berkumpul bersama dalam kampanye ini untuk mendukung pencalonan Anda yang saya dukung," kata Sanders.

Dukungan ini menandai perubahan penting dibandingkan 2016, ketika Sanders kalah dalam pemilihan nominasi presiden dari Hillary Clinton, tetapi menunda untuk mendukung pencalonannya.

Penundaan itu dipandang sangat merusak, karena memperlihatkan perpecahan dalam Partai Demokrat.

Baca juga: Tanpa Sanders, Biden Melenggang Mulus di Primary Alaska

Sanders mengucapkan nada pemersatu pada Senin, mengatakan bahwa "sangat penting bagi kita untuk bekerja bersama."

Senator sayap kiri independen berusia 78 tahun dari Vermont itu keluar dari persaingan pemilu AS pekan lalu, setelah kalah di hampir semua primary.

Padahal, Sanders mencatatkan awalan yang sangat bagus. Pengunduran dirinya membuat Biden menjadi kandidat tunggal dari Partai Demokrat.

Di hari yang sama Sanders juga mengisyaratkan pentingnya bersatu di kampanye Biden, untuk mengalahkan Trump yang dicap Sanders sebagai "presiden paling berbahaya dalam sejarah modern negara ini."

Baca juga: Bernie Sanders Mundur sebagai Calon Presiden AS

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Skandal Kekerasan Seksual di Universitas St Andrews, 2 Orang Ditahan

Skandal Kekerasan Seksual di Universitas St Andrews, 2 Orang Ditahan

Global
Gara-gara Staf Berhubungan Seks dengan Tamu, Hotel Ini Jadi Klaster Baru Covid-19

Gara-gara Staf Berhubungan Seks dengan Tamu, Hotel Ini Jadi Klaster Baru Covid-19

Global
'Kalian Bisa Saja Dipenjara', Peringatan AS untuk Warganya di China

'Kalian Bisa Saja Dipenjara', Peringatan AS untuk Warganya di China

Global
Video Viral Batik Disebut Kerajinan Tradisional China, Netizen Ramai Ribut di Twitter

Video Viral Batik Disebut Kerajinan Tradisional China, Netizen Ramai Ribut di Twitter

Global
'Saya Telah Membuat Kesalahan, Saya Pikir Covid-19 Hoaks'

'Saya Telah Membuat Kesalahan, Saya Pikir Covid-19 Hoaks'

Global
Kunjungi RS Militer, Trump Pakai Masker untuk Pertama Kalinya

Kunjungi RS Militer, Trump Pakai Masker untuk Pertama Kalinya

Global
Turki Berencana 'Tutup' Gambar Yesus dan Bunda Maria di Hagia Sophia Pakai Teknologi Khusus

Turki Berencana 'Tutup' Gambar Yesus dan Bunda Maria di Hagia Sophia Pakai Teknologi Khusus

Global
Setelah Tembak Korbannya 19 Kali, Remaja Ini Tertawa Sebelum Melarikan Diri

Setelah Tembak Korbannya 19 Kali, Remaja Ini Tertawa Sebelum Melarikan Diri

Global
Pembantaian Muslim di Srebrenica, Kuburan Massal Baru Masih Ditemukan

Pembantaian Muslim di Srebrenica, Kuburan Massal Baru Masih Ditemukan

Global
[POPULER GLOBAL] Pria AS Bereaksi Positif Usai Disuntik Vaksin Corona | Hagia Sophia Resmi Jadi Masjid, Umat Islam Dipersilakan Beribadah

[POPULER GLOBAL] Pria AS Bereaksi Positif Usai Disuntik Vaksin Corona | Hagia Sophia Resmi Jadi Masjid, Umat Islam Dipersilakan Beribadah

Global
Brasilia Kacau, Jadi Hot Spot Baru Covid-19 tapi Pemerintah Kurang Peduli

Brasilia Kacau, Jadi Hot Spot Baru Covid-19 tapi Pemerintah Kurang Peduli

Global
5 Orang Tewas akibat Insiden Penyanderaan di Afrika Selatan

5 Orang Tewas akibat Insiden Penyanderaan di Afrika Selatan

Global
Ratusan Gajah Mati Misterius di Botswana, Diduga karena Patogen Baru

Ratusan Gajah Mati Misterius di Botswana, Diduga karena Patogen Baru

Global
Penumpang Kereta di Irlandia ini Memakai Masker dari Celana Dalam

Penumpang Kereta di Irlandia ini Memakai Masker dari Celana Dalam

Global
Merasa Dirinya Robin Hood, Ketua Geng Ini Minta Pengurangan Masa Tahanan

Merasa Dirinya Robin Hood, Ketua Geng Ini Minta Pengurangan Masa Tahanan

Global
komentar
Close Ads X