Wabah Covid-19, Perusahaan Sampah di Amerika Serikat Kewalahan Atasi Sampah Rumah Tangga

Kompas.com - 13/04/2020, 19:33 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

WASHINGTON, DC, KOMPAS.com - Perusahaan pengelola limbah dan sampah di Amerika Serikat kewalahan dengan sampah-sampah di perumahan.

Pasalnya, sampah tersebut meningkat kuantitasnya selama wabah virus corona.

Dilansir dari Daily News of New York, perusahaan-perusahaan pengelola limbah telah kewalahan oleh jumlah sampah rumah tangga yang dihasilkan ketika orang-orang tinggal di rumah selama pandemi virus corona.

Baca juga: Wanita Ini Pesan Tiket Pesawat di Bandara dalam Keadaan Bugil

Salah satu perusahaan sampah besar, Republic Services, mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan volume limbah akan meningkat sebesar 30 persen.

Puluhan komunitas di seluruh negeri telah menangguhkan daur ulang dan pengambilan sampah halaman karena terlalu banyak sampah.

"Ini merupakan mimpi buruk," kata Barney Shapiro, pemilik Tenleytown Trash yang beroperasi di wilayah Washington, DC, dan Maryland.

Baca juga: Wabah Covid-19, Konser Solo Andrea Bocelli pada Paskah 2020 Tanpa Penonton

“Orang-orang memanggil dan meminta peningkatan layanan. Kami tidak bisa melakukan itu dalam jangka pendek."

Halaman:
Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Delegasi AS Mendarat di Taiwan, Kunjungan Level Tertinggi sejak 1979

Delegasi AS Mendarat di Taiwan, Kunjungan Level Tertinggi sejak 1979

Global
Presiden Lebanon: Investigasi Internasional Terhadap Ledakan di Beirut Buang-buang Waktu

Presiden Lebanon: Investigasi Internasional Terhadap Ledakan di Beirut Buang-buang Waktu

Global
3 Perempuan Ini Punya 'Misi' Tumbangkan Diktator Terakhir Eropa

3 Perempuan Ini Punya "Misi" Tumbangkan Diktator Terakhir Eropa

Global
Tensi Meningkat dengan China, India Tinjau Institut Konfusius

Tensi Meningkat dengan China, India Tinjau Institut Konfusius

Global
Tokoh Terkemuka Afghanistan Sepakat Bebaskan 400 Milisi Taliban, Ada Apa?

Tokoh Terkemuka Afghanistan Sepakat Bebaskan 400 Milisi Taliban, Ada Apa?

Global
Eks Mata-mata Saudi Kembali Mendapatkan Ancaman dari Putra Mahkota di Kanada

Eks Mata-mata Saudi Kembali Mendapatkan Ancaman dari Putra Mahkota di Kanada

Global
75 Tahun Peringatan Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki, AS Belum Mau Minta Maaf

75 Tahun Peringatan Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki, AS Belum Mau Minta Maaf

Global
Kucing-kucing Ini Bertugas Temani Para Pembaca yang Kesepian di Perpustakaan

Kucing-kucing Ini Bertugas Temani Para Pembaca yang Kesepian di Perpustakaan

Global
Tabrak Orang di Stasiun, Mobil Bablas Masuk Peron dan Terjebak di Rel

Tabrak Orang di Stasiun, Mobil Bablas Masuk Peron dan Terjebak di Rel

Global
Kisah Kehilangan Para Ekspatriat India di Dubai karena Kecelakaan Pesawat Air India Express

Kisah Kehilangan Para Ekspatriat India di Dubai karena Kecelakaan Pesawat Air India Express

Global
'Peluncur Roket China Bisa Menghancurkan Seluruh Pangkalan Militer Taiwan'

"Peluncur Roket China Bisa Menghancurkan Seluruh Pangkalan Militer Taiwan"

Global
TikTok: Mengapa Jadi Ancaman Keamanan di Sejumlah Negara?

TikTok: Mengapa Jadi Ancaman Keamanan di Sejumlah Negara?

Global
Kekurangan Polisi Usai Kematian George Floyd, Kejahatan di Minneapolis Meningkat

Kekurangan Polisi Usai Kematian George Floyd, Kejahatan di Minneapolis Meningkat

Global
Terlambat 5 Menit, Nyawa Pria Ini Terselamatkan dari Insiden Air India Express

Terlambat 5 Menit, Nyawa Pria Ini Terselamatkan dari Insiden Air India Express

Global
Demonstrasi Pecah Setelah Ledakan di Beirut, PM Lebanon Janjikan Pemilu Dini

Demonstrasi Pecah Setelah Ledakan di Beirut, PM Lebanon Janjikan Pemilu Dini

Global
komentar
Close Ads X