Trump: Ekonomi AS Pasca Covid-19, "Melambung Seperti Roket"

Kompas.com - 13/04/2020, 14:30 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjalan keluar dari Marine One, saat kembali ke Gedung Putih untuk berpidato di Conservative Political Action Conference, Sabtu (29/2/2020). JOSHUA ROBERTS/REUTERSPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjalan keluar dari Marine One, saat kembali ke Gedung Putih untuk berpidato di Conservative Political Action Conference, Sabtu (29/2/2020).

WASHINGTON, DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim ekonomi AS akan melambung "seperti roket" begitu pandemi virus corona berakhir.

Trump tidak menghadiri rapat hariannya tentang virus corona Gedung Putih pada Sabtu Paskah (11/4/2020) bersamaan dengan angka kematian tertinggi di AS akibat virus corona.

Tapi Trump hadir dalam acara Justice with Judge Jeanine yang tayang di Fox News pada Sabtu malam dan mengklaim bahwa ekonomi negara AS akan menghadapi "gelombang luar biasa" setelah penutupan dibuka.

Pembangunan ekonomi ini dianggap Trump untuk menghormati mereka yang telah tiada.

Baca juga: Lockdown Virus Corona Berujung Kepanikan, Mendagri Turki Mundur

"Kami akan melakukannya, akan menjadi gelombang yang luar biasa. Saya pikir ini akan menjadi seperti roket. Saya benar-benar percaya itu," kata presiden kepada pembawa acara Jeanine Pirro.

"Kita harus melihat apa yang terjadi. Ada banyak hal yang terjadi, tetapi dengan semua itu, kita masih harus mengingat semua orang yang telah tiada akibat wabah ini."

Di sisi lain, Trump menambahkan bahwa pemerintah AS merespons "dengan cara yang benar" dan mengklaim jumlah korban jiwa akan jauh lebih tinggi seandainya langkah-langkah menjaga jarak sosial atau social distancing tidak dilaksanakan.

Trump menambahkan bahwa orang Amerika "telah melalui banyak hal."

Baca juga: AS Uji Coba Obat Avigan Jepang untuk Pengobatan Covid-19

"Kami akan kembali lebih besar dan lebih baik dan lebih kuat dari sebelumnya, Anda akan menyaksikan," imbuhnya.

Trump telah mengatakan pada bulan lalu bahwa dia ingin membuka kembali negara itu ketika Paskah tiba, tetapi kemudian dia memperpanjang pedoman jarak sosial sampai 30 April.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Newsweek
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Skandal Kekerasan Seksual di Universitas St Andrews, 2 Orang Ditahan

Skandal Kekerasan Seksual di Universitas St Andrews, 2 Orang Ditahan

Global
Gara-gara Staf Berhubungan Seks dengan Tamu, Hotel Ini Jadi Klaster Baru Covid-19

Gara-gara Staf Berhubungan Seks dengan Tamu, Hotel Ini Jadi Klaster Baru Covid-19

Global
'Kalian Bisa Saja Dipenjara', Peringatan AS untuk Warganya di China

'Kalian Bisa Saja Dipenjara', Peringatan AS untuk Warganya di China

Global
Video Viral Batik Disebut Kerajinan Tradisional China, Netizen Ramai Ribut di Twitter

Video Viral Batik Disebut Kerajinan Tradisional China, Netizen Ramai Ribut di Twitter

Global
'Saya Telah Membuat Kesalahan, Saya Pikir Covid-19 Hoaks'

'Saya Telah Membuat Kesalahan, Saya Pikir Covid-19 Hoaks'

Global
Kunjungi RS Militer, Trump Pakai Masker untuk Pertama Kalinya

Kunjungi RS Militer, Trump Pakai Masker untuk Pertama Kalinya

Global
Turki Berencana 'Tutup' Gambar Yesus dan Bunda Maria di Hagia Sophia Pakai Teknologi Khusus

Turki Berencana 'Tutup' Gambar Yesus dan Bunda Maria di Hagia Sophia Pakai Teknologi Khusus

Global
Setelah Tembak Korbannya 19 Kali, Remaja Ini Tertawa Sebelum Melarikan Diri

Setelah Tembak Korbannya 19 Kali, Remaja Ini Tertawa Sebelum Melarikan Diri

Global
Pembantaian Muslim di Srebrenica, Kuburan Massal Baru Masih Ditemukan

Pembantaian Muslim di Srebrenica, Kuburan Massal Baru Masih Ditemukan

Global
[POPULER GLOBAL] Pria AS Bereaksi Positif Usai Disuntik Vaksin Corona | Hagia Sophia Resmi Jadi Masjid, Umat Islam Dipersilakan Beribadah

[POPULER GLOBAL] Pria AS Bereaksi Positif Usai Disuntik Vaksin Corona | Hagia Sophia Resmi Jadi Masjid, Umat Islam Dipersilakan Beribadah

Global
Brasilia Kacau, Jadi Hot Spot Baru Covid-19 tapi Pemerintah Kurang Peduli

Brasilia Kacau, Jadi Hot Spot Baru Covid-19 tapi Pemerintah Kurang Peduli

Global
5 Orang Tewas akibat Insiden Penyanderaan di Afrika Selatan

5 Orang Tewas akibat Insiden Penyanderaan di Afrika Selatan

Global
Ratusan Gajah Mati Misterius di Botswana, Diduga karena Patogen Baru

Ratusan Gajah Mati Misterius di Botswana, Diduga karena Patogen Baru

Global
Penumpang Kereta di Irlandia ini Memakai Masker dari Celana Dalam

Penumpang Kereta di Irlandia ini Memakai Masker dari Celana Dalam

Global
Merasa Dirinya Robin Hood, Ketua Geng Ini Minta Pengurangan Masa Tahanan

Merasa Dirinya Robin Hood, Ketua Geng Ini Minta Pengurangan Masa Tahanan

Global
komentar
Close Ads X