Tidak Masuk Program Subsidi Covid-19 Pemerintah, Advokat PSK Jepang Kirim Surat Kritik

Kompas.com - 09/04/2020, 17:16 WIB
Ilustrasi pekerja seks komersial (PSK) ShutterstockIlustrasi pekerja seks komersial (PSK)

TOKYO, KOMPAS.com - Advokat untuk bar hostesses dan pekerja seks komersial telah mendesak pemerintah Jepang untuk pertimbangkan ulang pengecualian mereka dari program kompensasi.

Yakni program yang memberikan subsidi bagi para orang tua yang tak dapat bekerja karena penutupan sekolah, mengingat mereka adalah bagian dari kelompok rentan di masyarakat.

Melansir JapanTimes, sebuah grup pendukung kelompok kerja seks komersial itu mengirimkan surat pada Kamis lalu (2/4/2020) yang berisi permintaan kepada pemerintah Jepang untuk tidak mendiskriminasikan berdasarkan pekerjaan.

Baca juga: Dirawat di ICU karena Virus Corona, PM Inggris Boris Johnson Sudah Bisa Duduk

 

Serta untuk melindungi kehidupan semua keluarga (tanpa kecuali) karena virus corona sangat berdampak bagi perekonomian Jepang secara menyeluruh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah Jepang sebelumnya membuat program yang diperuntukkan bagi para pekerja lepas sub-kontrak yang terpisah dengan program para pekerja perusahaan.

Yaitu memberikan bantuan dana 4.100 yen Jepang (38 dollar AS setara dengan Rp 602.000) per hari kepada mereka yang tidak dapat bekerja antara 27 Februari lalu sampai 30 Juni mendatang karena penutupan sekolah.

Baca juga: WNI Terpapar Covid-19 di Singapura Melonjak Menjadi 45 Pasien

Namun, pemerintah Jepang telah memutuskan untuk tidak mencakup mereka yang berada dalam industri seks.

Seorang pejabat kementerian kesehatan mengutip masalah hukum di masa lalu apabila pemerintah memberikan subsidi bagi bisnis tersebut.

Pejabat itu berkata, "Di masa lalu, menjadi masalah bagi kami ketika subsidi diberikan kepada toko-toko yang memiliki hubungan dengan sindikat kejahatan dan mereka yang beroperasi secara ilegal."

Menanggapi itu, Yukiko Kaname, Kepala Pekerja Seks dan Kesehatan Seksual alias Swash yang mengajukan surat kepada pemerintah Jepang mengatakan kalau tidak semua bisnis memiliki masalah hukum.

Baca juga: Tak Mampu Bayar, Wanita Ini Jilat Barang Belanjaan Senilai 1.800 Dollar AS

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lolos dari Bom Atom Hiroshima, Sunao Tsuboi Meninggal karena Anemia

Lolos dari Bom Atom Hiroshima, Sunao Tsuboi Meninggal karena Anemia

Global
Iran dan Ketakutannya akan Kekacauan di Afganistan

Iran dan Ketakutannya akan Kekacauan di Afganistan

Global
Kudeta Militer Sudan Berlanjut Protes, 1.300 WNI Akan Dievakuasi Jika Kondisi Memburuk

Kudeta Militer Sudan Berlanjut Protes, 1.300 WNI Akan Dievakuasi Jika Kondisi Memburuk

Global
Stasiun Bahan Bakar di Seluruh Iran Mati Akibat Serangan Siber

Stasiun Bahan Bakar di Seluruh Iran Mati Akibat Serangan Siber

Global
Noeleen Heyzer dari Singapura, Ditunjuk Sekjen PBB sebagai Utusan Khusus Myanmar yang Baru

Noeleen Heyzer dari Singapura, Ditunjuk Sekjen PBB sebagai Utusan Khusus Myanmar yang Baru

Global
Gambar Pertemuan Taliban dan Delegasi Asing Picu Kemarahan, Disebut “Pesta Sosis”

Gambar Pertemuan Taliban dan Delegasi Asing Picu Kemarahan, Disebut “Pesta Sosis”

Global
China Cekal Namewee, Artis Malaysia yang Dituduh Buat Video Musik Menghina Bangsanya

China Cekal Namewee, Artis Malaysia yang Dituduh Buat Video Musik Menghina Bangsanya

Global
China Bangun Kompleks Karantina Covid-19 Seukuran 46 Lapangan Sepak Bola

China Bangun Kompleks Karantina Covid-19 Seukuran 46 Lapangan Sepak Bola

Global
China: Taiwan Tidak Punya Hak Bergabung dengan PBB

China: Taiwan Tidak Punya Hak Bergabung dengan PBB

Global
China: Taliban Ingin Berdialog dengan Seluruh Dunia

China: Taliban Ingin Berdialog dengan Seluruh Dunia

Global
Niat Cari Untung Jual Muntahan Paus 7,7 Kg Seharga Rp 14 Miliar, Dua Pria Diciduk Aparat

Niat Cari Untung Jual Muntahan Paus 7,7 Kg Seharga Rp 14 Miliar, Dua Pria Diciduk Aparat

Global
ISIS Serang Warga Sipil di Desa, 11 Orang Tewas

ISIS Serang Warga Sipil di Desa, 11 Orang Tewas

Global
100 Hari Jelang Olimpiade Beijing, China Mengaku Khawatir Covid-19 Jadi Tantangan Terbesar

100 Hari Jelang Olimpiade Beijing, China Mengaku Khawatir Covid-19 Jadi Tantangan Terbesar

Global
Soal Senjata Hipersonik, AS Tertinggal Bertahun-tahun di Belakang China

Soal Senjata Hipersonik, AS Tertinggal Bertahun-tahun di Belakang China

Global
Setelah Ditahan di Rumah Pemimpin Kudeta, PM Sudan Dibebaskan

Setelah Ditahan di Rumah Pemimpin Kudeta, PM Sudan Dibebaskan

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.