Pastikan Warganya Diam di Rumah Selama Covid-19, Kota di Ukraina Gali Ratusan Makam

Kompas.com - 09/04/2020, 09:39 WIB
Potongan gambar dari YouTube memperlihatkan pekerja menggali 600 makam di Dnipro, Ukraina. Pemerintah setempat menggunakan cara itu untuk memastikan warganya tetap di rumah selama wabah Covid-19. Screengrab from YouTubePotongan gambar dari YouTube memperlihatkan pekerja menggali 600 makam di Dnipro, Ukraina. Pemerintah setempat menggunakan cara itu untuk memastikan warganya tetap di rumah selama wabah Covid-19.

DNIPRO, KOMPAS.com - Pemerintah kota di Ukraina menggunakan cara tak lazim dalam memastikan warganya menaati aturan di rumah selama wabah Covid-19, yakni menggali ratusan makam.

Dnipro, kota berpopulasi satu juta orang, sejauh ini melaporkan 13 kasus infeksi virus corona dengan belum ada korban meninggal.

Meski begitu, Wali Kota Borys Filatov dalam unggahannya di Facebook menyatakan pihaknya sudah menyiapkan skenario terburuk jika sampai ada kematian.

Baca juga: Kabar Bohong Seputar Virus Corona Marak di Ukraina

Dilansir Oddity Central Rabu (8/4/2020), pemerintah Dnipro sudah menggali 600 makam, sekaligus memastikan warga paham bahayanya Covid-19.

"Kami sudah bersiap untuk yang terburuk. Tak hanya 400, namun 600 kuburan sudah digali di pemakaman untuk korban virus corona," tuls Filatov.

Selain itu, si wali kota mengungkapkan pemerintahannya sudah membeli ribuan kantong plastik untuk menyimpan jenazah dari korban,

Juru bicara Filatov, Yulia Vitvitska, kepada AFP mengonfirmasi mereka sudah menggali 615 liang lahat dan mempersiapkan 2.000 kantong mayat.

Filatov juga menekankan, tim medis dilarang melakukan otopsi dari jasad orang yang diduga meninggal karena terpapar virus corona.

Jika pernyataan saja dianggap tak mampu menakuti warga untuk di rumah saja, dia juga menyertakan foto maupun video pengerjaan liang lahat.

Video yang dirilis memperlihatkan para pekerja sudah menggali lubang di lapangan besar yang dikelilingi hutan, di kompleks pemakaman.

Publik merespons pernyataan Filatov beragam. Ada yang menudingnya hanya menciptakan kepanikan dan membuat masyarakat gundah.

Tetapi, ada juga yang memuji dia, menyatakan bahwa apa yang dilakukan pemerintah Dnipro berusaha meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

Filatov sendiri tidak berusaha meminta maaf atas pernyataannya. "Ini bukan panik, tapi logis. Atas izin Tuhan, kami akan memerlukan makam dan kantong mayat," kata dia.

Baca juga: Terapkan Lockdown untuk Cegah Covid-19, Wali Kota Meksiko Ini Ditembak Mati Geng Kriminal

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X