Jepang Resmi Umumkan Darurat Nasional, Publik Beri Dukungan Penuh

Kompas.com - 07/04/2020, 16:58 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sedang mengenakan masker saat hendak berbicara di hadapan media pada Senin (6/4/2020), terkait penanganan virus corona. ISSEI KATO/REUTERSPerdana Menteri Jepang Shinzo Abe sedang mengenakan masker saat hendak berbicara di hadapan media pada Senin (6/4/2020), terkait penanganan virus corona.

TOKYO, KOMPAS.com - Selasa (7/4/2020) Jepang resmi menyatakan keadaan darurat nasional terkait lonjakan kasus virus corona. Publik memberi dukungan penuh terhadap kebijakan ini.

Sebelumnya telah diberitakan darurat nasional ini mulai efektif diberlakukan pada Selasa tengah malam.

"Ketika saya memutuskan bahwa suatu situasi yang dikhawatirkan memengaruhi kehidupan orang-orang dan ekonomi telah terjadi... Saya menyatakan keadaan darurat," kata Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, dikutip dari AFP.

Baca juga: Darurat Nasional Virus Corona Jepang Mulai Efektif Tengah Malam Ini

Keadaan darurat ditetapkan di Tokyo, Chiba, Kanagawa, Saitama, Osaka, Hyogo, dan barat daya Fukuoka.

Dengan kondisi darurat nasional ini, para gubernur di wilayah yang ditetapkan dapat meminta warganya untuk tetap di rumah dan menutup tempat usaha.

Namun banyak supermarket dan toko-toko lain akan tetap buka, sementara transportasi akan terus berjalan.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Jepang Umumkan Darurat Nasional Virus Corona | Angka Kematian di Spanyol Terus Turun

Lalu kekuasaan terkuat yang diberikan ke gubernur adalah dibolehkan mengambil bangunan atau tanah untuk tujuan medis.

Ini bisa berarti mengharuskan pemilik tanah untuk menyerahkan propertinya agar bisa dibangun fasilitas medis sementara, atau beberapa tempat usaha untuk memberi ruang bagi perawatan pasien.

Baca juga: Bukan Lockdown, Inilah Gambaran Lengkap Darurat Nasional di Jepang

"Kami akan mencegah penyebaran infeksi sambil mempertahankan layanan ekonomi dan sosial seperti angkutan umum sebanyak mungkin," terang Abe.

Untuk mengatasi dampak ekonomi, Abe pada Senin meluncurkan paket stimulus senilai 108 triliun yen (sekitar Rp 16,5 kuadriliun), atau 20 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Kondisi darurat nasional ini akan berlangsung sekitar 1 bulan.

Baca juga: Sempat Pertimbangkan Durasi 6 Bulan, Darurat Nasional Jepang Akan Sekitar 1 Bulan

Dukungan publik

Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengatakan, hotel akan dipakai sebagai fasilitas karantina bagi pasien virus corona dengan gejala tidak serius.

Pemerintah juga telah berjanji untuk meningkatkan jumlah pengujian, serta menambah tempat tidur dan ventilator untuk merawat pasien dalam kondisi serius.

Keadaan darurat nasional Jepang penerapannya tidak seketat lockdown di negara-negara lain.

Baca juga: Jepang Darurat Nasional Virus Corona, Ini 3 Poin Utamanya

Sebab sistem hukum Jepang membatasi pemerintah untuk mengatur pergerakan warganya.

Negeri "Sakura" akan mengandalkan kepatuhan warganya, seperti dari desakan sesama warga atau inisiatif menghormati peraturan.

"Jepang masih dibayangi warisan negatif dari perang dan penindasan warganya," kata Yoshinobu Yamamoto, seorang profesor politik internasional di Universitas Tokyo.

Namun dia memperingatkan mungkin ada seruan untuk tindakan yang lebih tegas, jika wabah terus menyebar.

Baca juga: Terapkan Darurat Nasional, Jepang Pertimbangkan Durasi 6 Bulan

Jepang melaporkan kasus pertama Covid-19 pada pertengahan Januari.

Negeri "Sakura" sempat mendapat kecaman keras atas penanganan di kapal pesiar Diamond Princess yang berakhir dengan lebih dari 700 orang tertular serta 11 kematian.

Di ibu kota orang-orang menyatakan dukungan untuk keadaan darurat, dengan beberapa mengatakan seharusnya diumumkan lebih awal.

Baca juga: Asosiasi Bulu Tangkis Jepang Perpanjang Kontrak Para Pelatih

"Ketika Anda melihat di TV apa yang terjadi di New York dengan kasus-kasus meningkat 2-3 kali lipat dalam 3, 4 hari, itu benar-benar membuat saya merinding," kata Mitsuo Oshiyama (76) kepada AFP.

"Aku tidak mengerti mengapa pemerintah menunggu begitu lama," keluhnya.

Kemudian dalam sebuah survei yang dilakukan stasiun TV TBS akhir pekan lalu, 80 persen responden mengaku setuju penerapan darurat nasional.

Baca juga: Antisipasi Peningkatan Kasus, Jepang akan Dirikan Markas Khusus Tangani Corona

Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sempat Bersitegang, Pemerintah China Kini Puji Jack Ma Ternyata Ini Alasannya

Sempat Bersitegang, Pemerintah China Kini Puji Jack Ma Ternyata Ini Alasannya

Global
Ramai soal Orang Shalat di Tengah Jalan, Ternyata ODGJ dan Didoakan Netizen

Ramai soal Orang Shalat di Tengah Jalan, Ternyata ODGJ dan Didoakan Netizen

Global
Viral Patung Emas Trump Muncul dengan Jas tapi Pakai Sandal Jepit

Viral Patung Emas Trump Muncul dengan Jas tapi Pakai Sandal Jepit

Global
Cerita Diplomat Rusia 34 Jam Pulang dari Korut Naik Troli, Didorong Sendiri

Cerita Diplomat Rusia 34 Jam Pulang dari Korut Naik Troli, Didorong Sendiri

Global
Reaksi Dunia: Laporan Intelijen AS Soal Pembunuhan Khashoggi dan Peran Putra Mahkota Arab Saudi

Reaksi Dunia: Laporan Intelijen AS Soal Pembunuhan Khashoggi dan Peran Putra Mahkota Arab Saudi

Global
Polisi Myanmar Berjam-jam Tembaki Pedemo Anti-Kudeta Militer

Polisi Myanmar Berjam-jam Tembaki Pedemo Anti-Kudeta Militer

Global
Biden Ungkap Pesan Terselubung dari Serangan Udara Pertama di Suriah

Biden Ungkap Pesan Terselubung dari Serangan Udara Pertama di Suriah

Global
Ini Isi Laporan Rahasia AS soal Pembunuhan Jamal Khashoggi, yang Tuding Pangeran MBS Pelakunya

Ini Isi Laporan Rahasia AS soal Pembunuhan Jamal Khashoggi, yang Tuding Pangeran MBS Pelakunya

Global
Arab Saudi Tolak Mentah-mentah Laporan Intel AS tentang Pembunuhan Jurnalis Khashoggi

Arab Saudi Tolak Mentah-mentah Laporan Intel AS tentang Pembunuhan Jurnalis Khashoggi

Global
Ini Sanksi AS kepada Arab Saudi dalam Kasus Pembunuhan Khashoggi

Ini Sanksi AS kepada Arab Saudi dalam Kasus Pembunuhan Khashoggi

Global
Laporan Intelijen AS Sebut Putra Mahkota Arab Saudi Menyetujui Pembunuhan Khashoggi

Laporan Intelijen AS Sebut Putra Mahkota Arab Saudi Menyetujui Pembunuhan Khashoggi

Global
Duta Besar Myanmar Desak PBB Lakukan 'Berbagai Cara' untuk Hentikan Kudeta Militer

Duta Besar Myanmar Desak PBB Lakukan "Berbagai Cara" untuk Hentikan Kudeta Militer

Global
Sri Lanka Akhirnya Izinkan Muslim Lakukan Penguburan Jenazah Covid-19

Sri Lanka Akhirnya Izinkan Muslim Lakukan Penguburan Jenazah Covid-19

Global
Saat Ramadhan, Pemerintah Inggris Akan Beri Vaksin Covid-19 pada Malam Hari

Saat Ramadhan, Pemerintah Inggris Akan Beri Vaksin Covid-19 pada Malam Hari

Global
Kasus Covid-19 di Kalangan Medis Kanada Naik Capai Lebih dari 60.000

Kasus Covid-19 di Kalangan Medis Kanada Naik Capai Lebih dari 60.000

Global
komentar
Close Ads X