Protes Kekurangan APD, Dokter dan Staf Medis Pakistan Bentrok dengan Polisi

Kompas.com - 06/04/2020, 22:10 WIB
Para dokter memakai masker dan pakaian medis saat melakukan protes kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) untuk menangani virus corona di Quetta, Pakistan, Senin (6/4/2020). NASEER AHMED/REUTERSPara dokter memakai masker dan pakaian medis saat melakukan protes kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) untuk menangani virus corona di Quetta, Pakistan, Senin (6/4/2020).

QUETTA, KOMPAS.com - Kericuhan terjadi di Pakistan pada Senin (6/4/2020), saat dokter dan staf medis bentrok dengan polisi akibat protes kekurangan Alat Pelindung Diri (APD).

Dari pantauan jurnalis Reuters, polisi anti huru hara membawa pentungan terlihat membubarkan massa dengan keras.

Polisi kemudian menangkap puluhan petugas medis yang mengatakan pemerintah gagal memberikan pasokan yang dijanjikan.

Baca juga: Naek L Tobing Meninggal Dunia, Total 19 Dokter IDI Wafat Akibat Corona

Jurnalis Reuters di tempat kejadian di kota Quetta, melihat ratusan dokter dan paramedis beberapa di antaranya memakai masker dan pakaian medis, meneriakkan tuntutan mereka.

Beberapa diamankan oleh polisi anti huru hara yang memakai helm dan dipersenjatai senapan serta pentungan.

Seorang pejabat senior kepolisian mengatakan, 30 pengunjuk rasa ditangkap karena menentang larangan pertemuan publik yang diberlakukan saat lockdown.

Baca juga: Lebih dari 20 Dokter Meninggal Selama Pandemi Covid-19

Para dokter kemudian mengancam akan berhenti bekerja jika demonstran yang ditahan tidak dibebaskan.

Pakistan telah melaporkan total 3.277 kasus virus corona termasuk 50 korban meninggal.

Setidaknya 191 kasus berada di provinsi Balochistan yang sangat terbelakang, di mana Quetta adalah ibu kotanya.

Baca juga: Tolak Promosi Perawatan Gigi karena Physical Distancing, Sejumlah Dokter Gigi Dipecat

Setelah indisen itu Dr Abdul Rahim juru bicara asosiasi dokter yang memimpin protes mengatakan kepada wartawan, keselamatan mereka dalam risiko jika APD tidak segera disuplai.

Halaman:
Baca tentang

Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X