Enggan Tunda Pernikahan karena Wabah Corona, Pasangan Ini Menikah di Kantor Polisi

Kompas.com - 03/04/2020, 12:41 WIB
Ilustrasi pernikahan ShutterstockIlustrasi pernikahan

BARGARH, KOMPAS.com - Sepasang calon suami istri enggan menunda pernikahan di tengah wabah virus corona. Mereka akhirnya memutuskan untuk menikah di kantor polisi.

Peristiwa ini terjadi di Bargarh, India, pada Selasa (31/3/2020).

Seremoni dilakukan di kantor polisi Bargarh di hadapan para polisi, tanpa ritual rutin yang biasanya dilakukan warga India.

Baca juga: Pernikahan Siri Syekh Puji dengan Anak 7 Tahun Digelar Tengah Malam dan Saksi Sebut Ada Pencabulan

Kedua mempelai bernama Pabitra Sahu dan Laxmi Meher itu sebelumnya telah kawin lari.

Namun ketika mereka pulang untuk bersiap melangsungkan pesta pernikahan, semua rencana awal gagal setelah India memberlakukan lockdown.

Dilansir dari New Indian Express, ini adalah pernikahan kedua Pabitra. Pekerja dengan upah harian itu ditinggal mati istri pertamanya beberapa tahun lalu.

Sementara itu Laxmi tinggal dengan ibunya setelah ayahnya meninggal.

Baca juga: Buka-bukaan Daniel Mananta dan Viola Maria tentang Pernikahan Mereka

Pabitra dan Laxmi sebenarnya sudah lama berhubungan, tapi ibu Laxmi sempat menentang pernikahan karena perbedaan kasta dan alasan lainnya.

Atas dasar itulah Pabitra dan Laxmi kawin lari, setelah ibu Laxmi mengaku keberatan merestui pernikahan anaknya.

Namun, seorang pekerja sosial setempat bernama Ramesh Mahapatra berhasil mendamaikan kedua kubu melalui mediasinya.

Baca juga: Pernikahan Mewah Berujung Sanksi Pencopotan Kapolsek Kembangan dan Kisah di Baliknya

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Intip Lebih dari 800 Rok Wanita, Pelaku 'Upskirting' Singapura Dipenjara

Intip Lebih dari 800 Rok Wanita, Pelaku "Upskirting" Singapura Dipenjara

Global
Curahan Hati Pekerja Seks di Tengah Pandemi Covid-19: Banyak Konsumen Melupakan Saya

Curahan Hati Pekerja Seks di Tengah Pandemi Covid-19: Banyak Konsumen Melupakan Saya

Global
Rasis, Remaja Kulit Hitam Di-bully Remaja Kulit Putih untuk Cium Sepatunya

Rasis, Remaja Kulit Hitam Di-bully Remaja Kulit Putih untuk Cium Sepatunya

Global
Usai Dipukuli dan Diusir Anaknya, Nenek Ini Diadopsi Pengusaha India

Usai Dipukuli dan Diusir Anaknya, Nenek Ini Diadopsi Pengusaha India

Global
Pemerintah Australia Siapkan Bantuan Tunai Rp 250 Juta untuk Warganya yang Ingin Renovasi Rumah

Pemerintah Australia Siapkan Bantuan Tunai Rp 250 Juta untuk Warganya yang Ingin Renovasi Rumah

Global
Pembunuh Berdarah Dingin Ini Santai Nikmati Kopi dan Rokok Usai Bantai Korbannya

Pembunuh Berdarah Dingin Ini Santai Nikmati Kopi dan Rokok Usai Bantai Korbannya

Global
Sampah Masker Berserakan di Pantai Hong Kong, Beberapa Hanyut ke Laut

Sampah Masker Berserakan di Pantai Hong Kong, Beberapa Hanyut ke Laut

Global
Merkel Tegaskan Tak Akan Maju untuk Kali Kelima

Merkel Tegaskan Tak Akan Maju untuk Kali Kelima

Global
Tak Kebagian Kursi di Kereta Api, Pria Ini Langsung Beli Mobil untuk Mudik

Tak Kebagian Kursi di Kereta Api, Pria Ini Langsung Beli Mobil untuk Mudik

Global
Diancam Kim Yo Jong, Korsel Janji Larang Propaganda Pembelot

Diancam Kim Yo Jong, Korsel Janji Larang Propaganda Pembelot

Global
Pria Ini Jual Istrinya, gara-gara Mahar Sepeda Motor Tidak Dipenuhi

Pria Ini Jual Istrinya, gara-gara Mahar Sepeda Motor Tidak Dipenuhi

Global
Meghan Markle Ungkap Kesedihannya atas Perpecahan Ras di AS

Meghan Markle Ungkap Kesedihannya atas Perpecahan Ras di AS

Global
Skandal 1MDB, Eks PM Malaysia Najib Razak Terancam Dipenjara 20 Tahun Lebih

Skandal 1MDB, Eks PM Malaysia Najib Razak Terancam Dipenjara 20 Tahun Lebih

Global
Kakak George Floyd Tuntut Derek Chauvin Didakwa Pembunuhan Tingkat Pertama

Kakak George Floyd Tuntut Derek Chauvin Didakwa Pembunuhan Tingkat Pertama

Global
Usung Isu Ras Saat Kerja, Tim Medis Covid-19 Ikut Demo George Floyd

Usung Isu Ras Saat Kerja, Tim Medis Covid-19 Ikut Demo George Floyd

Global
komentar
Close Ads X