Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: AS Jalin Kerja Sama dengan Johnson & Johnson untuk Vaksin Covid-19

Kompas.com - 30/03/2020, 20:57 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ketika memberikan pidato kenegaraan (State of the Union) dalam sesi gabungan Kongres AS di DPR, Capitol Hill, Washington, pada 4 Februari 2020. Duduk di belakangnya adalah Wakil Presiden Mike Pence, dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. REUTERS/LEAH MILLISPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ketika memberikan pidato kenegaraan (State of the Union) dalam sesi gabungan Kongres AS di DPR, Capitol Hill, Washington, pada 4 Februari 2020. Duduk di belakangnya adalah Wakil Presiden Mike Pence, dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi.

WASHINGTON, D.C, KOMPAS.com - Pemerintah AS baru saja menghabiskan hampir setengah miliar dollar AS untuk satu perusahaan dalam rangka perlombaan menemukan vaksin virus corona.

Dilansir dari Forbes, pemerintah AS baru saja menandatangani kontrak vaksin virus corona senilai 450 juta dollar AS atau setara dengan Rp 7,3 triliun dengan perusahaan Johnson & Johnson.

Angka tersebut merupakan proyek vaksin terbesar meski perusahaan raksasa farmasi di AS belum memulai uji klinis seperti yang dilakukan perusahaan lainnya.

Kesepakatan itu ditandatangani oleh Kantor Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan Asisten Sekretaris untuk Persiapan dan Respons AS (ASPR) pada Jumat (27/3/2020).

Pesanan lainnya dibuat masuk dalam bagian kontrak tersebut dengan Janssen sebanyak 150 juta dollar AS atau setara dengan Rp 2,4 triliun pada 20 Maret lalu untuk 'anti-Virus' baru Covid-19.

Baca juga: Setelah 7 Hari Positif Corona, Pangeran Charles Keluar dari Karantina

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Juru bicara Johnson & Johnson tidak memberi rincian lebih lanjut tentang pesanan spesifik pemerintah AS.

Namun pihak mereka mengonfirmasi adanya dana 456 juta dollar AS yang merupakan kolaborasi dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Biomedis lanjutan ASPR (BARDA) seperti yang diumumkan pada Februari lalu.

Proyek itu merupakan kontrak sebelum pesanan antivirus corona, yaitu untuk penyakit influenza lainnya.

Perjanjian kontrak antara pemerintah AS dengan Johnson & Johnson adalah kesepakatan berinvestasi bersama sebesar satu miliar dollar AS untuk penelitian vaksin, pengembangan, dan uji klinis.

Perusahaan Johnson & Johnson berharap pihak mereka mampu melakukan uji klinis pada manusia paling lambar pada September 2020.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Sumber Forbes
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump Klaim Mendengar Kabar Ada Kantong Mayat di Lab Wuhan sebelum China Umumkan Kasus Covid-19

Trump Klaim Mendengar Kabar Ada Kantong Mayat di Lab Wuhan sebelum China Umumkan Kasus Covid-19

Global
Taliban Umumkan Pejabat Pemerintahannya, Lagi-lagi Tak Ada Perempuan

Taliban Umumkan Pejabat Pemerintahannya, Lagi-lagi Tak Ada Perempuan

Global
Tiga Ton Heroin dari Afghanistan Disita India setelah Taliban Berkuasa, Nilainya Puluhan Triliun

Tiga Ton Heroin dari Afghanistan Disita India setelah Taliban Berkuasa, Nilainya Puluhan Triliun

Global
Duduki Punggung Orang Saat Menunggu Kereta, Gadis Ini Dihujani Kritik Netizen

Duduki Punggung Orang Saat Menunggu Kereta, Gadis Ini Dihujani Kritik Netizen

Global
Seorang Pria Mengaku Unggah Foto Istrinya Berhubungan Seks dengan Atasannya di Facebook

Seorang Pria Mengaku Unggah Foto Istrinya Berhubungan Seks dengan Atasannya di Facebook

Global
PBB Peringatkan Korea Utara Memulai Kembali Program Nuklir dengan Kecepatan Penuh

PBB Peringatkan Korea Utara Memulai Kembali Program Nuklir dengan Kecepatan Penuh

Global
Beli Sperma dari Aplikasi, Ibu Ini Lahirkan 'Bayi Online'

Beli Sperma dari Aplikasi, Ibu Ini Lahirkan "Bayi Online"

Global
Pegawai Afghanistan Berbulan-bulan Tak Gajian, Ini Janji Taliban

Pegawai Afghanistan Berbulan-bulan Tak Gajian, Ini Janji Taliban

Global
Isian di Dagangannya Sedikit, Penjual Kue Tradisional Jepang Ini Minta Maaf

Isian di Dagangannya Sedikit, Penjual Kue Tradisional Jepang Ini Minta Maaf

Global
Dilarang Masuk Restoran karena Belum Vaksin, Presiden Brasil Kepergok Makan Berdiri di Pinggir Jalan AS

Dilarang Masuk Restoran karena Belum Vaksin, Presiden Brasil Kepergok Makan Berdiri di Pinggir Jalan AS

Global
Dikira Dicakar Kucing, Pria Ini Ternyata Ditembak saat Tidur

Dikira Dicakar Kucing, Pria Ini Ternyata Ditembak saat Tidur

Global
Taliban Berjanji Perempuan Bakal Kembali ke Sekolah Secepatnya

Taliban Berjanji Perempuan Bakal Kembali ke Sekolah Secepatnya

Global
Sejarah Genosida Rwanda 1994, Konflik Hutu dan Tutsi yang Tewaskan 800.000 Orang

Sejarah Genosida Rwanda 1994, Konflik Hutu dan Tutsi yang Tewaskan 800.000 Orang

Internasional
Percakapan Terakhir Pesepak Bola Muda Afghanistan Sebelum Jatuh dari C-17: Doakan Saya

Percakapan Terakhir Pesepak Bola Muda Afghanistan Sebelum Jatuh dari C-17: Doakan Saya

Global
Pesan BTS di Panggung PBB tentang Generasi Muda dan Pandemi Covid-19

Pesan BTS di Panggung PBB tentang Generasi Muda dan Pandemi Covid-19

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.