Kompas.com - 27/03/2020, 17:37 WIB
Petugas keamanan di New Delhi memeriksa pengendara pada hari pertama pemberlakuan karantina atau lockdown di seluruh wilayah di India, Rabu (25/03/2020). Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan, negaranya memasuki masa lockdown total selama 21 hari untuk memerangi virus corona. AFP/SAJJAD HUSSAINPetugas keamanan di New Delhi memeriksa pengendara pada hari pertama pemberlakuan karantina atau lockdown di seluruh wilayah di India, Rabu (25/03/2020). Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan, negaranya memasuki masa lockdown total selama 21 hari untuk memerangi virus corona.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Sebagai pahlawan virus corona, dokter, perawat dan petugas pengirim barang serta pekerja lain di garda terdepan perlawanan terhadap wabah corona justru mengalami banyak penyerangan.

Beberapa kasus bahkan mengalami pengusiran dari rumah mereka karena paniknya penduduk.

Perusahaan raksasa e-commerce bahkan menghentikan pengiriman sebagian barang karena adanya pelecehan terhadap staf mereka.

Sementara itu, Perdana Menteri India, Narendra Modi mengatakan bahwa penyalahgunaan pekerja di rumah sakit telah menjadi masalah yang besar.

Baca juga: Kabar Bohong Seputar Virus Corona Marak di Ukraina

Laporan serangan dan pelecehan datang dari seluruh India. Bahkan angka laporannya meningkat sejak pekan ini diberlakukan penutupan 21 hari serentak di India.

Dalam satu laporan kasus, seorang polisi dikabarkan memukuli seorang sopir pengiriman yang membawa obat-obatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sanjibani Panigrahi (36), seorang dokter di kota barat Surat, menggambarkan bagaimana dia disapa di rumah sepulangnya dari bekerja di rumah sakit dan merawat pasien infeksi virus corona.

Tetangganya memblokirnya di pintu masuk gedung apartemen dan mengancam 'konsekuensi' apabila dia terus bekerja.

Baca juga: Wabah Corona Terpa AS, 3,3 Juta Warganya Ajukan Tunjangan Pengangguran

Padahal menurut Panigrahi, tetangganya itu adalah orang yang tadinya senang berinteraksi dengannya dan dia juga kerap membantu para tetangganya itu.

Panigrahi mengerti orang-orang banyak yang takut tertular. Tapi dia merasa didiskriminasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Varian Omicron, Jerman Batasi Mobilitas Warga yang Belum Vaksin

Cegah Varian Omicron, Jerman Batasi Mobilitas Warga yang Belum Vaksin

Global
Kekurangan Perawat, Jerman Cari Tambahan Nakes di India

Kekurangan Perawat, Jerman Cari Tambahan Nakes di India

Global
Covid-19 di Perancis Memburuk, Lebih dari 50.000 Kasus Sehari

Covid-19 di Perancis Memburuk, Lebih dari 50.000 Kasus Sehari

Global
Militer China Makin Kuat, AS Tidak Panik

Militer China Makin Kuat, AS Tidak Panik

Global
KJRI Chicago Inisiasi Pembentukan Forum Pengusaha Diaspora Indonesia-Amerika

KJRI Chicago Inisiasi Pembentukan Forum Pengusaha Diaspora Indonesia-Amerika

Global
Sudah Pingsan, Petarung MMA Ini Tetap Dipukuli Lawannya 12 Kali sampai Babak Belur

Sudah Pingsan, Petarung MMA Ini Tetap Dipukuli Lawannya 12 Kali sampai Babak Belur

Global
BPJAMSOSTEK untuk Pekerja Migran Indonesia, Saat Manfaat Berkali Lipat dari Iuran

BPJAMSOSTEK untuk Pekerja Migran Indonesia, Saat Manfaat Berkali Lipat dari Iuran

Global
2 Tahun Cerai, Pria Ini Nikahi Lagi Mantan Istrinya yang Sakit Parah untuk Merawatnya

2 Tahun Cerai, Pria Ini Nikahi Lagi Mantan Istrinya yang Sakit Parah untuk Merawatnya

Global
Selama Pandemi, Sebanyak 21.316 Siswa Malaysia Putus Sekolah

Selama Pandemi, Sebanyak 21.316 Siswa Malaysia Putus Sekolah

Global
Menlu Jepang Dorong Peningkatan Kerja Sama dengan Indonesia, Ini yang Dibahas

Menlu Jepang Dorong Peningkatan Kerja Sama dengan Indonesia, Ini yang Dibahas

Global
5 Orang Tewas saat Massa Anti-kudeta Ditabrak Pasukan Keamanan Myanmar dengan Mobil

5 Orang Tewas saat Massa Anti-kudeta Ditabrak Pasukan Keamanan Myanmar dengan Mobil

Global
Kanselir Jerman Angela Merkel Pensiun Usai 16 Tahun Berkuasa, Apa Rencana Selanjutnya?

Kanselir Jerman Angela Merkel Pensiun Usai 16 Tahun Berkuasa, Apa Rencana Selanjutnya?

Global
Anggota DPR AS Unggah Foto Natal Menenteng Senjata Api, Selang Beberapa Hari Setelah Penembakan di Sekolah

Anggota DPR AS Unggah Foto Natal Menenteng Senjata Api, Selang Beberapa Hari Setelah Penembakan di Sekolah

Global
10 Letusan Gunung Api Terbesar di Dunia, Ada 2 dari Indonesia

10 Letusan Gunung Api Terbesar di Dunia, Ada 2 dari Indonesia

Internasional
Pasukan Keamanan Myanmar Tabraki Pengunjuk Rasa dengan Mobil

Pasukan Keamanan Myanmar Tabraki Pengunjuk Rasa dengan Mobil

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.