Belanda Ganti Rugi Terhadap Pembunuhan pada Masa Kolonial di Indonesia

Kompas.com - 26/03/2020, 07:05 WIB
Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorregueta Cerruti mengunjungi kawasan Candi Prambanan, Rabu (11/3/2020). Patrick van KatwijkRaja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorregueta Cerruti mengunjungi kawasan Candi Prambanan, Rabu (11/3/2020).

DEN HAAG, KOMPAS.com - Pada Rabu (25/03/2020) hakim pengadilan memutuskan bahwa Belanda harus membayar kompensasi kepada sanak keluarga dari 11 pria yang dieksekusi mati oleh pemerintah kolonial selama perang kemerdekaan Indonesia di akhir 1940-an.

Pengadilan distrik Hague memerintahkan negara untuk membayar ganti rugi sebanyak 10 ribu euro atau setara dengan Rp 178 juta untuk delapan janda dan empat anak dari para pria yang terbunuh di Sulawesi Selatan antara 1946-1947.

Ini merupakan kali pertama angka spesifik yang dikeluarkan meski pengacara Liesbeth mengatakan kasus serupa juga pernah mendapat perlakuan sama.

Baca juga: Raja Belanda Merasa Empat Hari di Indonesia Terlalu Singkat

Pengadilan itu membuktikan bahwa 11 orang yang tewas adalah korban dari tabiat buruk tentara Belanda.

Hakim menjelaskan bahwa sebagian besar kasusnya melibatkan eksekusi secara ringkas.

Juru bicara pengadilan Hakim, Jeanette Honee mengatakan bahwa jumlah tertinggi diberikan kepada seorang pria yang ketika berusia 10 tahun melihat sang ayah dibunuh.

Baca juga: Dibuat Selama Satu Bulan, Berapa Harga Ulos untuk Raja Belanda?

Janda dari para korban eksekusi juga menerima ganti rugi sampai 3.600 euro tapi para penggugat yang masih anak-anak menerima lebih sedikit, tergantung pada usia mereka saat pembunuhan terjadi.

Pemerintah Belanda menghukumi berdasarkan jumlah terendah pada pendapatan para pria yang dieksekusi, yaitu sekitar 100 euro per tahun pada saat itu.

"Pengadilan mengakui adanya jumlah rendah ini tidak proporsional dengan rasa sakit dan kesedihan yang disebabkan oleh eksekusi para pria itu bagi anak-anak dan istri mereka."
ungkap pengadilan Belanda dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Kunjungi Danau Toba, Raja Belanda Kagum dengan Keindahan Indonesia

Untuk itu pemerintah Belanda menjelaskan kalau jumlah yang diberikan tidak bermaksud mengganti rasa sakit dan kesedihan itu.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski Sudah 16 Hari Lockdown, Korban Meninggal Virus Corona di Italia Capai 10.000 Orang

Meski Sudah 16 Hari Lockdown, Korban Meninggal Virus Corona di Italia Capai 10.000 Orang

Global
[POPULER GLOBAL] Penjual Udang di Wuhan 'Pasien Nol' Virus Corona | Menkes Inggris Terpapar Covid-19

[POPULER GLOBAL] Penjual Udang di Wuhan "Pasien Nol" Virus Corona | Menkes Inggris Terpapar Covid-19

Global
Adik Ipar PM Inggris Boris Johnson Juga Positif Covid-19, dan Sedang Hamil

Adik Ipar PM Inggris Boris Johnson Juga Positif Covid-19, dan Sedang Hamil

Global
832 Meninggal dalam 24 Jam, Spanyol Catatkan Total 5.812 Korban Covid-19

832 Meninggal dalam 24 Jam, Spanyol Catatkan Total 5.812 Korban Covid-19

Global
Wabah Virus Corona, Google Diperkirakan Tidak Merayakan April Mop Tahun Ini

Wabah Virus Corona, Google Diperkirakan Tidak Merayakan April Mop Tahun Ini

Global
India Lockdown, Pria Ini Bersepeda 12 km Gendong Istrinya yang Terluka

India Lockdown, Pria Ini Bersepeda 12 km Gendong Istrinya yang Terluka

Global
Istri Larang Nonton Gambar Porno di Rumah, Pria Ini Nonton di Kantor

Istri Larang Nonton Gambar Porno di Rumah, Pria Ini Nonton di Kantor

Global
Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 50 Persen Pasien di Korsel Sembuh

Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 50 Persen Pasien di Korsel Sembuh

Global
Update Covid-19 di Asia: Wuhan Mulai 'Hidup' Lagi | Brunei Umumkan Kematian Pertama

Update Covid-19 di Asia: Wuhan Mulai 'Hidup' Lagi | Brunei Umumkan Kematian Pertama

Global
Polisi Spanyol Bekuk 6 Pelaku Pesta Seks yang Langgar Aturan Lockdown

Polisi Spanyol Bekuk 6 Pelaku Pesta Seks yang Langgar Aturan Lockdown

Global
Di Tengah Upaya Lawan Covid-19, Presiden Brasil: Akan Ada yang Mati, Itulah Hidup

Di Tengah Upaya Lawan Covid-19, Presiden Brasil: Akan Ada yang Mati, Itulah Hidup

Global
Kasus Pertama, Kucing di Belgia Positif Terinfeksi Virus Corona

Kasus Pertama, Kucing di Belgia Positif Terinfeksi Virus Corona

Global
Survei: 12 Persen Pekerja AS Matikan Kamera Saat Teleconference karena Malu

Survei: 12 Persen Pekerja AS Matikan Kamera Saat Teleconference karena Malu

Global
Wuhan Bersiap Cabut Lockdown, Kereta Bawah Tanah Mulai Beroperasi

Wuhan Bersiap Cabut Lockdown, Kereta Bawah Tanah Mulai Beroperasi

Global
Perjuangan Dokter di Malaysia Tangani Virus Corona: Jika Bukan Kami, Siapa Lagi?

Perjuangan Dokter di Malaysia Tangani Virus Corona: Jika Bukan Kami, Siapa Lagi?

Global
komentar
Close Ads X