AS Berpotensi Salip Eropa Sebagai Pusat Wabah Virus Corona

Kompas.com - 25/03/2020, 17:25 WIB
Gedung Capitol Amerika Serikat (AS) saat diguyur hujan pada Senin pagi (23/3/2020), di tengah merebaknya pandemi virus corona di negara itu. Graeme Sloan/Sipa USA via ReuterGedung Capitol Amerika Serikat (AS) saat diguyur hujan pada Senin pagi (23/3/2020), di tengah merebaknya pandemi virus corona di negara itu.

WASHINGTON, D.C, KOMPAS.com - Wabah Covid-19 di AS berpotensi menyalip Eropa berdasarkan keterangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (24/03/2020) ketika jumlah kasus di AS melonjak naik.

Pusat wabah yang mulanya berawal di Wuhan, provinsi Hubei, pada Desember 2019 kini telah bergeser ke Eropa.

Juru bicara WHO, Margaret Harris mengatakan kepada wartawan dalam jumpa pers virtual bahwa 85 persen kasus baru dilaporkan secara global dalam waktu semalam dari dua kawasan wabah terbesar yakni Eropa dan AS.

Baca juga: Lima Anggota Keluarga di AS Ini Terinfeksi Virus Corona

Pada Senin (23/03/2020), kasus baru terjadi dalam 24 jam di Eropa sebanyak 20.131. Sementara di AS sebanyak 16.354 kasus.

Harris juga mengatakan bahwa angka sebesar itu di AS berpotensi membuat negara itu menjadi pusat wabah menggantikan Eropa.

Meski begitu, Harris hanya mengatakan itu belum menjadi suatu kepastian.

Baca juga: Peringatan untuk Kaum Muda, Satu Remaja Tewas akibat Virus Corona di AS

Alasan mengapa AS berpotensi menggantikan Eropa sebagai pusat wabah virus corona adalah penularan yang cepat dan peningkatan angka kasusnya cukup intens.

Harris mengatakan bahwa karena masa inkubasi,kenaikan jumlah kasus mencerminkan lonjakan penularan yang berlangsung sampai lima hari sebelumnya.

"Setiap individu yang menginfeksi dua hingga tiga orang lainnya membutuhkan waktu sekitar tiga sampai lima hari. Jadi, kita lihat apa yang terjadi tiga atau empat hari lalu, atau lima hari yang lalu di banyak negara," jelas Harris.

Baca juga: Gelar Latihan Militer di Tengah Virus Corona, China Bikin Taiwan Marah

Angka-angka yang ada menunjukkan bahwa seminggu lalu di AS terjadi banyak sekali penularan.

Meskipun jumlah kasus meningkat, Harris mengatakan ada juga beberapa hal positif yang sangat besar dari AS.

"Pengujian sedang ditingkatkan, ada lebih banyak upaya untuk mengisolasi, merawat setiap kasus yang dikonfirmasi dan melacak dan mengkarantina orang," kata Harris.

Baca juga: Catatkan Infeksi Virus Corona Tertinggi di Asia Tenggara, Malaysia Perpanjang Lockdown

Juga ada mobilisasi komunitas yang sangat kuat. Ada beberapa kisah yang sangat mengharukan dan fantastis dari AS tentang apa yang dilakukan orang untuk satu sama lain.

Menurut penghitungan AFP yang dikumpulkan pada 11:00 GMT Selasa (24/03/2020) dari sumber resmi, Covid-19 kini telah menginfeksi lebih dari 386 ribu orang di seluruh dunia, dan menewaskan hampir 17 ribu sejak Desember 2019.

Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Penjual Udang di Wuhan 'Pasien Nol' Virus Corona | Menkes Inggris Terpapar Covid-19

[POPULER GLOBAL] Penjual Udang di Wuhan "Pasien Nol" Virus Corona | Menkes Inggris Terpapar Covid-19

Global
Adik Ipar PM Inggris Boris Johnson Juga Positif Covid-19, dan Sedang Hamil

Adik Ipar PM Inggris Boris Johnson Juga Positif Covid-19, dan Sedang Hamil

Global
832 Meninggal dalam 24 Jam, Spanyol Catatkan Total 5.812 Korban Covid-19

832 Meninggal dalam 24 Jam, Spanyol Catatkan Total 5.812 Korban Covid-19

Global
Wabah Virus Corona, Google Diperkirakan Tidak Merayakan April Mop Tahun Ini

Wabah Virus Corona, Google Diperkirakan Tidak Merayakan April Mop Tahun Ini

Global
India Lockdown, Pria Ini Bersepeda 12 km Gendong Istrinya yang Terluka

India Lockdown, Pria Ini Bersepeda 12 km Gendong Istrinya yang Terluka

Global
Istri Larang Nonton Gambar Porno di Rumah, Pria Ini Nonton di Kantor

Istri Larang Nonton Gambar Porno di Rumah, Pria Ini Nonton di Kantor

Global
Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 50 Persen Pasien di Korsel Sembuh

Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 50 Persen Pasien di Korsel Sembuh

Global
Update Covid-19 di Asia: Wuhan Mulai 'Hidup' Lagi | Brunei Umumkan Kematian Pertama

Update Covid-19 di Asia: Wuhan Mulai 'Hidup' Lagi | Brunei Umumkan Kematian Pertama

Global
Polisi Spanyol Bekuk 6 Pelaku Pesta Seks yang Langgar Aturan Lockdown

Polisi Spanyol Bekuk 6 Pelaku Pesta Seks yang Langgar Aturan Lockdown

Global
Di Tengah Upaya Lawan Covid-19, Presiden Brasil: Akan Ada yang Mati, Itulah Hidup

Di Tengah Upaya Lawan Covid-19, Presiden Brasil: Akan Ada yang Mati, Itulah Hidup

Global
Kasus Pertama, Kucing di Belgia Positif Terinfeksi Virus Corona

Kasus Pertama, Kucing di Belgia Positif Terinfeksi Virus Corona

Global
Survei: 12 Persen Pekerja AS Matikan Kamera Saat Teleconference karena Malu

Survei: 12 Persen Pekerja AS Matikan Kamera Saat Teleconference karena Malu

Global
Wuhan Bersiap Cabut Lockdown, Kereta Bawah Tanah Mulai Beroperasi

Wuhan Bersiap Cabut Lockdown, Kereta Bawah Tanah Mulai Beroperasi

Global
Perjuangan Dokter di Malaysia Tangani Virus Corona: Jika Bukan Kami, Siapa Lagi?

Perjuangan Dokter di Malaysia Tangani Virus Corona: Jika Bukan Kami, Siapa Lagi?

Global
Wabah Covid-19, Sri Paus Fransiskus Gelar Berkat Urbi et Orbi

Wabah Covid-19, Sri Paus Fransiskus Gelar Berkat Urbi et Orbi

Global
komentar
Close Ads X