Virus Corona, Dokter Italia Temukan "Pneumonia Aneh" sejak November 2019

Kompas.com - 23/03/2020, 17:46 WIB
Sekelompok perawat yang mengenakan pakaian pelindung diri, berpose bersama sebelum bekerja untuk shift malam mereka di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona. AFP/PAOLO MIRANDASekelompok perawat yang mengenakan pakaian pelindung diri, berpose bersama sebelum bekerja untuk shift malam mereka di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona.

ROMA, KOMPAS.com - Sebuah " pneumonia aneh" dilaporkan ditemukan di utara Italia pada November 2019, beberapa pekan sebelum para dokter tahu ada wabah virus corona.

Pernyataan itu disampaikan Giuseppe Remuzzi, Direktur Institut Penelitian Farmakologi Mario Negri di Milan, kepada National Public Radio of the United States.

"Mereka (dokter umum) mengingat bahwa ada semacam pneumonia aneh, sangat parah, yang menimpa lansia pada Desember, bahkan November," kata dia.

Baca juga: Sempat Catatkan 793 Kematian Harian Covid-19, Jumlah Korban di Italia Turun ke 651 Sehari

Dilansir SCMP Senin (23/3/2020), Remuzzi memahami bahwa patogen yang kemungkinan adalah virus corona itu sudah menyebar di Region Lombardy.

"Kabar tersebut juga terjadi sebelum kami mendapat informasi bahwa terdapat wabah yang tengah terjadi di China," lanjut Remuzzi.

Komentar Remuzzi muncul di tengah upaya para pakar untuk mencari tahu dari mana virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu muncul.

Pakar penyakit pernapasan Negeri "Panda", Zhong Nanshan, mengatakan meski virus itu pertama kali terdeteksi di Wuhan, masih belum diketahui asalnya.

Remuzzi menerangkan, dia mendengar cerita itu dari koleganya yang juga sesama dokter, di mana wabah itu sudah menyebar tanpa sepengetahuan publik.

Baca juga: Hanya dalam Sebulan, Wajah Italia Berubah Drastis karena Wabah Corona

Sementara di Wuhan, para dokter sudah menemukan adanya "kasus pneumonia tak diketahui" di Desember. Adapun infeksi pertama ditelisik balik pada 1 Desember.

Laporan yang dipublikasikan SCMP menyebutkan kasus di Negeri "Panda" mungkin bisa dilacak pada pertengahan November. Tetapi temuan itu tak direspons Beijing.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski Sudah 16 Hari Lockdown, Korban Meninggal Virus Corona di Italia Capai 10.000 Orang

Meski Sudah 16 Hari Lockdown, Korban Meninggal Virus Corona di Italia Capai 10.000 Orang

Global
[POPULER GLOBAL] Penjual Udang di Wuhan 'Pasien Nol' Virus Corona | Menkes Inggris Terpapar Covid-19

[POPULER GLOBAL] Penjual Udang di Wuhan "Pasien Nol" Virus Corona | Menkes Inggris Terpapar Covid-19

Global
Adik Ipar PM Inggris Boris Johnson Juga Positif Covid-19, dan Sedang Hamil

Adik Ipar PM Inggris Boris Johnson Juga Positif Covid-19, dan Sedang Hamil

Global
832 Meninggal dalam 24 Jam, Spanyol Catatkan Total 5.812 Korban Covid-19

832 Meninggal dalam 24 Jam, Spanyol Catatkan Total 5.812 Korban Covid-19

Global
Wabah Virus Corona, Google Diperkirakan Tidak Merayakan April Mop Tahun Ini

Wabah Virus Corona, Google Diperkirakan Tidak Merayakan April Mop Tahun Ini

Global
India Lockdown, Pria Ini Bersepeda 12 km Gendong Istrinya yang Terluka

India Lockdown, Pria Ini Bersepeda 12 km Gendong Istrinya yang Terluka

Global
Istri Larang Nonton Gambar Porno di Rumah, Pria Ini Nonton di Kantor

Istri Larang Nonton Gambar Porno di Rumah, Pria Ini Nonton di Kantor

Global
Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 50 Persen Pasien di Korsel Sembuh

Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 50 Persen Pasien di Korsel Sembuh

Global
Update Covid-19 di Asia: Wuhan Mulai 'Hidup' Lagi | Brunei Umumkan Kematian Pertama

Update Covid-19 di Asia: Wuhan Mulai 'Hidup' Lagi | Brunei Umumkan Kematian Pertama

Global
Polisi Spanyol Bekuk 6 Pelaku Pesta Seks yang Langgar Aturan Lockdown

Polisi Spanyol Bekuk 6 Pelaku Pesta Seks yang Langgar Aturan Lockdown

Global
Di Tengah Upaya Lawan Covid-19, Presiden Brasil: Akan Ada yang Mati, Itulah Hidup

Di Tengah Upaya Lawan Covid-19, Presiden Brasil: Akan Ada yang Mati, Itulah Hidup

Global
Kasus Pertama, Kucing di Belgia Positif Terinfeksi Virus Corona

Kasus Pertama, Kucing di Belgia Positif Terinfeksi Virus Corona

Global
Survei: 12 Persen Pekerja AS Matikan Kamera Saat Teleconference karena Malu

Survei: 12 Persen Pekerja AS Matikan Kamera Saat Teleconference karena Malu

Global
Wuhan Bersiap Cabut Lockdown, Kereta Bawah Tanah Mulai Beroperasi

Wuhan Bersiap Cabut Lockdown, Kereta Bawah Tanah Mulai Beroperasi

Global
Perjuangan Dokter di Malaysia Tangani Virus Corona: Jika Bukan Kami, Siapa Lagi?

Perjuangan Dokter di Malaysia Tangani Virus Corona: Jika Bukan Kami, Siapa Lagi?

Global
komentar
Close Ads X