Perbandingan Hukuman Mati di Seluruh Dunia: Siapa Terbanyak dan Paling Sering?

Kompas.com - 21/03/2020, 15:29 WIB

NEW DELHI, KOMPAS.com - Jumat (20/3/2020) empat pria digantung di India sebagai bentuk hukuman mati. Akan tetapi, India bukan negara dengan jumlah hukuman mati terbanyak di dunia.

Keempat pria itu dihukum atas kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang melibatkan sebuah geng di tahun 2012.

Sementara itu di negara-negara lainnya, hampir tiga perempat dari 195 negara di dunia telah menghapus hukuman mati, atau tidak melakukannya dalam 10 tahun terakhir.

Baca juga: Ketua KPK Sebut Korupsi Saat Bencana seperti Wabah Corona Ancamannya Pidana Mati

Temuan ini diungkapkan oleh kelompok hak asasi Amnesty International.

Untuk jumlah eksekusi tertinggi masih dipegang China, yang diikuti Iran di bawahnya.

Berikut adalah ikhtisar dari kondisi terkini tentang hukuman mati di seluruh dunia.

(Belum) sepenuhnya dihapus

Pada akhir 2018, 106 negara telah sepenuhnya menghapus hukuman mati untuk semua kejahatan, menurut Amnesty International.

Hampir separuh dari negara-negara itu berada di Eropa dan Asia Tengah.

Kemudian 36 negara lainnya masih mempertahankan hukuman mati secara hukum, tetapi tidak melakukan eksekusi dalam 10 tahun terakhir.

Baca juga: Klub dan Pemain Merugi jika Kompetisi Tetap Mati Suri

Burkina Faso menghapus hukuman mati dalam hukum pidana pada Juni 2018. Lalu Gambia mendeklarasikan moratorium eksekusi seperti halnya Malaysia di Juli.

Sementara itu Guinea dan Mongolia menghapus hukuman mati untuk semua kejahatan sejak 2017.

Eksekusi di 20 negara

Setidaknya 690 eksekusi telah terjadi di seluruh dunia pada 2018, turun 31 persen dibandingkan 2017, kata Amnesty International.

Angka ini adalah yang terendah dalam sedekade terakhir, tapi belum termasuk "ribuan" eksekusi yang diyakni terjadi di China, yang menjaga kerahasiaan data tersebut.

Kemudian tahun lalu eksekusi terjadi di 20 negara, dengan Iran mencatatkan 253 di negaranya.

Baca juga: Telepon Menlu Iran, Menlu Retno Marsudi Sampaikan Belasungkawa

Jika dibandingkan negara lain, 253 eksekusi itu angka yang sangat tinggi, tetapi di Iran adalah separuh dari jumlah eksekusi tahun 2017, setelah diberlakukan amendemen UU Narkotika Iran.

Meski demikian, Iran menyumbang lebih dari sepertiga eksekusi yang dicatat pada 2018.

Para eksekutor terbanyak lainnya adalah Arab Saudi (149), Vietnam (85), Irak (52), dan Mesir (43).

Baca juga: Virus Corona Mewabah di Arab Saudi, Raja Salman Angkat Bicara

Botswana, Sudan, Taiwan, dan Thailand semuanya melanjutkan eksekusi, tapi hanya menyumbang enam dari total seluruh dunia.

Lalu negara-negara yang jumlah eksekusinya meningkat adalah Belarusia (4), Jepang (15), Singapura (13), dan Sudan Selatan (7).

Khusus di benua Amerika, Amerika Serikat (AS) adalah satu-satunya negara yang selalu melakukan eksekusi di 10 tahun beruntun.

Sebanyak 25 orang dieksekusi pada 2018, lebih banyak 2 orang dari 2017.

Baca juga: Klaim Trump Obat Malaria Klorokuin Bisa Obati Virus Corona Dibantah Pejabatnya Sendiri

Bagaimana dengan India?

Amnesty International mencatat sedikitnya 2.531 hukuman mati dijatuhkan di 54 negara pada 2018. Sedikit menurun dari tahun sebelumnya.

Sebagian besar terjadi di Mesir (setidaknya 717) dan Irak (setidaknya 271).

Sementara itu Pengadilan India menjatuhkan hukuman mati 50 persen lebih banyak dari tahun sebelumnya, Dari 108 naik ke 162.

Baca juga: Jual Urine Sapi untuk Atasi Virus Corona, Aktivis Politik India Ditangkap

Mereka yang dieksekusi termasuk 45 tahanan untuk kasus pembunuhan, dan 58 tahanan untuk pembunuhan yang melibatkan pelanggaran seksual.

Undang-undang yang diamendemen menyebut hukuman mati sebagai hukuman diskresioner untuk pemerkosaan anak perempuan di bawah 12 tahun.

Hampir 400 orang dibunuh karena hukuman mati di India.

Sebelum eksekusi Jumat kemarin, eksekusi terakhirnya adalah pada 2015 ketika Yakub Memon dihukum karena serangan bom Mumbai 1993 yang menewaskan 257 orang.

Dia mati digantung di penjara.

Baca juga: Mengapa Isolasi dan Karantina Penting untuk Cegah Penyebaran Corona?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

TikTok akan Rilis Album Perdana dari Lagu-lagu Viralnya

TikTok akan Rilis Album Perdana dari Lagu-lagu Viralnya

Global
Putin Akan Pasok Rudal Berkemampuan Nuklir ke Belarus untuk Lawan Barat

Putin Akan Pasok Rudal Berkemampuan Nuklir ke Belarus untuk Lawan Barat

Global
Terlalu Panas, 400.000 Payung Luar Ruangan di AS Ditarik dari Pasaran

Terlalu Panas, 400.000 Payung Luar Ruangan di AS Ditarik dari Pasaran

Global
Fuschia Anne dari Filipina Memenangkan Kontes Kecantikan Transgender 2022

Fuschia Anne dari Filipina Memenangkan Kontes Kecantikan Transgender 2022

Global
Covid-19 China Melandai: Beijing Buka Kembali Sekolah, Shanghai Umumkan Nol Kasus

Covid-19 China Melandai: Beijing Buka Kembali Sekolah, Shanghai Umumkan Nol Kasus

Global
4 Planet Sejajar Berhasil Difoto Remaja Singapura, Ini Penampakannya

4 Planet Sejajar Berhasil Difoto Remaja Singapura, Ini Penampakannya

Global
AS Larang Aborsi, LSM Meksiko Bantu Warga California Akhiri Kehamilan

AS Larang Aborsi, LSM Meksiko Bantu Warga California Akhiri Kehamilan

Global
Sri Lanka Bangkrut dan Kehabisan Bensin, Ratusan Ribu Warga Antre Berjam-jam di SPBU

Sri Lanka Bangkrut dan Kehabisan Bensin, Ratusan Ribu Warga Antre Berjam-jam di SPBU

Global
Mahkamah Agung AS Larang Aborsi, 50 Negara Bagian Langsung Ikuti Perintah

Mahkamah Agung AS Larang Aborsi, 50 Negara Bagian Langsung Ikuti Perintah

Global
Ukraina Terkini, Severodonetsk Dikuasai Rusia

Ukraina Terkini, Severodonetsk Dikuasai Rusia

Global
Obama Versus Trump

Obama Versus Trump

Global
Rangkuman Hari Ke-122 Serangan Rusia ke Ukraina, Serangan dari Belarus, BRICS Ajak Diskusi

Rangkuman Hari Ke-122 Serangan Rusia ke Ukraina, Serangan dari Belarus, BRICS Ajak Diskusi

Global
[UNIK GLOBAL] Ikan Air Tawar 300 Kg Terbesar di Dunia | Nikahi Boneka karena Stres Melajang

[UNIK GLOBAL] Ikan Air Tawar 300 Kg Terbesar di Dunia | Nikahi Boneka karena Stres Melajang

Global
USS Samuel B Roberts, Kapal Karam Terdalam di Dunia Akhirnya Terlihat dalam Peristirahatan Terakhirnya

USS Samuel B Roberts, Kapal Karam Terdalam di Dunia Akhirnya Terlihat dalam Peristirahatan Terakhirnya

Global
Pria Ini Bisa Konsumsi 1 Liter Soda dalam 1 Menit, Pecahkan Rekor Dunia

Pria Ini Bisa Konsumsi 1 Liter Soda dalam 1 Menit, Pecahkan Rekor Dunia

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.