Tak Patuh, Gereja di Korea Selatan Masih Buka Layanan Saat Virus Corona

Kompas.com - 16/03/2020, 15:57 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

SEOUL, KOMPAS.com - Kasus infeksi virus corona terbaru di Korea Selatan dikaitkan dengan salah satu kelompok agama Korea Selatan pada Senin (16/03/2020).

Kasus infeksi dikaitkan pada kelompok gereja di dekat Seoul bernama The Grace River Church yang selama ini menentang aturan untuk menunda layanan.

Sebanyak 135 orang jemaah gereja The Grace River dinyatakan positif terjangkit virus corona termasuk pastor dan istrinya.

Gereja The Grace River melawan aturan penutupan tempat publik dan layanan. Di luar jumlah jemaah itu, sebanyak 40 korban infeksi terjadi saat kongregasi, di mana otoritas kota Seongnam melaporkan pula enam orang lainnya juga terinfeksi.

Baca juga: Trump Sebut Vaksin Virus Corona Bakal Siap Saat Pilpres AS

Padahal sebelumnnya, lebih dari setengah angka 8.200 kasus infeksi virus corona ditemukan dari gereja aliran Shincheonji. Sebuah sekte yang diklaim sesat oleh banyak orang.

Salah satu anggota jemaahnya yang terinfeksi menghadiri layanan gereja itu sebanyak empat kali di bagian selatan kota Daegu.

Korea Selatan adalah negara pertama yang melaporkan adanya angka infeksi virus corona di luar daratan utama China. 

Sejumlah konser K-pop dan pertandingan olahraga juga dibatalkan dan ditunda karena penularan virus corona. Sedangkan sekolah juga TK di Korea Selatan ditutup sampai tiga pekan mendatang.

Baca juga: Pakar Herbal di Tunisia Untung Sebab Virus Corona

Namun Korea Selatan menunjukkan perkembangan positif sejak awal Maret akan kemampuan mereka memberantas virus.

Pusat pengendalian penyakit dan pencegahan Korea (KCDC) mengumumkan sebanyak 74 kasus baru pada Senin (16/03/2020). Sebuah angka infeksi yang jauh lebih sedikit dari pada sebelumnya.

Angka kematian di Korea Selatan pun sangat kecil yaitu 75 orang. Berbeda jauh dari China, Italia dan Iran.

Hal ini dikarenakan pemerintah Korea Selatan menerapkan tiga kunci tindakan yang mampu membawa negaranya berhasil menangani kasus infeksi virus corona.

Pihak berwenang telah berusaha melakukan tes diagnosis untuk pasien-pasien potensial dengan jumlah total tes mencapai seperempat juta pada Minggu (15/03/2020).

Baca juga: 3 Kunci Korea Selatan Berhasil Tangani Virus Corona Lebih Baik dari Negara Lain

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Kasus Honor Killings Tersadis yang Sempat Menghebohkan Dunia

5 Kasus Honor Killings Tersadis yang Sempat Menghebohkan Dunia

Global
Australia Uji Coba Vaksin Virus Corona pada Manusia, Bisa Tersedia Tahun Ini

Australia Uji Coba Vaksin Virus Corona pada Manusia, Bisa Tersedia Tahun Ini

Global
Ancam Tutup Media Sosial, Trump Akan Tandatangani Perintah Eksekutif

Ancam Tutup Media Sosial, Trump Akan Tandatangani Perintah Eksekutif

Global
Colosseum Roma Kembali Dibuka, Italia Buat Protokol Kesehatan Baru

Colosseum Roma Kembali Dibuka, Italia Buat Protokol Kesehatan Baru

Global
1 Orang Tewas Tertembak Saat Protes Kematian George Floyd, Diduga Pencuri

1 Orang Tewas Tertembak Saat Protes Kematian George Floyd, Diduga Pencuri

Global
Sebar Hoaks 15 Menit di Facebook, Sopir Taksi Singapura Dipenjara

Sebar Hoaks 15 Menit di Facebook, Sopir Taksi Singapura Dipenjara

Global
'Saya Tidak Bisa Bernapas', Pesan Terakhir Salah Satu Imigran Vietnam yang Tewas di Truk Kontainer

'Saya Tidak Bisa Bernapas', Pesan Terakhir Salah Satu Imigran Vietnam yang Tewas di Truk Kontainer

Global
Pria Kulit Hitam George Floyd Tewas karena Lehernya Diinjak Polisi, Warga AS Demo Protes

Pria Kulit Hitam George Floyd Tewas karena Lehernya Diinjak Polisi, Warga AS Demo Protes

Global
Sah! Undang Undang Keamanan Baru untuk Hong Kong Diresmikan Parlemen China

Sah! Undang Undang Keamanan Baru untuk Hong Kong Diresmikan Parlemen China

Global
Hilang 2 Tahun, Pria Ini Berhasil Ditemukan Berkat Video TikTok Polisi

Hilang 2 Tahun, Pria Ini Berhasil Ditemukan Berkat Video TikTok Polisi

Global
Imbas Lockdown, Kekerasan Seksual Terhadap Anak Secara Online Berpotensi Meningkat

Imbas Lockdown, Kekerasan Seksual Terhadap Anak Secara Online Berpotensi Meningkat

Global
Dompet Dhuafa AS Bagikan Paket Makanan ke Petugas Medis

Dompet Dhuafa AS Bagikan Paket Makanan ke Petugas Medis

Global
Warga Afghanistan Lebih Khawatir Meninggal Kelaparan daripada karena Terinfeksi Virus Corona

Warga Afghanistan Lebih Khawatir Meninggal Kelaparan daripada karena Terinfeksi Virus Corona

Global
Pakistan Gunakan Teknologi Anti-Terorisme untuk Lacak Pasien Covid-19

Pakistan Gunakan Teknologi Anti-Terorisme untuk Lacak Pasien Covid-19

Global
Kabar Baik, Semua Pasien Covid-19 Selandia Baru Sudah Pulang dari RS

Kabar Baik, Semua Pasien Covid-19 Selandia Baru Sudah Pulang dari RS

Global
komentar
Close Ads X