Arsitek Stadion Olimpiade Barcelona 1992 Meninggal karena Virus Corona

Kompas.com - 15/03/2020, 19:51 WIB
Arsitek kenamaan Italia, Vittorio Gregotti, dan istrinya menghadiri perayaan Palazzo Grassi yang dibeli dan direnovasi pengusaha Perancis Francois Pinault pada 29 April 2006. Dia dilaporkan meninggal di usia 92 tahun setelah sebelumnya terinfeksi virus corona. AFP/MICHELE CROSERAArsitek kenamaan Italia, Vittorio Gregotti, dan istrinya menghadiri perayaan Palazzo Grassi yang dibeli dan direnovasi pengusaha Perancis Francois Pinault pada 29 April 2006. Dia dilaporkan meninggal di usia 92 tahun setelah sebelumnya terinfeksi virus corona.

ROMA, KOMPAS.com - Arsitek yang ikut andil dalam terciptanya Stadion Olimpiade Barcelona 1992, Vittorio Gregotti, dilaporkan meninggal karena virus corona.

Berdasarkan laporan media Italia, Gregotti meninggal pada Minggu waktu setempat (15/3/2020) dalam usia 92 tahun, demikian keterangan koleganya sesama arsitek.

Kantor berita AGI dan Corriere della Serra memberitakan, Gregotti meninggal saat mendapat perawatan di rumah sakit di Milan.

Baca juga: Di Tengah Wabah Virus Corona, Trump Ajak Berdoa

Diberitakan AFP, Sang Arsitek positif terkena Covid-19, nama penyakit yang diakibatkan virus corona. Meski begitu, dia disebut meninggal karena pneumonia.

Stefano Boeri menggambarkan Vittorio Gregotti adalah ahli dalam arsitektur internasional, di mana dia telah menciptakan kisah dalam budaya Italia.

"Benar-benar sedih (dengan kabar meninggalnya)," jelas Boeri di Facebook.

Tidak hanya Stadion Olimpiade Barcelona 1992, dia juga menjadi otak di balik pembangunan Gedung Teater Opera Arcimboldi.

Gedung yang terletak di Milan itu dibangun dengan nuansa futuristik, dan menjadi andalan ketika La Scala direnovasi pada 2002-2004 silam.

Istri Gregotti, Mariana Mazza, dilaporkan juga dirawat di rumah sakit Milan. Meski begitu, media tak memberitakan apa penyakitnya.

Hingga saat ini, Italia telah mengumumkan 21.157 kasus infeksi, dengan 1.966 di antaranya berhasil sembuh dan 1.441 dinyatakan meninggal.

Perdana Menteri Giuseppe Conte mengumumkan kebijakan darurat dengan menutup seluruh negara, yang berlaku hinga 3 April.

Kebijakan tersebut melarang publik untuk berkumpul di luar, dan hanya diperbolehkan meninggalkan rumah untuk membeli bahan kebutuhan pokok.

Baca juga: Viral Video Azan di Kuwait Berbeda karena Wabah Virus Corona

Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X