Cegah Corona, Singapura Batasi Izin Masuk, Indonesia Kena Dampaknya

Kompas.com - 15/03/2020, 18:55 WIB
Orang-orang berjalan memakai masker di Orchard Road, Singapura (12/3/2020), sebagai tindakan pencegahan agar tidak tertular virus corona. HOW HWEE YOUNG/EPA-EFEOrang-orang berjalan memakai masker di Orchard Road, Singapura (12/3/2020), sebagai tindakan pencegahan agar tidak tertular virus corona.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pemerintah Singapura mengeluarkan regulasi baru yang membatasi izin masuk ke negara itu.

Diumumkan oleh Menteri Pembangunan Nasional, Lawrence Wong, peraturan ini resmi berlaku mulai Senin dini hari (16/3/2020).

Indonesia sebagai negara anggota ASEAN termasuk salah satu yang terkena dampak dari regulasi ini.

Seluruh warga Singapura diwajibkan mengisolasi diri selama 14 hari di rumah.

Baca juga: Seorang Lansia 64 Tahun Jadi WNI Terbaru Positif Virus Corona di Singapura

Ketentuan ini diberikan kepada orang-orang yang dalam 14 hari terakhir memasuki Singapura dari negara ASEAN termasuk Indonesia, dan luar ASEAN seperti Jepang, Swiss, dan Inggris.

Aturan ini juga dikenakan pada Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Singapura, mulai dari Permanent Resident (PR) dan pemegang izin tinggal jangka panjang atau long-term pass.

Pengeculian diberikan untuk jalur darat dan laut Malaysia, di mana peraturan terpisah sedang dipersiapkan.

Selama 14 hari isolasi, yang diisolasi harus menunjukkan bukti tempat tinggal mereka selama 14 hari berikutnya.

"Misalnya pemesanan hotel yang mencakup seluruh periode, atau tempat tinggal yang mereka atau anggota keluarga mereka miliki," demikian keterangan yang tertulis di akun Facebook Kedutaan Besar Singapura di Jakarta.

Baca juga: Menteri BUMN Erick Thohir Sebut Vietnam dan Singapura Contoh dalam Perlawanan Virus Corona

Mereka juga harus selalu berada di tempat isolasi tanpa meninggalkan lokasi sama sekali.

Pemeriksaan apakah yang diisolasi terpapar virus corona juga akan dilakukan termasuk jika yang diisolasi tidak menunjukan gejala terinfeksi.

Pemerintah Singapura turut meregulasi Warga Negara Asing (WNA) yang masuk dan tidak memegang izin tinggal jangka panjang.

Seluruh pengunjung Singapura dari negara ASEAN termasuk Indonesia dengan izin short-term pass harus mengisi formulir informasi kondisi kesehatan di perwakilan Kedubes Singapura di negara masing-masing.

Hanya pengunjung yang formulirnya telah disetujui oleh Kementerian Kesehatan Singapura serta diverifikasi Otoritas Imigrasi Singapura (ICA) yang diizinkan memasuki "Negeri Merlion".

Baca juga: Total 8 WNI Positif Covid-19 di Singapura, 1 di Antaranya Sembuh

Pengunjung yang mencoba memasuki Singapura tanpa formulir kesehatan yang telah disetujui akan ditolak masuk.

Peraturan ini akan berlaku selama 30 hari ke depan dan bakal dievaluasi setelahnya.

Meningkatnya jumlah kasus impor Covid-19 di Singapura dalam tiga hari terakhir di mana 75 persen adalah kasus impor, menjadi pertimbangan diumumkannya peraturan ini.

Pengaturan izin masuk ini diharapkan dapat mencegah semakin menyebarnya patogen yang berasal dari Wuhan, China itu.

Baca juga: Media Singapura Soroti Jokowi yang Mengaku Minum Jamu Sejak Virus Corona Mewabah

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Global
Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Global
Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli Meski Ada Anak-anak

Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli Meski Ada Anak-anak

Global
Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Global
Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Global
Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Global
Rusia Pamer Laboratorium Senjata Biologis yang Diubah Jadi Pabrik Vaksin Covid-19, Begini Isinya

Rusia Pamer Laboratorium Senjata Biologis yang Diubah Jadi Pabrik Vaksin Covid-19, Begini Isinya

Global
Pria Ini Menginap di Hotel Mewah Setelah Istrinya Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Pria Ini Menginap di Hotel Mewah Setelah Istrinya Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Global
Demi Selamatkan Seorang Gadis, Pasangan Ini Donor Darah di Hari Pernikahan Mereka

Demi Selamatkan Seorang Gadis, Pasangan Ini Donor Darah di Hari Pernikahan Mereka

Global
Geng Kriminal Bentrok di Penjara, Sedikitnya 75 Narapidana Tewas

Geng Kriminal Bentrok di Penjara, Sedikitnya 75 Narapidana Tewas

Global
Video Perlihatkan Istri Dibawa Suami ke Tebing, Sebelum Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Video Perlihatkan Istri Dibawa Suami ke Tebing, Sebelum Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Global
Seorang Wanita dalam Program Hamil Dipecat karena Tolak Vaksinasi Covid-19

Seorang Wanita dalam Program Hamil Dipecat karena Tolak Vaksinasi Covid-19

Global
Pemimpin Tertinggi Iran Minta Karakter Kartun Perempuan Pakai Hijab

Pemimpin Tertinggi Iran Minta Karakter Kartun Perempuan Pakai Hijab

Global
Arab Saudi Sekarang Izinkan Wanita Bergabung dalam Militer

Arab Saudi Sekarang Izinkan Wanita Bergabung dalam Militer

Global
Putus Asa Cari Suaka, Puluhan Migran Ditemukan Sembunyi dalam Pecahan Kaca dan Abu Beracun

Putus Asa Cari Suaka, Puluhan Migran Ditemukan Sembunyi dalam Pecahan Kaca dan Abu Beracun

Global
komentar
Close Ads X