Hiraukan Saran China dan WHO, Menlu AS Sebut Nama Virus Corona Jadi 'Virus Wuhan'

Kompas.com - 07/03/2020, 15:50 WIB
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo. AFP / WIN MCNAMEE / GETTY IMAGES NORTH AMERICAMenteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Dalam wawancara dengan CNBC dan Fox News pada Jumat (6/3/2020), Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyebut virus corona sebagai 'Virus Wuhan'.

Pompeo saat itu menghadiri program televisi Fox and Friends. Co-host Jedediah Bila menanyakan tentang langkah-langkah pemerintah AS untuk memerangi virus corona.

Pompeo menjawab, "Ini adalah tantangan yang rumit. Virus Wuhan yang dimulai akhir tahun lalu adalah sesuatu yang ditanggapi sangat serius oleh pemerintah."

Pompeo bukan tanpa alasan memakai nama 'Virus Wuhan', bukan 'virus corona' atau 'SARS-CoV-2'.

Pria 56 tahun itu merujuk pada nomenklatur baru yang dia keluarkan sebagai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.

Baca juga: Dampak Virus Corona, Festival K-Pop Terbesar di Amerika Ditunda

Pompeo juga berdalih penggunaan istilah 'virus Wuhan' bukan dirinya yang memulai, tapi dari Partai Komunis China.

"Alasan pertama, Partai Komunis China pernah mengatakan bahwa ini (Wuhan) merupakan tempat awal mula virus ditemukan. Jadi jangan gunakan ucapan saya untuk itu, gunakan saja pernyataan mereka," ucap Pompeo, dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (7/3/2020).

Pria kelahiran California itu kemudian menolak pernyataan China bahwa virus mungkin berasal dari lokasi lain selain Wuhan.

Penaman yang dibuat oleh Pompeo ini melanggar imbauan yang dikeluarkan pemerintah China dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tepat sehari sebelum Pompeo mengeluarkan pernyataannya, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, mengeluarkan peringatan pemakaian nama selain 'virus corona'.

Baca juga: Uniknya Cara Penata Rambut di China Cegah Corona

"Sangat tidak bertanggung jawab, bagi siapa pun yang menyebut patogen ini sebagai 'virus corona China' atau 'virus corona Wuhan'."

Saat itu peringatan Zhao ditujukan ke media-media seluruh dunia.

"Dengan menyebutnya 'virus China' menunjukkan asal-usulnya tanpa fakta atau bukti yang mendukung."

"Beberapa media jelas ingin China untuk disalahkan dan punya motif tersembunyi," tegas Zhao.

Kemudian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan nama resmi untuk virus corona.

Pada 11 Februari lalu ditetapkan nama resmi penyakitnya adalah Covid-19 dan virus yang menyebabkan adalah SARS-CoV-2.

Baca juga: Dari Singapura hingga Indonesia, Cara Sejumlah Negara Menginformasikan Virus Corona ke Warganya

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber SCMP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Sengaja 'Topless' Saat Rapat via Zoom, Politisi Meksiko Buka Suara

Tak Sengaja "Topless" Saat Rapat via Zoom, Politisi Meksiko Buka Suara

Global
Ditanya soal Demo George Floyd dan Trump, PM Kanada Terdiam 22 Detik

Ditanya soal Demo George Floyd dan Trump, PM Kanada Terdiam 22 Detik

Global
Ini Cerita WNI di AS Saat Kerusuhan Demo Protes atas Kematian George Floyd

Ini Cerita WNI di AS Saat Kerusuhan Demo Protes atas Kematian George Floyd

Global
Pria Rohingya di Kamp Pengungsi Bangladesh Meninggal karena Covid-19

Pria Rohingya di Kamp Pengungsi Bangladesh Meninggal karena Covid-19

Global
Dokumen Bocor WHO Sebut China Terlambat Beri Informasi Penting Virus Corona

Dokumen Bocor WHO Sebut China Terlambat Beri Informasi Penting Virus Corona

Global
Dokter di Wuhan yang Kulitnya Menghitam Meninggal, Publik China Marah

Dokter di Wuhan yang Kulitnya Menghitam Meninggal, Publik China Marah

Global
Video Viral Remaja Aborigin Ditendang Polisi, Pihak Kepolisian Lakukan Penyelidikan

Video Viral Remaja Aborigin Ditendang Polisi, Pihak Kepolisian Lakukan Penyelidikan

Global
Dokter di Wuhan yang Kulitnya Menghitam karena Pengobatan Virus Corona Meninggal

Dokter di Wuhan yang Kulitnya Menghitam karena Pengobatan Virus Corona Meninggal

Global
Jika China Terapkan UU Keamanan, Inggris Siap Tampung 3 Juta Warga Hong Kong

Jika China Terapkan UU Keamanan, Inggris Siap Tampung 3 Juta Warga Hong Kong

Global
Mantan Presiden AS George Bush Komentari Peristiwa Tragis Demo Rusuh AS

Mantan Presiden AS George Bush Komentari Peristiwa Tragis Demo Rusuh AS

Global
Apa yang Terjadi dalam 30 Menit Momen Terakhir Hidup George Floyd?

Apa yang Terjadi dalam 30 Menit Momen Terakhir Hidup George Floyd?

Global
Aplikasi Pemantau Sosial Pasien Virus Corona di Rusia Timbulkan Amarah Warga

Aplikasi Pemantau Sosial Pasien Virus Corona di Rusia Timbulkan Amarah Warga

Global
Biden: Trump Sumber Masalah yang Semakin Meningkat

Biden: Trump Sumber Masalah yang Semakin Meningkat

Global
Sisha Bar di Jerman Langgar Aturan, Klaster Infeksi Baru Covid-19 Muncul

Sisha Bar di Jerman Langgar Aturan, Klaster Infeksi Baru Covid-19 Muncul

Global
Pakai Alkitab dan Berpose Depan Gereja, Trump Disemprot Pendeta Episkopal

Pakai Alkitab dan Berpose Depan Gereja, Trump Disemprot Pendeta Episkopal

Global
komentar
Close Ads X