Jerman Sudah Anggap Virus Corona Pandemi Global

Kompas.com - 05/03/2020, 11:30 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel (kiri) tertawa seraya mengangkat tangannya pada 2 Maret 2020. Momen itu terjadi setelah Menteri Dalam Negeri Horst Seehofer menolak jabat tangan dengannya di tengah penyebaran virus corona. AFP/JOHN MACDOUGALLKanselir Jerman Angela Merkel (kiri) tertawa seraya mengangkat tangannya pada 2 Maret 2020. Momen itu terjadi setelah Menteri Dalam Negeri Horst Seehofer menolak jabat tangan dengannya di tengah penyebaran virus corona.

 

BERLIN, KOMPAS.com - Pemerintah Jerman memperingatkan pada Rabu (04/03/2020) bahwa wabah virus corona telah berubah menjadi pandemi global.

Hal ini dikarenakan negara-negara di seluruh dunia mendukung pasokan dan meningkatkan langkah-langkah perlindungan untuk memperlambat peningkatan cepat virus corona.

Sementara beban kasus infeksi di China menurun, di wilayah lain justru meningkat. Khususnya di wilayah Eropa dan Asia.

Penyebaran global virus ini juga telah memicu kepanikan pembelian, penimbunan dan pencurian. Stok alat pelindung pun cepat berkurang.

Kini, lebih dari 90 ribu orang terinfeksi di seluruh dunia dengan angka kematian mencapai sekitar 3.200 jiwa.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ini Upaya Pemerintah Negara Uni Eropa Atasi Virus Corona

Menteri kesehatan Jerman, pada Rabu (04/03/2020) lalu mengatakan wabah virus corona telah menjadi pandemi yang didefinisikan sebagai epidemi yang telah menyebar ke seluruh dunia tanpa transmisi lokal.

Wabah virus corona di China telah menjadi pandemi global, demikian ungkap Jens Spahn kepada anggota parlemen Jerman.

"Situasinya berubah sangat cepat. Yang jelas, kita saat ini belum mencapai puncak wabah," tambahnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejauh ini berhenti mengumumkan pandemi virus corona, meski begitu, mereka tetap mengatkan dunia harus bersiap akan kemungkinan wabah global itu.

Baca juga: WHO: Dunia Kekurangan Peralatan Medis untuk Tangani Corona

Larangan Berciuman

Sejak pemerintah menutup semua sekolah dan universitas selama dua pekan terakhir, angka infeksi di negara itu masih berjumlah 2.500 orang dan 79 angka kematian akibat virus corona.

Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

POPULER GLOBAL: Benjamin Netanyahu Resmi Lengser | Bintang Baru 100 Kali Matahari

POPULER GLOBAL: Benjamin Netanyahu Resmi Lengser | Bintang Baru 100 Kali Matahari

Global
Lengserkan Rezim 12 Tahun, Ini Janji dan Tantangan PM Baru Israel Naftali Bennett

Lengserkan Rezim 12 Tahun, Ini Janji dan Tantangan PM Baru Israel Naftali Bennett

Global
Tahanan Tertua di Guantanamo Bebas Setelah Ditahan Ilegal 16 Tahun Lebih

Tahanan Tertua di Guantanamo Bebas Setelah Ditahan Ilegal 16 Tahun Lebih

Global
Warga Ibu Kota Rusia Akan Diberi Cuti Berbayar guna Redam Lonjakan Covid-19

Warga Ibu Kota Rusia Akan Diberi Cuti Berbayar guna Redam Lonjakan Covid-19

Global
Inilah Kota Paling Layak Huni 2021, Bukan di Eropa, Dekat Indonesia

Inilah Kota Paling Layak Huni 2021, Bukan di Eropa, Dekat Indonesia

Global
Virus Corona Terus Bermutasi, Akankah Muncul Varian Maha Kuat?

Virus Corona Terus Bermutasi, Akankah Muncul Varian Maha Kuat?

Global
China Dituduh Coba Menutupi Kebocoran Radiasi Pembangkit Nuklir Taishan

China Dituduh Coba Menutupi Kebocoran Radiasi Pembangkit Nuklir Taishan

Global
 Pemerintahan Baru Israel Dikhawatirkan Bisa Lebih Keras ke Palestina

Pemerintahan Baru Israel Dikhawatirkan Bisa Lebih Keras ke Palestina

Global
China Protes, Pernyataan G7 Singgung Uighur hingga Asal Usul Covid-19

China Protes, Pernyataan G7 Singgung Uighur hingga Asal Usul Covid-19

Global
Covid-19 di Taiwan Memburuk, Presiden Tsai Ing-wen Minta Maaf

Covid-19 di Taiwan Memburuk, Presiden Tsai Ing-wen Minta Maaf

Global
Penemu Bangkai Kapal Titanic Tawarkan Bantuan Cari MH370, tapi Ditolak

Penemu Bangkai Kapal Titanic Tawarkan Bantuan Cari MH370, tapi Ditolak

Global
Pawai Motor Tanpa Masker, Presiden Brasil Didenda Rp 1,6 Juta

Pawai Motor Tanpa Masker, Presiden Brasil Didenda Rp 1,6 Juta

Global
PM Israel Naftali Bennett Ahli Berbisnis, Pernah Tarik Investor Jutaan Dolar AS

PM Israel Naftali Bennett Ahli Berbisnis, Pernah Tarik Investor Jutaan Dolar AS

Global
Partai Islam Israel yang Menangkan Naftali Bennett Bersumpah Rebut Kembali Tanahnya

Partai Islam Israel yang Menangkan Naftali Bennett Bersumpah Rebut Kembali Tanahnya

Global
Marko Arnautovic dan Arti Selebrasi 'OK' yang Jadi Kontroversi

Marko Arnautovic dan Arti Selebrasi "OK" yang Jadi Kontroversi

Global
komentar
Close Ads X