Gelontorkan Rp 7 Triliun, Bloomberg Mundur dari Pilpres AS Setelah Hasil Buruk Super Tuesday

Kompas.com - 05/03/2020, 10:46 WIB
Mantan Wali Kota New York Michael Bloomberg menyampaikan pidato mengakhiri kampanye kepresidenannya di Hotel Sheraton, New York, Rabu (04/03/2020) AFP /GETTY IMAGES/JOHANNES EISELEMantan Wali Kota New York Michael Bloomberg menyampaikan pidato mengakhiri kampanye kepresidenannya di Hotel Sheraton, New York, Rabu (04/03/2020)

NEW YORK, KOMPAS.com – Miliarder Michael Bloomberg mengumumkan mundur dari pertarungan pemilihan pendahuluan (primary) Partai Demokrat.

“Saya mencalonkan diri untuk mengalahkan Donald Trump. Hari ini saya mengakhiri kampanye saya juga untuk mengalahkan Donald Trump. Jika saya tetap melanjutkan kampanye, tujuan kita bersama akan semakin sulit tercapai,” tutur Bloomberg di Hotel Sheraton, New York, Rabu (4/3/2020) siang waktu setempat, dilansir oleh Politico.

Mantan Wali Kota New York ini menyatakan dukungannya kepada mantan Wakil Presiden Joe Biden untuk mengalahkan Trump pada pilpres November 2020.

“Sangat jelas kandidat yang dapat mengalahkan Trump adalah teman saya Joe Biden.”

Kampanye jor-joran tanpa hasil

Bloomberg selama ini dikenal sebagai seorang bankir Wall Street yang kemudian mendirikan perusahaan penerbitan yang belakangan menggunakan namanya sebagai nama medianya yang fokus pada pemberitaan industri keuangan.

Orang terkaya nomor sembilan di dunia versi majalah Forbes itu menggelontorkan 500 juta dollar AS kekayaannya (Rp 7,08 triliun) untuk membiayai kampanyenya dengan fokus iklan media massa dan media sosial di negara-negara bagian dengan jumlah delegasi besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jumlah iklan yang dibelanjakan Bloomberg seorang hampir menyamai total biaya kampanye empat pesaingnya, yakni Biden, Senator Vermont Bernie Sanders, Senator Massachusetts Elizabeth Warren, dan mantan Wali Kota South Bend Pete Buttigieg.

Salah satu contoh kampanye mahalnya adalah blitz iklan TV berbiaya 37 juta dollar AS (Rp 524 miliar).

Selain belanja iklan, Bloomberg menghabiskan pundi-pundi kekayaannya untuk menggaji 300 staf kampanye, 200 orang di antaranya bekerja intensif di markas kampanyenya di New York.

Bloomberg menggaji para staf kampanyenya hingga 6.000 dollar AS atau Rp 85 juta per bulan. Gaji itu lebih tinggi 70 persen dibandingkan staf kandidat presiden lain yang hanya dibayar 3.500 dollar AS atau Rp 50 juta per bulan.

Baca juga: Pertarungan Capres Demokrat Mengerucut ke Joe Biden Vs Bernie Sanders

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.