Keputusannya Mundur Dianggap Picu Krisis Politik Malaysia, Ini Curahan Hati Mahathir

Kompas.com - 04/03/2020, 22:52 WIB
Perdana Menteri Sementara Malaysia, Mahathir Mohamad, saat berbicara di konferensi pers di Putrajaya, Kamis (27/2/2020). LIM HUEY TENGPerdana Menteri Sementara Malaysia, Mahathir Mohamad, saat berbicara di konferensi pers di Putrajaya, Kamis (27/2/2020).

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menanggapi tudingan bahwa keputusannya mundur jadi pemicu krisis politik.

Dua hari setelah Muhyddin Yassin dilantik sebagai PM pada Minggu (1/3/2020), Mahathir membeberkan alasannya dalam unggahan di Facebook.

Dalam unggahannya Selasa (3/3/2020), Mahathir Mohamad membantah bahwa dia keputusannya mundur menyebabkan gejolak politik di Malaysia.

Baca juga: Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Dia berujar, dia mundur pada 24 Februari karena sudah kehilangan dukungan, di mana dia mengeluhkan sekutunya telah mengkhianatinya.

"PM Malaysia menduga krisis bermula ketika saya, Mahathir Mohamad, mengundurkan diri," tulis poltiisi berjuluk Dr M itu dikutip Straits Times.

 

Dia bersikukuh tidak mungkin jika dia mundur tanpa alasan. Apalagi setelah muncul laporan dia didukung baik koalisi penguasa maupun oposisi.

Salah satunya adalah Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), yang pernah dipimpin oleh Najib Razak, pendahulunya yang kemudian digulingkan.

Politisi berusia 94 tahun itu menyatakan, yang benar adalah dia meletakkan jabatan karena para pendukungnya sudah tidak yakin kepadanya.

Baca juga: Mahathir: Muhyiddin Khianati Saya, si Pecundang Bentuk Pemerintahan

"Seperti yang sudah saya sampaikan di depan Yang di-Pertuan Agong, saya tak memperoleh mayoritas. Jadi, saya tidak layak menjadi PM Malaysia," tegasnya.

Mahathir mengaku, dia menyesalkan fakta bahwa idenya untuk membentuk pemerintahan gabunga, baik dari oposisi maupun koalisi Pakatan Harapan, ditolak.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Pastor dan 2 Biarawati Diculik di Haiti, Pelaku Minta Tebusan Rp 14 Miliar

5 Pastor dan 2 Biarawati Diculik di Haiti, Pelaku Minta Tebusan Rp 14 Miliar

Global
Bill Hwang, Miliarder yang Kehilangan Rp 291,3 Triliun dalam 2 Hari

Bill Hwang, Miliarder yang Kehilangan Rp 291,3 Triliun dalam 2 Hari

Global
Duta Besar Myanmar untuk PBB Desak Larangan Terbang ke Myanmar, Usai Lebih dari 600 Jiwa Tewas

Duta Besar Myanmar untuk PBB Desak Larangan Terbang ke Myanmar, Usai Lebih dari 600 Jiwa Tewas

Global
Iran Sebut Ada Teroris yang Menyerang Fasilitas Nuklirnya

Iran Sebut Ada Teroris yang Menyerang Fasilitas Nuklirnya

Global
Mesir dan Lebanon Umumkan 1 Ramadhan Jatuh pada Selasa, 13 April

Mesir dan Lebanon Umumkan 1 Ramadhan Jatuh pada Selasa, 13 April

Global
Insiden Salah Duduk Presiden Komisi Eropa Saat Temui Erdogan, Presiden Dewan Eropa Malu

Insiden Salah Duduk Presiden Komisi Eropa Saat Temui Erdogan, Presiden Dewan Eropa Malu

Global
Raja Salman Perintahkan Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Dipersingkat

Raja Salman Perintahkan Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Dipersingkat

Global
Caroline Jurie Copot Mahkota Sendiri Setelah Ditangkap atas Insiden Mrs Sri Lanka

Caroline Jurie Copot Mahkota Sendiri Setelah Ditangkap atas Insiden Mrs Sri Lanka

Global
Pengakuan Langka, Pejabat China Akui Vaksinnya Kurang Efektif

Pengakuan Langka, Pejabat China Akui Vaksinnya Kurang Efektif

Global
Kasus Operasi Plastik Korea Selatan, Muncul 'Dokter Hantu' yang Memakan Korban

Kasus Operasi Plastik Korea Selatan, Muncul "Dokter Hantu" yang Memakan Korban

Internasional
Pasukan Rusia Mendekat, Ukraina Ancam Mereka Bisa 'Terprovokasi'

Pasukan Rusia Mendekat, Ukraina Ancam Mereka Bisa "Terprovokasi"

Global
Rencana Pembasmian Kuda Liar Australia Ditentang Berbagai Pihak

Rencana Pembasmian Kuda Liar Australia Ditentang Berbagai Pihak

Global
Aparat Myanmar Tembakkan Granat, 80 Demonstran Tewas

Aparat Myanmar Tembakkan Granat, 80 Demonstran Tewas

Global
Pasukan Koalisi Cegat Enam Drone yang Dikirim Pemberontak Houthi

Pasukan Koalisi Cegat Enam Drone yang Dikirim Pemberontak Houthi

Global
Pangeran Philip Berpulang, Ini Tanggapan Anak-anaknya

Pangeran Philip Berpulang, Ini Tanggapan Anak-anaknya

Global
komentar
Close Ads X