Setelah Trump Telepon, Taliban Bunuh 20 Polisi dan Tentara Afghanistan

Kompas.com - 04/03/2020, 15:17 WIB
Perjanjian damai antara Amerika Serikat (AS) dan Taliban ditandai dengan jabat tangan antara Zalmay Khalilzad yang merupakan utusan AS (kiri), dan Mullah Abdul Ghani Baradar selaku pemimpin Taliban (kanan). Perjanjian damai ditandatangani di Doha, Qatar, Sabtu (29/2/2020). IBRAHEEM AL OMARI/REUTERSPerjanjian damai antara Amerika Serikat (AS) dan Taliban ditandai dengan jabat tangan antara Zalmay Khalilzad yang merupakan utusan AS (kiri), dan Mullah Abdul Ghani Baradar selaku pemimpin Taliban (kanan). Perjanjian damai ditandatangani di Doha, Qatar, Sabtu (29/2/2020).

KABUL, KOMPAS.com - Kelompok ekstrem Taliban membunuh 20 orang perwira Afghanistan dalam rentetan serangan semalaman.

Peristiwa itu terjadi beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia telah melakukan obrolan bagus dengan pemimpin sayap politik pemberontak.

"Prajurit Taliban menyerang setidaknya pos-pos tentara Afghanistan terdepan di distrik Imam Sahib di Kunduz tadi malam. Sebanyak 10 orang tentara dan empat orang polisi tewas," ungkap Safiullah Amiri, salah seorang anggota dewan provinsi.

Pemberontak juga menyerang polisi di pusat provinsi Uruzgan tadi malam dengan juru bicara gubernur Zergai Ebadi memberitakan kepada AFP, "Enam orang polisi terbunuh dan tujuh orang luka-luka."

Baca juga: [POPULER INTERNASIONAL] Politik Kelabu Malaysia | Taliban Enggan Berdamai

Padahal, kesepakatan damai antara AS dan Taliban baru saja ditandatangani di Doha, Qatar pada Sabtu (29/02/2020) lalu. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kesepakatan ini tidak hanya mengakhiri invasi militer AS di Afghanistan tapi juga semestinya membawa kedamaian bagi warga Afghanistan itu sendiri.

Sejak AS menginvasi Afghanistan pada 11 September 2001, puluhan ribu korban jatuh. Kerugiannya bahkan mencapai dua triliun dollar AS (sekitar Rp 28,6 kuadriliun). 

Baca juga: Taliban Enggan Berdamai, Kalau 5.000 Tahanannya Tidak Dibebaskan

Kesepakatan damai AS-Taliban ditandai dengan jabat tangan antara Mullah Abdul Ghani Baradar selaku pemimpin Taliban, dan Zalmay Khalilzad yang merupakan utusan AS.

Draf perjanjian damai berisi empat butir penting di antaranya:

1. AS tarik mundur pasukannya secara bertahap

2. AS lepas tahanan pada 10 Maret

3. Sanksi AS kepada anggota Taliban akan dihapus

4. Taliban harus memenuhi kewajiban-kewajibannnya

Baca juga: Kalau Taliban Langgar Perjanjian Damai, AS Tidak Segan untuk Serang Afghanistan Lagi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

WHO: 180.000 Pekerja Medis Meninggal karena Covid-19

WHO: 180.000 Pekerja Medis Meninggal karena Covid-19

Global
Israel Berencana Bangun Pipa Gas Baru ke Mesir

Israel Berencana Bangun Pipa Gas Baru ke Mesir

Global
Terseret Skandal Pandora Papers, Presiden Ekuador Diselidiki

Terseret Skandal Pandora Papers, Presiden Ekuador Diselidiki

Global
Ratu Elizabeth II Menginap di Rumah Sakit, Kali Pertama dalam Beberapa Tahun Terakhir

Ratu Elizabeth II Menginap di Rumah Sakit, Kali Pertama dalam Beberapa Tahun Terakhir

Global
Tak Terima, Erdogan Ancam Usir 10 Duta Besar Asing Termasuk AS

Tak Terima, Erdogan Ancam Usir 10 Duta Besar Asing Termasuk AS

Global
Kali Pertama Sejak Taliban Berkuasa di Afghanistan, Menlu Pakistan Kunjungi Kabul

Kali Pertama Sejak Taliban Berkuasa di Afghanistan, Menlu Pakistan Kunjungi Kabul

Global
POPULER GLOBAL: Covid-19 di China Merebak Lagi | Cerita WNI Shalat di Masjidil Haram Berkapasitas Penuh

POPULER GLOBAL: Covid-19 di China Merebak Lagi | Cerita WNI Shalat di Masjidil Haram Berkapasitas Penuh

Global
Kisah Misteri Eksperimen Kejam Donald dan Gua, yang Buat Bayi Manusia Seperti Simpanse

Kisah Misteri Eksperimen Kejam Donald dan Gua, yang Buat Bayi Manusia Seperti Simpanse

Global
Korsel Luncurkan Roket Luar Angkasa Domestik Pertama, tapi Misinya Gagal

Korsel Luncurkan Roket Luar Angkasa Domestik Pertama, tapi Misinya Gagal

Global
Ketika Seorang Anak Minta Topi Paus Fransiskus Secara Lansung di Panggung Audiensi Umum

Ketika Seorang Anak Minta Topi Paus Fransiskus Secara Lansung di Panggung Audiensi Umum

Global
Pembunuh Anggota Parlemen Inggris David Amess Didakwa Aksi Terorisme

Pembunuh Anggota Parlemen Inggris David Amess Didakwa Aksi Terorisme

Global
Jenazah Ditemukan Dekat Temuan Barang Milik Tunangan Selebgram Gabby Petito, Brian Laundrie

Jenazah Ditemukan Dekat Temuan Barang Milik Tunangan Selebgram Gabby Petito, Brian Laundrie

Global
Pilih Keluar dari Keluarga Kerajaan, Putri Mako dan Pangeran Harry Punya Kemiripan

Pilih Keluar dari Keluarga Kerajaan, Putri Mako dan Pangeran Harry Punya Kemiripan

Global
3 Tokoh Penting dalam Berdirinya PBB

3 Tokoh Penting dalam Berdirinya PBB

Internasional
Jenis Sanksi Internasional dan Contoh Penerapan Terkini

Jenis Sanksi Internasional dan Contoh Penerapan Terkini

Internasional

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.