Virus Corona di Indonesia: Ini Pendapat Pakar Tentang Panic Buying

Kompas.com - 04/03/2020, 12:59 WIB
Seorang perempuan warga kota Wuhan, China, mengenakan masker untuk menghindari terinfeksi virus corona yang mematikan saat berbelanja di sebuah pasar di kota Wuhan, Minggu (26/2/2020). AFP/HECTOR RETAMALSeorang perempuan warga kota Wuhan, China, mengenakan masker untuk menghindari terinfeksi virus corona yang mematikan saat berbelanja di sebuah pasar di kota Wuhan, Minggu (26/2/2020).

KOMPAS.com - Penyebaran virus corona bisa dikatakan cukup cepat. Sejak penyebaran pertamanya di akhir Desember 2019 (bahkan ada sumber yang mengatakan November 2019), virus corona sudah menginfeksi lebih dari 92 ribu orang di seluruh dunia.

Kondisi ini rupanya menimbulkan kepanikan dalam membeli atau (panic buying). Beberapa masyarakat di negara termasuk Indonesia melakukan panic buying.

Maksudnya, membelanjakan keperluan medis dan hidup secara berlebihan karena takut akan penyebaran virus corona dan sebagai persiapan karantina.

Di Jerman misalnya, meski kementerian negara itu sudah memperingatkan adanya histeria akibat virus corona, beberapa supermarket melaporkan tindakan penimbunan. Di Jerman, kasus seperti itu berlipat ganda. Dalam sehari menjadi 129 kasus.

Di beberapa supermarket di Jerman, warganya panik membeli stok makanan untuk disimpan jika suatu waktu kotanya diisolasi pemerintah seperti kota Wuhan di China.

Pada Jumat (28/02/2020), juru bicara salah satu supermarket terbesar melaporkan bahwa situasi cepat berubah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami menyadari pembelian meningkat untuk bahan makanan dan kalengan di seluruh Jerman," ungkap juru bicara supermarket REWE, Kristina Schütz.

Selain makanan berpengawet dan kalengan, pasta, tisu toilet dan desinfektan juga banyak dibeli warga Jerman.

Baca juga: Ahli Sebut Pasien Sembuh Virus Corona yang Kambuh Tidak Akan Menular

Sementara di Inggris, supermarket di sana menyusun rencana kontingensi yaitu membantu negara mengatasi panic buying yang disebabkan oleh peningkatan wabah virus corona.

Rencananya, supermarket akan bekerja sama dengan pemasok untuk mengurangi berbagai makanan dan bahan makanan yang tersedia juga fokus pada menjaga persediaan produk-produk pokok.

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Misteri Pandemi 1916, Penyakit Tidur yang Buat Banyak Orang Mati dalam Lelap

Kisah Misteri Pandemi 1916, Penyakit Tidur yang Buat Banyak Orang Mati dalam Lelap

Global
Seorang Wanita Potong Penis Suami Gara-gara Alami Kekerasan Rumah Tangga

Seorang Wanita Potong Penis Suami Gara-gara Alami Kekerasan Rumah Tangga

Global
Maut di Bandara Tenerife 1977, Tabrakan Pesawat Korbankan Ratusan Nyawa

Maut di Bandara Tenerife 1977, Tabrakan Pesawat Korbankan Ratusan Nyawa

Global
Hanyut di Laut Setelah Kapal Karam, Ibu Selamatkan Anak-anaknya dengan Menyusui hingga Meninggal

Hanyut di Laut Setelah Kapal Karam, Ibu Selamatkan Anak-anaknya dengan Menyusui hingga Meninggal

Global
Petaka di Udara: 4 Kecelakan Pesawat Terbesar Sepanjang Masa

Petaka di Udara: 4 Kecelakan Pesawat Terbesar Sepanjang Masa

Global
Profil James Marape, Perdana Menteri Papua Nugini

Profil James Marape, Perdana Menteri Papua Nugini

Global
Mansa Musa I dari Kekaisaran Mali, Kaisar Terkaya dalam Sejarah Peradaban Manusia

Mansa Musa I dari Kekaisaran Mali, Kaisar Terkaya dalam Sejarah Peradaban Manusia

Internasional
Tim Sepak Bola Putri Afghanistan Melarikan Diri dengan Burka Lintasi Perbatasan ke Pakistan

Tim Sepak Bola Putri Afghanistan Melarikan Diri dengan Burka Lintasi Perbatasan ke Pakistan

Global
Judas Cradle, Metode Penyiksaan dengan Kursi Piramid, Seperti Apa Itu?

Judas Cradle, Metode Penyiksaan dengan Kursi Piramid, Seperti Apa Itu?

Global
Kisah Tentara AS yang Berduka Jelang Eksekusi Saddam Hussein pada 2006

Kisah Tentara AS yang Berduka Jelang Eksekusi Saddam Hussein pada 2006

Global
Merampok Bank, Diunggah ke YouTube: Kisah Sensasional Hannah Sabata

Merampok Bank, Diunggah ke YouTube: Kisah Sensasional Hannah Sabata

Global
Fakta Tak Terduga Hitler, Bercita-cita jadi Imam hingga Nominasi Nobel

Fakta Tak Terduga Hitler, Bercita-cita jadi Imam hingga Nominasi Nobel

Global
Gliese 1214 b, Planet Kaya Air tapi Tak Bisa Ditinggali, Mengapa?

Gliese 1214 b, Planet Kaya Air tapi Tak Bisa Ditinggali, Mengapa?

Global
Taliban Sita Rp 176 Miliar Uang dan Emas dari Mantan Pejabat Afghanistan

Taliban Sita Rp 176 Miliar Uang dan Emas dari Mantan Pejabat Afghanistan

Global
Kisah David Purnomo, Masih 14 Tahun Sudah Diterima Kuliah di AS

Kisah David Purnomo, Masih 14 Tahun Sudah Diterima Kuliah di AS

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.