Korea Selatan Umumkan Perang Melawan Infeksi Virus Corona

Kompas.com - 03/03/2020, 16:17 WIB
Pekerja menyemprotkan disinfektan di Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan, 24 Februari 2020, setelah diketahui bahwa seseorang yang mengambil bagian dalam sesi diskusi pada 19 Februari di Majelis telah terbukti positif terkena virus coronavirus. Parlemen mengatakan bahwa desinfeksi akan dilakukan secara bertahap hingga 26 Februari. EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT YONHAPPekerja menyemprotkan disinfektan di Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan, 24 Februari 2020, setelah diketahui bahwa seseorang yang mengambil bagian dalam sesi diskusi pada 19 Februari di Majelis telah terbukti positif terkena virus coronavirus. Parlemen mengatakan bahwa desinfeksi akan dilakukan secara bertahap hingga 26 Februari. EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Selatan melalui Presiden Moon Jae-in mengumumkan bahwa saat ini, negaranya tengah mengumumkan perang melawan wabah virus corona.

Moon pun mengumumkan bahwa seluruh badan pemerintahan dalam kondisi darurat selama 24 jam penuh, setelah kasus infeksi hampir mencapai 5.000.

Korea Selatan mencatat pertumbuhan signifikan infeksi virus corona dalam beberapa hari terakhir, dengan total pasien mencapai 4.812 orang.

Baca juga: Pemimpin Sekte Sesat di Korea Selatan Dijerat Pasal Pembunuhan Terkait Penyebaran Virus Corona

Besrnya pasien yang terjangkit memaksa Seoul menunda konser K-Pop, acara olahraga, hingga memperpanjang masa libur sekolah selama tiga pekan.

Bank sentral pun memperingatkan, wabah virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu bisa menghambat pembangunan di kuarter pertama dari negara dengan ekonomi terkuat ke-12 dunia itu.

Dalam konferensi pers, Moon menyatakan pemerintahannya akan menggelontorkan dana hingga 30 triliun won, atau sekitar Rp 358,8 triliun.

Dikutip AFP Selasa (3/3/2020), dan itu akan digunakan untuk mendongkrak perekonomian di tengah "situasi suram" akibat SARS-Cov-2.

"Seluruh negara saat ini tengah memasuki masa perang dengan penyakit mematikan ini," tegas Moon, yang menginstruksikan seluruh dinas untuk siaga.

Baca juga: Umumkan Seluruh Penderita Virus Corona Sembuh, Apa Tips Vietnam?

Pernyataan itu dilontarkan setelah Negeri "Ginseng" mengonfirmasi adanya 477 kasus baru, dengan total korban meninggal saat ini mencapai 28 orang.

Lebih dari setengah kasus berasal dari Gereja Shincheonji Yesus, sebuah kelompok keagamaan yang kontroversial karena dianggap sesat.

Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X