Taliban Enggan Berdamai, Kalau 5.000 Tahanannya Tidak Dibebaskan

Kompas.com - 02/03/2020, 21:50 WIB
Salah satu pendiri Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar (kanan) meninggalkan ruangan setelah menandatangani perjanjian damai dengan Amerika Serikat (AS) di Doha, Qatar, Sabtu (29/2/2020). STRINGER/EPA-EFESalah satu pendiri Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar (kanan) meninggalkan ruangan setelah menandatangani perjanjian damai dengan Amerika Serikat (AS) di Doha, Qatar, Sabtu (29/2/2020).

 

KABUL, KOMPAS.com - Senin (2/3/2020) Taliban mengatakan pihaknya akan kembali melancarkan serangan ke pasukan keamanan Afghanistan.

Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, pada kantor berita AFP.

"Pengurangan kekerasan... telah berakhir sekarang dan operasi kami akan berlanjut seperti biasa," ucapnya.

Pemicunya adalah keengganan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, untuk melepas 5.000 tahanan Taliban sebagai bagian dari persyaratan perjanjian intra-Afghanistan.

"Pemerintah Afghanistan telah memutuskan untuk menolak pembebasan 5.000 tawanan Taliban," ucap Ghani pada wartawan di Kabul, Minggu (1/3/2020).

Baca juga: Presiden Afghanistan Tolak Bebaskan 5.000 Tahanan Sesuai Perjanjian Damai AS-Taliban

Ghani menolaknya dengan alasan pembebasan tawanan Taliban bukan wewenang AS.

"Bukan wewenang AS untuk memutuskan, mereka hanya fasilitator," kata presiden Afghanistan ke-13 itu.

Deklarasi penyerangan Taliban muncul hanya sehari setelah Ghani mengatakan akan melanjutkan gencatan senjata parsial, setidaknya sampai 10 Maret 2020 saat perundingan intra-Afghanistan dihelat.

"Kami sepenuhnya siap untuk pembicaraan intra-Afghanistan, tetapi kami menunggu pembebasan 5.000 tahanan kami," kata Mujahid dikutip dari Reuters.

"Jika 5.000 tahanan kami -lebih atau kurang 100-200 tidak masalah- tidak dibebaskan, tidak akan ada perundingan intra-Afghanistan," tegasnya.

Baca juga: Kalau Taliban Langgar Perjanjian Damai, AS Tidak Segan untuk Serang Afghanistan Lagi

Halaman:

Sumber Reuters,AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akibat Ledakan Besar di Lebanon 300.000 Penduduk Kehilangan Rumah

Akibat Ledakan Besar di Lebanon 300.000 Penduduk Kehilangan Rumah

Global
AS-China Kemungkinan akan Tinjau Ulang Kesepakatan Dagang

AS-China Kemungkinan akan Tinjau Ulang Kesepakatan Dagang

Global
Pasca-Ledakan Dahsyat Palang Merah Lebanon Terdesak Kebutuhan Donor Darah

Pasca-Ledakan Dahsyat Palang Merah Lebanon Terdesak Kebutuhan Donor Darah

Global
Kematian akibat Covid-19 Tembus 700.000, 1 Kematian Tiap 15 Detik

Kematian akibat Covid-19 Tembus 700.000, 1 Kematian Tiap 15 Detik

Global
Rusia Kirim 5 Pesawat Berisi Bantuan Kemanusiaan, Perancis Kirim 2 Pesawat Militer Pasca-ledakan di Lebanon

Rusia Kirim 5 Pesawat Berisi Bantuan Kemanusiaan, Perancis Kirim 2 Pesawat Militer Pasca-ledakan di Lebanon

Global
Pejabat Kementerian Pertahanan AS Tolak Klaim Trump Soal Ledakan Besar di Beirut, Lebanon

Pejabat Kementerian Pertahanan AS Tolak Klaim Trump Soal Ledakan Besar di Beirut, Lebanon

Global
Israel Bantah Terlibat dalam Ledakan di Beirut, Lebanon

Israel Bantah Terlibat dalam Ledakan di Beirut, Lebanon

Global
Seperti Inilah Kondisi Beirut, Lebanon, Setelah Ledakan yang Tewaskan 100 Orang

Seperti Inilah Kondisi Beirut, Lebanon, Setelah Ledakan yang Tewaskan 100 Orang

Global
Korban Tewas Ledakan di Beirut, Lebanon, Telah Mencapai 100 Orang

Korban Tewas Ledakan di Beirut, Lebanon, Telah Mencapai 100 Orang

Global
Ledakan di Pabrik Kimia di China, 6 Orang Tewas

Ledakan di Pabrik Kimia di China, 6 Orang Tewas

Global
7 Fakta Ledakan di Beirut, Lebanon, Setara Seperlima Ledakan di Hiroshima

7 Fakta Ledakan di Beirut, Lebanon, Setara Seperlima Ledakan di Hiroshima

Global
'Youssef, Ayah Sudah Pergi ke Surga'

"Youssef, Ayah Sudah Pergi ke Surga"

Global
Ringkasan Ledakan yang Mengguncang Beirut, Lebanon, dari Jumlah Korban hingga Dugaan Penyebabnya

Ringkasan Ledakan yang Mengguncang Beirut, Lebanon, dari Jumlah Korban hingga Dugaan Penyebabnya

Global
Pemerintah Lebanon Siapkan Dana Darurat 66 Juta Dollar AS untuk Tangani Ledakan Besar di Beirut

Pemerintah Lebanon Siapkan Dana Darurat 66 Juta Dollar AS untuk Tangani Ledakan Besar di Beirut

Global
Kisah Korban Ledakan di Lebanon: Saya Tak Percaya Saya Masih Hidup

Kisah Korban Ledakan di Lebanon: Saya Tak Percaya Saya Masih Hidup

Global
komentar
Close Ads X