Keluarga Korban Bully Quaden Bayles Tolak Donasi Rp 5,3 Miliar

Kompas.com - 28/02/2020, 08:47 WIB
Quaden Bayles dan ibunya, Yarraka Bayles. Quaden mengalami perundungan karena kondisi fisiknya yang memiliki kelainan dwarfisme. (DAILY MAIL) DAILY MAILQuaden Bayles dan ibunya, Yarraka Bayles. Quaden mengalami perundungan karena kondisi fisiknya yang memiliki kelainan dwarfisme. (DAILY MAIL)

SYDNEY,KOMPAS.com - Sempat viral di media sosial, sosok Quaden Bayles, bocah 9 tahun yang mengalami perundungan ( bully) kini menerima banyak donasi dari berbagai kalangan.

Donasi yang dia terima saat ini sebanyak 308 ribu dollar AS atau setara dengan Rp 5,3 miliar.

Keluarga Quaden memberitahu media lokal Australia bahwa mereka sangat tersentuh dengan respon dari banyak orang. Namun, mereka menginginkan tetap fokus kepada masalah yang sebenarnya.

"Quaden telah di-bully. Berapa banyak kasus bunuh diri, baik orang kulit putih maupun kulit hitam, di masyarakat kita yang terjadi karena bully?" ujar Mundanara Bayles, bibi dari Quaden Bayles.

Baca juga: Korban Bully Quaden Bayles Dikabarkan Berusia 18 Tahun, Ini Fakta Sebenarnya

Dia juga menambahkan bahwa seluruh donasi yang diterima untuk Quaden Bayles akan disumbangkan ke organisasi dan komunitas-komunitas yang lebih membutuhkan.

Keluarga Quaden lebih tepatnya menjelaskan ke mana uang tersebut akan disumbangkan. Ada dua komunitas di antaranya Dwarfism Awareness Australia dan The Balunu Healing Foundation.

Pemberian donasi itu sebelumnya sudah disepakati keluarga Quaden dengan Brad Williams, aktor sekaligus komedian AS yang memulai kampanye donasi melalui GoFundMe. Brad Williams sendiri juga mengalami kondisi yang sama dengan Quaden, yaitu mengidap Achondroplasia atau kekerdilan.

Brad William juga mengatakan di situs kampanye GoFundMe apabila terdapat kelebihan uang dari perjalanan ke Disneyland, bisa dipakai untuk donasi kepada gerakan amal anti-bully dan anti-penyalahgunaan.

Baca juga: Quaden Bayles, Anak Korban Bully di Australia Terima Donasi Rp 2,6 Miliar

Sebelumnya, Quaden Bayles pernah dirumorkan buruk.  Sebuah teori konspirasi jahat mengungkapkan adanya kecurangan yang dilakukannya.

Bocah usia 9 tahun itu dianggap telah memalsukan jati dirinya. Dalam unggahan yang beredar, dia disebut sebenarnya berusia 18 tahun dan membuat video tentang keinginan bunuh diri agar mendapat banyak donasi.

Namun ternyata, berita tersebut adalah hoaks. Quaden Bayles adalah anak kecil berusia sembian tahun.

Pada 2015, Studio 10 Australian Network pernah mewawancarai Quaden Bayles dan ibunya, Yarraka Bayles. Saat itu dikatakan kalau usia Quaden 4 tahun.

Pembawa acaranya saat itu mengatakan, "Quaden Bayles berusia 4 tahun, berasal dari Brisbane dan merupakan sosok inspiratif. Kampanyenya ingin meningkatkan kesadaran orang-orang tentang dwarfisme."

Baca juga: Kisah Sedih Quaden Bayles, Anak Korban Bully yang Menangis Histeris


Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dubes RI Hajriyanto: Krisis Mengubah Budaya Politik di Lebanon

Dubes RI Hajriyanto: Krisis Mengubah Budaya Politik di Lebanon

Global
Rusia Tawarkan jadi Tuan Rumah Pembicaraan Damai Perang Armenia-Azerbaijan

Rusia Tawarkan jadi Tuan Rumah Pembicaraan Damai Perang Armenia-Azerbaijan

Global
Komentari Debat Capres AS, Biden: Trump Aib Nasional

Komentari Debat Capres AS, Biden: Trump Aib Nasional

Global
Terjadi Lagi, dalam Seminggu 2 Gadis Kasta Rendah Tewas Diperkosa di India

Terjadi Lagi, dalam Seminggu 2 Gadis Kasta Rendah Tewas Diperkosa di India

Global
Irak Mengecam Ancaman Penarikan Kedutaan AS yang 'Berbahaya'

Irak Mengecam Ancaman Penarikan Kedutaan AS yang "Berbahaya"

Global
Otoritas China Pasang Keamanan Ketat di Hong Kong Jelang Hari Nasional

Otoritas China Pasang Keamanan Ketat di Hong Kong Jelang Hari Nasional

Global
Dikritik Biden Soal Deforestasi Hutan Amazon, Jair Bolsonaro: Ancaman Pengecut

Dikritik Biden Soal Deforestasi Hutan Amazon, Jair Bolsonaro: Ancaman Pengecut

Global
Terlibat 'Sekte Budak Seks', Pewaris Kekayaan Perusahaan Miras Dipenjara

Terlibat 'Sekte Budak Seks', Pewaris Kekayaan Perusahaan Miras Dipenjara

Global
AS Akan Blokir Minyak Sawit dari Produsen Besar Malaysia

AS Akan Blokir Minyak Sawit dari Produsen Besar Malaysia

Global
Balita Tewas Setelah Diserang Anjing Penjaga di Bagian Alat Kelaminnya

Balita Tewas Setelah Diserang Anjing Penjaga di Bagian Alat Kelaminnya

Global
Timothy Brown, Orang Pertama yang Sembuh dari HIV Meninggal karena Kanker

Timothy Brown, Orang Pertama yang Sembuh dari HIV Meninggal karena Kanker

Global
Di Taman Margasatwa Inggris Sekelompok Burung Beo Jago Mengumpat, Terpaksa Dihentikan

Di Taman Margasatwa Inggris Sekelompok Burung Beo Jago Mengumpat, Terpaksa Dihentikan

Global
Didesak untuk Kecam China, Paus Fransiskus Enggan Temui Menlu AS

Didesak untuk Kecam China, Paus Fransiskus Enggan Temui Menlu AS

Global
[POPULER GLOBAL] Debat Pilpres AS Panas dan Kacau! | Biden ke Trump: Bisakah Kau Diam, Bung?

[POPULER GLOBAL] Debat Pilpres AS Panas dan Kacau! | Biden ke Trump: Bisakah Kau Diam, Bung?

Global
Pengadilan Bebaskan Petinggi Partai Berkuasa yang Terlibat Kasus Pembongkaran Masjid Kuno Abad ke-16

Pengadilan Bebaskan Petinggi Partai Berkuasa yang Terlibat Kasus Pembongkaran Masjid Kuno Abad ke-16

Global
komentar
Close Ads X