Saat Trump Berpidato di Acara "Namaste Trump", Sepertiga dari 125 Ribu Orang Pulang

Kompas.com - 25/02/2020, 13:42 WIB
Warga India datang ke Sardar Patel Stadium, untuk menghadiri Namaste Trump yang menampilkan Donald Trump bersama Narendra Modi di Ahmedabad, India, Senin (24/2/2020). REUTERS/Adnan Abidi ADNAN ABIDIWarga India datang ke Sardar Patel Stadium, untuk menghadiri Namaste Trump yang menampilkan Donald Trump bersama Narendra Modi di Ahmedabad, India, Senin (24/2/2020). REUTERS/Adnan Abidi

AHMEDABAD, KOMPAS.com - Ratusan ribu orang dilaporkan menghadiri acara "Namaste Trump" pada Senin (25/2/2020), tetapi sepertiga dari mereka langsung pulang sebelum acara selesai.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba di India pada Senin (25/2/2020). Di Negeri "Bollywood" Trump mendapat sambutan meriah dalam acara pidatonya yang bernama " Namaste Trump".

Di dalam kunjungannya selama dua hari tersebut, Trump bersama Perdana Menteri India Narenda Modi menghelat kampanye yang diklaim dihadiri 125 ribu penonton. Kampanye dihelat di Motera Stadium, stadion kriket terbesar di dunia.

Meski demikian, walau Trump menyebut ada 125 ribu orang yang datang untuk berjumpa dengannya, tapi faktanya lebih dari sepertiga penonton pulang sebelum pidatonya yang berlangsung selama 27 menit itu selesai.

"Amerika cinta India, Amerika menghormati India, dan Amerika akan selalu percaya serta menjadi teman setia untuk orang-orang India," kata Trump dikutip dari The New York Times Senin (24/2/2020).

Kemudian para penonton lainnya angkat kaki setelah Modi berbicara seusai Trump merampungkan pidatonya.

"Presiden Trump berpikir ke depan, dan dunia tahu apa yang dia lakukan untuk mewujudkan mimpi Amerika," ucap Modi penuh semangat, yang disambut teriakan meriah penonton.

Baca juga: Di India, Trump Yakin Bakal Disambut Jutaan Orang

Acara "Namaste Trump" dimeriahkan dengan lantunan lagu dari penyanyi-penyanyi populer India, penari dan musik, yang digelar di bawah cerahnya sinar matahari.

Sementara itu di luar stadion, bertebaran puluhan spanduk dan papan iklan dengan tampilan wajah Trump. Sambutan yang membuat presiden berusia 73 tahun itu puas dan terkesan.

"Dua orang berjiwa dinamis, satu peristiwa penting," demikian kalimat yang tertulis di sebuah billboard di Ahmedabad.

"Kami akan selalu mengingat sambutan yang mengesankan ini. Kami akan mengingatnya selamanya," ucap Trump membuka pidatonya di "Namaste Trump" yang diikuti teriakan meriah penonton.

"Mulai hari ini sampai selanjutnya, India akan selalu mendapat tempat spesial di hati kami," lanjutnya.

Melania Trump (kiri), Donald Trump (tengah), dan Narendra Modi (kanan) di acara Namaste Trump, Senin (24/2/2020). REUTERS/Al DragoALEXANDER DRAGO Melania Trump (kiri), Donald Trump (tengah), dan Narendra Modi (kanan) di acara Namaste Trump, Senin (24/2/2020). REUTERS/Al Drago

Baca juga: RI Dicoret dari Daftar Negara Berkembang Gara-gara Donald Trump Ngambek

Lucunya, meski Trump mengindikasikan keakraban AS dan India dia justru salah mengucapkan nama pemain kriket tenar di sana dan nama bintang Bollywood.

Trump juga melakukan salah pengucapan saat menyebut nama-nama kota seperti Ahmedabad, lokasi digelarnya acara "Namaste Trump", dan Gujarat yang merupakan kandang politik Narendra Modi.

Trump dan Modi sebelumnya pernah tampil di depan publik, saat sang Perdana Menteri India berkunjung ke AS, September 2019. Saat itu keduanya menggelar acara di stadion sepak bola Houston, yang juga dihadiri massa dengan jumlah besar.

Baca juga: Trump Bersedia Ampuni Pendiri WikiLeaks, asalkan...

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peragakan 'Chokehold' yang Digunakan untuk Pria Kulit Hitam Saat Berfoto, 3 Polisi Ini Dipecat

Peragakan "Chokehold" yang Digunakan untuk Pria Kulit Hitam Saat Berfoto, 3 Polisi Ini Dipecat

Global
Kasus Virus Corona Kembali Naik, Catalonia Lockdown 210.000 Orang

Kasus Virus Corona Kembali Naik, Catalonia Lockdown 210.000 Orang

Global
Presiden Putin Ejek Bendera Pelangi yang Dikibarkan di Kedutaan AS

Presiden Putin Ejek Bendera Pelangi yang Dikibarkan di Kedutaan AS

Global
AS Borong 500.000 Paket Remdesivir, Sepaket Harganya Rp 45 Juta

AS Borong 500.000 Paket Remdesivir, Sepaket Harganya Rp 45 Juta

Global
Lengan dan Payudara Terluka karena Serangan Udara, Samia Hussein Salahkan ISIS

Lengan dan Payudara Terluka karena Serangan Udara, Samia Hussein Salahkan ISIS

Global
Banjir sampai Lantai 2, 14 Orang di Panti Jompo Jepang Diduga Tewas akibat Serangan Jantung

Banjir sampai Lantai 2, 14 Orang di Panti Jompo Jepang Diduga Tewas akibat Serangan Jantung

Global
Kasus Covid-19 di AS Masih Tinggi, Begini Dalih Trump

Kasus Covid-19 di AS Masih Tinggi, Begini Dalih Trump

Global
Cegah Tentara Turki Masuk Lebih Jauh, Pasukan Irak Siaga di Perbatasan

Cegah Tentara Turki Masuk Lebih Jauh, Pasukan Irak Siaga di Perbatasan

Global
Sehari Sebelum Meninggal karena Covid-19, Pria Ini Tulis Pesan Penyesalan

Sehari Sebelum Meninggal karena Covid-19, Pria Ini Tulis Pesan Penyesalan

Global
Kompleks Rumah PM Kanada Disusupi Tentara, Pelaku Bawa Senjata Ilegal

Kompleks Rumah PM Kanada Disusupi Tentara, Pelaku Bawa Senjata Ilegal

Global
Korea Utara Merasa Tidak Butuh Bertatap Muka dengan Presiden AS

Korea Utara Merasa Tidak Butuh Bertatap Muka dengan Presiden AS

Global
Irak akan Tukar Minyak dengan Makanan dari Lebanon

Irak akan Tukar Minyak dengan Makanan dari Lebanon

Global
Terekam Keluar Telanjang Saat Rapat Online, Anggota Dewan Ini Tawarkan Mundur

Terekam Keluar Telanjang Saat Rapat Online, Anggota Dewan Ini Tawarkan Mundur

Global
Rusia Kerahkan Militer ke Perbatasan, Ukraina: Serangan Bisa datang Kapan Saja

Rusia Kerahkan Militer ke Perbatasan, Ukraina: Serangan Bisa datang Kapan Saja

Global
India Terus Gempur Produk China, Ponsel dan Farmasi Jadi Target Berikutnya

India Terus Gempur Produk China, Ponsel dan Farmasi Jadi Target Berikutnya

Global
komentar
Close Ads X