3 Opsi yang Bakal Terjadi Selepas Mahathir Mohamad Mundur

Kompas.com - 25/02/2020, 10:40 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad AFPPerdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad

Ketika itu, Mahathir disebut bakal menyerahkan kursi kepada Anwar setelah menjabat selama dua tahun, atau hingga Mei 2020.

3. Raja Malaysia memutuskan mengadakan pemilu dini

Jika kubu Mahathir dan Anwar sama-sama tidak bisa menggaet kursi mayoritas, dan Raja Malaysia memutuskan untuk mengadakan pemilihan ulang.

Reuters melaporkan, Raja Malaysia dapat membubarkan parlemen yang sekarang, dan melakukan penunjukan ulang untuk mengangkat perdana menteri baru.

Baca juga: Mundur, Mahathir Mohamad Pegang Rekor PM Malaysia Terlama dan Terpendek dalam Sejarah

Apa pun nanti pilihan yang diambil, koalisi akan membuat kebijakan bagi suku Melayu, yang menikmati akses istimewa mulai dari pembiayaan publik hingga 30 persen kuota kepemilikan saham dalam bisnis.

Meski begitu, siapa pun nantinya yang berkoalisi, mereka tetap dihadapkan persoalan yang sama di Malaysia, yaitu memerangi korupsi dan menangani persoalan harian masyarakat.

Baca juga: 75 Tahun Perjalanan Karier Politik Mahathir Mohamad

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditanya Apa Punya Masalah dengan Anwar Ibrahim, Mahathir: Tanya Sendiri ke Dia

Ditanya Apa Punya Masalah dengan Anwar Ibrahim, Mahathir: Tanya Sendiri ke Dia

Global
Anggota Komunitas Telanjang Inggris Naik 100 Persen Selama Pandemi Virus Corona

Anggota Komunitas Telanjang Inggris Naik 100 Persen Selama Pandemi Virus Corona

Global
Mantan Presiden AS George W Bush Tak Akan Pilih Trump di Pilpres 2020

Mantan Presiden AS George W Bush Tak Akan Pilih Trump di Pilpres 2020

Global
Pelaku Kasus Gajah Mati Makan Petasan Ditangkap, Terancam Dipenjara 7 Tahun

Pelaku Kasus Gajah Mati Makan Petasan Ditangkap, Terancam Dipenjara 7 Tahun

Global
Penuh Haru, Pastor Ini Lakukan Perjamuan Kudus pada Pasien Covid-19 Sambil Pakai APD

Penuh Haru, Pastor Ini Lakukan Perjamuan Kudus pada Pasien Covid-19 Sambil Pakai APD

Global
Sikap Trump Bikin Partai Republik Khawatir di Pilpres AS 2020

Sikap Trump Bikin Partai Republik Khawatir di Pilpres AS 2020

Global
Kronologi dan Dampak Terbunuhnya Pimpinan Al Qaeda Afrika Utara, Abdelmalek Droukdel

Kronologi dan Dampak Terbunuhnya Pimpinan Al Qaeda Afrika Utara, Abdelmalek Droukdel

Global
21.000 Ton Minyak Tumpah di Siberia, AS Ingin Bantu Bersih-bersih

21.000 Ton Minyak Tumpah di Siberia, AS Ingin Bantu Bersih-bersih

Global
Terungkap, Trump Ingin 10.000 Tentara Tangani Demo George Floyd di Washington

Terungkap, Trump Ingin 10.000 Tentara Tangani Demo George Floyd di Washington

Global
Peselancar Ini Tewas dalam Serangan Hiu di Australia

Peselancar Ini Tewas dalam Serangan Hiu di Australia

Global
Bikin Mesin Cuci Tangan, Bocah asal Kenya Ini Raih Penghargaan Presiden

Bikin Mesin Cuci Tangan, Bocah asal Kenya Ini Raih Penghargaan Presiden

Global
Dorong Kakek 75 Tahun Saat Demo George Floyd, 2 Polisi Ini Jadi Tersangka

Dorong Kakek 75 Tahun Saat Demo George Floyd, 2 Polisi Ini Jadi Tersangka

Global
Kepala Tempat Perlindungan 'Wanita Penghibur' Korea Selatan Ditemukan Tewas

Kepala Tempat Perlindungan 'Wanita Penghibur' Korea Selatan Ditemukan Tewas

Global
Bersepeda Dianggap Solusi Aman Berkendara di Tengah Pandemi Covid-19

Bersepeda Dianggap Solusi Aman Berkendara di Tengah Pandemi Covid-19

Global
'Jangan Biarkan Kematian George Floyd Sia-sia'

"Jangan Biarkan Kematian George Floyd Sia-sia"

Global
komentar
Close Ads X