Anwar Ibrahim: Mahathir Dimanfaatkan

Kompas.com - 24/02/2020, 16:59 WIB
Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di kantornya, Kamis (20/6/2019) AFP Forum via Anadolu Agency/Adli GhazaliPresiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di kantornya, Kamis (20/6/2019)

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Terkait mundurnya Mahathir Mohamad sebagai Perdana Menteri Malaysia, politisi senior Anwar Ibrahim menyatakan ada kemungkinan sang PM dimanfaatkan.

Saat ditemui awak media di markas PKR hari ini (24/2/2020), Anwar ditanyai kemungkinan Dr Mahathir berusaha atau berencana gabung ke partai oposisi.

"Bukan, saya pikir ini bukan dirinya karena namanya dimanfaatkan, oleh mereka yang berada di partai saya atau di luar partai, memakai namanya," ucap Anwar dikutip dari Malay Mail Senin (24/2/2020).

"Dia (Mahathir) berkata dan menegaskan kepadaku sebelumnya, bahwa dia tidak ambil bagian dan mengklarifikasi, kalau dia tidak akan bekerja dengan anggota rezim masa lalu," lanjut Anwar.

Baca juga: Mundur dari PM Malaysia, Berikut Karier Politik Mahathir Mohamad

Presiden PKR (Parti Keadilan Rakyat) juga mengungkapkan ia sempat meyakinkan Mahathir agar tidak mengundurkan diri, tetapi usahanya sia-sia.

"Kami berdiskusi dan melayangkan banding atas nama Keadilan dan Pakatan Harapan (PH), bahwa kejadian ini bisa diatasi bersama."

"Tapi tentu saja dia punya pikiran berbeda, dan mengira tidak akan diperlakukan dengan cara seperti ini, untuk bekerja dengan orang-orang yang diyakini korup," terangnya.

Lebih lanjut, Anwar menuturkan kejelasan tentang siapa penerus Mahathir bisa diketahui pukul 5 sore waktu setempat hari ini.

Ketika ditanya apakah dirinya yang akan jadi pengganti, Anwar menjawab "Kita lihat saja nanti."

Di samping pengunduran diri Mahathir sebagai perdana menteri, Partai Bersatu juga keluar dari koalisi PH yang membuat 11 anggota parlemen menjadi independen.

Peristiwa ini juga membuat PH menjadi pemerintahan minoritas, karena kursi di parlemen tidak mencapai dua pertiganya.

Baca juga: Sebelum Mundur, Mahathir Sempat Temui Anwar Ibrahim


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game 'Among Us'

Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game "Among Us"

Global
Klaster Virus Corona Gedung Putih Bertambah, Ajudan Wapres AS Positif Covid-19

Klaster Virus Corona Gedung Putih Bertambah, Ajudan Wapres AS Positif Covid-19

Global
Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Hendak Kabur, Remaja Palestina Tewas Dipukuli Tentara Israel

Hendak Kabur, Remaja Palestina Tewas Dipukuli Tentara Israel

Global
Tak Terima Dihina Turki, Perancis Panggil Duta Besarnya

Tak Terima Dihina Turki, Perancis Panggil Duta Besarnya

Global
Pengawalnya Positif Covid-19, Raja Thailand Dilarikan ke Rumah Sakit

Pengawalnya Positif Covid-19, Raja Thailand Dilarikan ke Rumah Sakit

Global
Viral Video Raja Thailand Vajiralongkorn Ucapkan Terima Kasih kepada Pendukungnya

Viral Video Raja Thailand Vajiralongkorn Ucapkan Terima Kasih kepada Pendukungnya

Global
Sarang 'Lebah Pembunuh' Ditemukan, Departemen Pertanian Washington Turunkan Kru Pembasmi

Sarang 'Lebah Pembunuh' Ditemukan, Departemen Pertanian Washington Turunkan Kru Pembasmi

Global
Bom Bunuh Diri Serang Pusat Pendidikan di Afghanistan, Tewaskan 24 Orang

Bom Bunuh Diri Serang Pusat Pendidikan di Afghanistan, Tewaskan 24 Orang

Global
Pangeran Brunei 'Abdul' Azim Meninggal di Usia 38 Tahun

Pangeran Brunei 'Abdul' Azim Meninggal di Usia 38 Tahun

Global
Kumbang Tangguh Ini Jadi Inspirasi Ilmuwan untuk Rancang Pesawat Lebih Kuat

Kumbang Tangguh Ini Jadi Inspirasi Ilmuwan untuk Rancang Pesawat Lebih Kuat

Global
Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara

Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara

Global
Biografi Lee Kun-hee, Bos Samsung Perombak Perusahaan Warisan Ayahnya

Biografi Lee Kun-hee, Bos Samsung Perombak Perusahaan Warisan Ayahnya

Global
Kronologi Demo Nigeria: Kebrutalan Polisi dan Tuntutan Reformasi

Kronologi Demo Nigeria: Kebrutalan Polisi dan Tuntutan Reformasi

Global
Bunuh Korban dengan Racun 'Napas Iblis' Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

Bunuh Korban dengan Racun "Napas Iblis" Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

Global
komentar
Close Ads X