Atlet Gulat asal China Dikarantina Di Serbia

Kompas.com - 21/02/2020, 17:07 WIB
Pria memakai masker di sepanjang jalan di Shanghai, China. February 20, 2020. REUTERS/Aly Song ALY SONGPria memakai masker di sepanjang jalan di Shanghai, China. February 20, 2020. REUTERS/Aly Song

BELGRADE, KOMPAS.com - Pegulat China di Olimpiade Tokyo melakukan training di karantina di Serbia setelah kompetisi dipindahkan dari China ke Kyrgyzstan karena virus corona.

Berdasarkan Persatuan Gulat Dunia, atlet-atlet China dikabarkan telah mengalami proses karantina yang panjang di Ibukota Serbia, Belgrade dan kemudian diterbangkan ke Bishkek, Ibukota Kyrgyzstan untuk kualifikasi olimpiade pada 27-29 Maret mendatang.

Para atlet telah melewati evaluasi dari para pakar medis di China sebelum meninggalkan negara mereka dan juga melewati evaluasi dari pejabat setempat Belgrade.

Baca juga: Dianggap Penyebab Virus Corona, China Bakal Keluarkan Larangan Konsumsi Hewan Liar

Di Serbia, para pegulat asal China ini disediakan alat-alat training, matras gulat dan segala kebutuhan yang diperlukan untuk training.

Xian, salah satu atlet asal China mengaku telah dijadwalkan untuk mengikuti turnamen di tanggal yang sama namun beberapa acara kompetisi olahraga bahkan tertunda atau dibatalkan dan dipindahkan dari China karena penyebaran virus corona yang telah menewaskan lebih dari 2.200 jiwa.

Menurut presiden Persatuan Gulat Dunia, Nenad Lalovic, perpindahan acara kompetisi bukanlah suatu hal yang ideal. Namun mereka perlu mempertimbangkan kesehatan para atlet dan memastikan bahwa tiap orang yang berkompetisi dan terkualifikasi mampu memiliki kesempatan.

Baca juga: Penularan Virus Corona Mulai dari Darah, Tinja Sampai Aerosol

Sejak virus corona menyebar di kota Wuhan, Provinsi Hubei pada Desember 2019 silam, beberapa negara lain sudah tertular wabah tersebut.

Penyebaran virus corona tergolong cepat dengan laju pertumbuhan angka infeksi yang cukup besar yakni sebanyak lebih dari 75 ribu kasus di seluruh dunia. Sebagian besar angka infeksi berasal dari daratan utama China, begitu pun angka kematiannya.

Meski pun sebanyak lebih dari 14 ribu orang dinyatakan sembuh, virus corona masih dapat dilacak.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembatalan Ibadah Haji 2020 Juga Berdampak ke WNI di Mekkah

Pembatalan Ibadah Haji 2020 Juga Berdampak ke WNI di Mekkah

Global
Demi Bisa Lihat Anak-anaknya Saat Karantina, Pria Ini Menyamar

Demi Bisa Lihat Anak-anaknya Saat Karantina, Pria Ini Menyamar

Global
Cek Fakta, Pernyataan Trump Saat Demo Rusuh yang Tidak Sesuai Kenyataan

Cek Fakta, Pernyataan Trump Saat Demo Rusuh yang Tidak Sesuai Kenyataan

Global
Ditanya Apa Punya Masalah dengan Anwar Ibrahim, Mahathir: Tanya Sendiri ke Dia

Ditanya Apa Punya Masalah dengan Anwar Ibrahim, Mahathir: Tanya Sendiri ke Dia

Global
Anggota Komunitas Telanjang Inggris Naik 100 Persen Selama Pandemi Virus Corona

Anggota Komunitas Telanjang Inggris Naik 100 Persen Selama Pandemi Virus Corona

Global
Mantan Presiden AS George W Bush Tak Akan Pilih Trump di Pilpres 2020

Mantan Presiden AS George W Bush Tak Akan Pilih Trump di Pilpres 2020

Global
Pelaku Kasus Gajah Mati Makan Petasan Ditangkap, Terancam Dipenjara 7 Tahun

Pelaku Kasus Gajah Mati Makan Petasan Ditangkap, Terancam Dipenjara 7 Tahun

Global
Penuh Haru, Pastor Ini Lakukan Perjamuan Kudus pada Pasien Covid-19 Sambil Pakai APD

Penuh Haru, Pastor Ini Lakukan Perjamuan Kudus pada Pasien Covid-19 Sambil Pakai APD

Global
Sikap Trump Bikin Partai Republik Khawatir di Pilpres AS 2020

Sikap Trump Bikin Partai Republik Khawatir di Pilpres AS 2020

Global
Kronologi dan Dampak Terbunuhnya Pimpinan Al Qaeda Afrika Utara, Abdelmalek Droukdel

Kronologi dan Dampak Terbunuhnya Pimpinan Al Qaeda Afrika Utara, Abdelmalek Droukdel

Global
21.000 Ton Minyak Tumpah di Siberia, AS Ingin Bantu Bersih-bersih

21.000 Ton Minyak Tumpah di Siberia, AS Ingin Bantu Bersih-bersih

Global
Terungkap, Trump Ingin 10.000 Tentara Tangani Demo George Floyd di Washington

Terungkap, Trump Ingin 10.000 Tentara Tangani Demo George Floyd di Washington

Global
Peselancar Ini Tewas dalam Serangan Hiu di Australia

Peselancar Ini Tewas dalam Serangan Hiu di Australia

Global
Bikin Mesin Cuci Tangan, Bocah asal Kenya Ini Raih Penghargaan Presiden

Bikin Mesin Cuci Tangan, Bocah asal Kenya Ini Raih Penghargaan Presiden

Global
Dorong Kakek 75 Tahun Saat Demo George Floyd, 2 Polisi Ini Jadi Tersangka

Dorong Kakek 75 Tahun Saat Demo George Floyd, 2 Polisi Ini Jadi Tersangka

Global
komentar
Close Ads X