Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Melihat Masa Depan Dessert di Indonesia, Seperti Apa Trennya?

Kompas.com - 27/05/2024, 12:50 WIB
Krisda Tiofani,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Silih berganti tren dessert (makanan pencuci mulut) kian terasa sejak penggunaan media sosial yang meningkat.

Sebab, tren dessert biasanya bermula dari foto atau video pengguna media sosial yang mengundang penasaran orang lain.

Baca juga: Sulitnya Mengejar Tren Dessert di Indonesia yang Cepat Berubah

Co-founder Kumala Academy sekaligus penulis dan praktisi kuliner Indonesia, Kevindra Soemantri melihat tren dessert di Indonesia memang didukung oleh daya beli masyarakat yang meningkat.

"Hampir setiap tempat di Jakarta sekarang antre, ada tempat-tempat dessert yang isinya kue atau minuman manis. Sangat seksi industri dessert di Indonesia," ujar Kevindra dalam diskusi di peresmian Kumala Academy, Jakarta Barat, Selasa (21/5/2024).

Namun, di balik popularitas dessert yang terus meningkat, muncul beberapa kekhawatiran, termasuk cara mempertahankan tren dessert di Indonesia pada masa mendatang.

Baca juga:

Ilustrasi Thai milk bun di Surabaya. DOK.SHUTTERSTOCK/Anjarsari laofiati putri Ilustrasi Thai milk bun di Surabaya.

Head Pastry Chef BEAU Bakery, Arief Maulana Ikhsan berpendapat, tetap akan ada dessert viral di Indonesia dalam 5-10 tahun mendatang.

"Tetapi menu-menu yang legendaris atau dessert lama, tetap bakal ada karena kalau dilihat, dessert viral ini ya hanya sebentar saja," kata Arief.

Pola dessert viral, lalu meredup, dilihat Arief akan tetap ada dalam tahun-tahun ke depan.

Baca juga: 10 Resep Puding Susu, Dessert Setelah Makan Berat

Ilustrasi martabak mini blackforest. Dok. Sajian Sedap Ilustrasi martabak mini blackforest.

Sementara itu, kue-kue legendaris, seperti blackforest, diprediksi bakal terus dikonsumsi di tengah gempuran dessert viral.

Arief melihat pentingnya mengikuti perkembangan tren bisnis desssert bagi pebisnis agar tidak kehilangan pasar.

Pasalnya, meski waktu bertahan dessert viral tidak terlalu lama, konsumen atau penikmatnya cukup banyak.

"Market pengin coba dessert-nya, sedangkan di dapur biasanya belum mengikuti tren itu. Jadi, (pebisnis) bisa coba kelas-kelas tren seperti ini," ucap Arief. 

Baca juga: Mengenal Kopi Daun Bawang, Tren Kopi yang Viral di China

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Foodplace (@my.foodplace)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com