Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Tahu Madu Lebah Galo-galo Layak Panen, Lihat Hal Ini

Kompas.com - 20/04/2024, 19:31 WIB
Suci Wulandari Putri Chaniago,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Jika berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, jangan lewatkan kesempatan mencoba seruput madu lebah galo-galo langsung dari sarangnya.

Di sana, wisatawan akan melihat langsung budidaya madu lebah galo-galo di hutan, serta proses panen madu.

"Madu yang dihasilkan di sini merupakan madu asli, karena lebah mendapatkan makanannya dari alam, bukan dari makanan yang disediakan seperti manisan atau sirop," kata Wali Jorong Kubu Ujung Pandan, Nagari Koto Kaciak, Dewa Lindu Pratama kepada Kompas.com di Kantor Wali Nagari Koto Kaciak, Minggu (14/4/2024).

Baca juga: Cara Simpan Madu Lebah Galo-galo, Simak Tips dari Pengelola

Sebagai informasi, lebah galo-galo merupakan jenis lebah madu yang tidak menyengat. Sehingga cukup aman untuk didekati atau bahkan mencicipi madu langsung dari sarangnya.

Madu yang diseruput berada di dalam kantung-kantung madu sarang lebah. Sekilas semua kantung madu lebah tampak sama, tetapi tidak semua kantung lebah yang berisi madu layak panen.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Foodplace (@my.foodplace)

Lantas, bagaimana cara tau madu lebah galo-galo layak panen?

Cara tau madu lebah galo-galo layak panen

Kata Dewa, matang atau tidaknya madu lebah bisa dilihat dari warna kantung madu.

"Kalau yang sudah layak panen, kantung madu cenderung berwarna coklat pekat," katanya.

Baca juga: 4 Tips Seruput Madu Lebah Galo-galo dari Sarangnya, Jangan Panik

Sedangkan madu yang belum layak panen, warna kantungnya cenderung lebih pudar. Serta, terdapat buih berwarna kuning cerah di bagian ujung kantung madu.

"Kalau yang ada buihnya, berarti itu belum matang, dan kadar gasnya tinggi," kata Dewa.

Aktivitas wisata mencoba madu lebah galo-galo di Desa Wisata Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (14/4/2024). Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Aktivitas wisata mencoba madu lebah galo-galo di Desa Wisata Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (14/4/2024).

Ia melanjutkan, kadar gas yang tinggi pada madu membuat rasa asam pada madu lebih dominan dibanding rasa manis.

Anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS Sirantiah) Lebah Madu Galo Galo, Fahrul Putra menambahkan, waktu panen madu lebah galo-galo di Desa Wisata Koto Kaciak dilakukan sekali sebulan.

Madu yang belum matang, katanya, menandakan proses fermentasi madu di dalam sarang belum berjalan sempurna, sehingga menimbulkan rasa asam yang lebih dominan.

Baca juga: Mencoba Seruput Madu Lebah Galo-Galo Langsung dari Sarangnya

"Lebah memakan nektar, dan dikembalikan ke kantungnya sebagai madu. Madu tersebut nantinya akan difermentasi dalam jangka waktu tertentu," kata Fahrul, Minggu (14/4/2024).

Selain dari rasa dan warna, tingkat kematangan madu bisa dilihat dari kekentalannya. Kata Fahrul, madu yang sudah matang akan cenderung lebih kental dibandingkan madu yang belum matang.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com