Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/03/2024, 08:02 WIB
Silvita Agmasari

Penulis

KOMPAS.com -  Rustina (81) dan Warsinah (79) menyambut tamu yang datang dengan tersenyum ramah. Kerutan matanya ikut bergerak ketika senyumnya berkembang, senyum yang tampak tulus.

Badan mereka yang mungil, entah karena usia atau memang itu perawakannya tampak kontras dengan tamu Uma Oma Cafe di Melawai, Jakarta Selatan yang kebanyakan anak muda dari generasi Z dan Milennial.  

Siapa sangka, di area Melawai yang jadi tempat nongkrong anak muda sedari 1980-an sampai sekarang, terdapat pekerja kafe usia 80-an. 

Namun, itu lah ide Juna, salah satu pendiri Uma Oma Cafe yang memang mau mematahkan persepsi umum bahwa lansia tidak sanggup berkarya. 

Baca juga:

"Saya awalnya adalah karyawan swasta dan aktif di yayasan, beberapa kali terlibat dengan panti jompo. Di sana saya lihat banyak lansia berjuang hidup, tidak semuanya sudah menyiapkan dana pensiun dan banyak yang kurang beruntung," cerita Juna. 

Di sisi lain, Juna melihat bahwa sebenarnya banyak lansia di panti jompo yang masih aktif dan produktif. Kebanyakan dari lansia di panti jompo ini juga kesepian. 

"Akhirnya saya izin dengan yayasan boleh tidak bikin Uma Oma, banyak (lansia) yang daftar, awalnya kita menerima tiga orang sekarang sudah empat," pungkas Juna. 

Kebetulan Juna sudah lama ingin memulai usaha makanan yang memiliki manfaat bagi banyak orang. 

Gayung bersambut, Uma Oma Cafe dibuka. Baru dua minggu pintu dibuka untuk tamu, video kafe ini viral di media sosial karena usia pekerjanya yang tidak biasa. Juna dan kawan di Uma Oma Cafe pun gugup.

"Saya tidak sangka dampaknya akan sebegitu besar, akhirnya selama satu hari kami tutup dulu untuk briefing agar fokus ke kenyamanan, keberlanjutan, pelayanan, dan produk," kata Juna.

Tua dan berdaya 

Rustina (81) dan Warsinah (79) bersama Juna di Uma Oma Cafe. Kompas.com/Silvita Agmasari Rustina (81) dan Warsinah (79) bersama Juna di Uma Oma Cafe.

Rustina dan Warsinah mengaku tidak menyangka di usia lanjut masih bisa bekerja di kafe. 

Mereka dari awal memang bekerja sebagai posisi penyambut tamu, seperti rencana Juna menyesuaikan beban kerja para pekerja lansia. 

"Kami menyesuaikan karena memang di Uma Oma Cafe tempatnya bayak tangga. Mereka di awal kerja hanya enam jam sehari, tetapi setelah shiftnya selesai tidak mau pulang dan masih mau bekerja akhirnya kami tambah jadi tujuh jam sehari," jelas Juna. 

Penjelasan tersebut disambut tawa oleh Rustina dan Warsinah. Mereka mengaku senang karena bisa kembali bekerja dan memiliki penghasilan.

Baca juga: Sejarah Blok M, Dulunya Tempat Nongkrong Anak Muda Era 80-an...

Apalagi Warsinah yang sepanjang hidupnya diisi bekerja. 

"Saya itu dari dulu dagang kecil-kecilan, dari anak kecil karena ditinggal bapaknya, sampai sekarang sudah berumah tangga semua. Anak saya tujuh," jelas Warsinah. 

Baik Warsinah dan Rustina mengaku penghasilan mereka bekerja dari Uma Oma Cafe ini bisa menghidupi mereka dan jadi rezeki untuk dibagikan ke anak dan cucu.

"Cucu saya delapan orang sudah langsung antre minta dibelikan ini-itu," kata Rustinah tertawa. 

Meski usia sudah senja, tetapi duo nenek ini masih tampak lincah. Mereka berdua naik ke lantai tiga tempat saya dan teman-teman mengikuti acara dari Jalan Jajan bersama Jenius pada Sabtu (22/3/2024) .   

Padahal, saya dan beberapa teman Jalan Jajan Jenius ngos-ngosan naik tangga ke lantai tiga bangunan dengan desain industrial itu. 

Rustina mengaku ia memang rajin berolahraga senam sedari muda. Kalau kebagian shift kerja pagi, maka ia akan senam saat malam. Begitu juga sebaliknya. 

Baca juga: 5 Tempat Wisata di Jakarta Selatan untuk Hilangkan Penat

"Saya juga rajin minum susu kambing, tapi daging sama jeroannya tidak," kata Rustina yang humoris disambut tamu. 

Sementara itu, Warsinah mengaku karena dari muda bekerja untuk menghidupi tujuh orang anak, tubuhnya sudah terbiasa bekerja hingga tua. 

Saat berkunjung ke Uma Oma Cafe, kamu mungkin akan melihat pemandangan unik yaitu penyambut tamu lansia dan pekerja anak muda yang bekerja di balik rak makanan dan meja pembuat kopi. 

Makanan di Uma Oma Cafe. Kompas.com/Silvita Agmasari Makanan di Uma Oma Cafe.

Varian makanan di menu tidak begitu beragam, tetapi menyajikan masakan dengan rasa rumahan. Salah satu makanan andalannya adalah empal gentong khas Cirebon yang berasal resep salah satu oma.

Namun demikian, dari makanan dan kehadiran nenek-nenek lincah nan ceria ini berhasil membuat tamu (setidaknya saya) mengenang seakan makan di rumah nenek yang hangat.   

"Dari Uma Oma Cafe ini juga kami ingin membuktikan bahwa lansia bisa berkerja dan antargenerasi bisa kerja harmonis sesuai pembagian tugas masing-masing," kata Juna. 

Uma Oma Cafe beralamat di Jalan Melawai 1 Nomor 28, persis di samping Pasaraya Blok M. Buka setiap hari dari Senin-Minggu dari pukul 10.00-22.00 WIB.    

Baca juga:

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com