Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Simpan Tempe agar Awet dan Tidak Cepat Busuk

Kompas.com - 02/03/2024, 19:39 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com - Tempe merupakan salah satu makanan yang cukup digemari kebanyakan orang di Indonesia.

Hampir di semua tempat makan di Indonesia, menyediakan makanan dengan bahan tempe, mulai dari tempe goreng, tempe mendoan, hingga oseng tempe.

Tempe pun jadi salah satu bahan masakan yang favorit di dapur. Itu karena tempe bisa dimasak dengan mudah tanpa ribet.

Baca juga: Tempe Busuk Ternyata Punya Manfaat, Vitamin Lebih Tinggi

Memasak tempe hanya bisa dengan merendamnya dengan bumbu rendam untuk tempe, lalu menggorengnya.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Foodplace (@my.foodplace)

Namun apabila menyetok tempe terlalu lama, maka kualitas tempe akan menurun dan menjadi tempe busuk.

Cara menyimpan tempe agar awet

Jika ingin menyimpan tempe agar kualitasnya tetap bagus dan tidak mudah busuk, berikut Kompas.com bagikan caranya, dilansir dari Kompas.com (4/1/2024):

1. Hentikan proses fermentasi

Tempe dibuat dengan memanfaatkan proses fermentasi agar kedelai diselimuti kapang atau jamur berwarna putih.

Cara menyimpan tempe agar tahan lama dan tidak cepat busuk.SHUTTERSTOCK/tyasindayanti Cara menyimpan tempe agar tahan lama dan tidak cepat busuk.

Jika tidak segera dimasak, proses fermentasi itu akan berlebihan, sehingga tempe menjadi berubah warna dan berbau menyengat.

Oleh karena itu jika ingin menyimpan tempe, salah satu caranya adalah dengan menghentikan proses fermentasi.

Baca juga: Resep Kering Tempe Pakai Teri Nasi untuk Stok Lauk

Caranya adalah, kukus terlebih dahulu tempe yang menjadikan proses fermentasinya berhenti. Setelah itu, tinggal dikemas dan dimasukkan kulkas.

2. Jangan dipotong

Jika ingin menyetok tempe untuk waktu yang lama, usahakan tempe itu agar tidak sampai dipotong alias tetap utuh. Itu karena tempe yang dipotong biasanya akan cepat kering saat terkena udara.

Tahu dan tempe, lebih sehat mana?SHUTTERSTOCK/Olivewoyo Tahu dan tempe, lebih sehat mana?

Selain itu apabila tempe disimpan dalam keadaan utuh, maka tidak perlu mengukusnya terlebih dahulu sebelum dimasukkan lemari es.

3. Jaga suhu tempe

Cara lain untuk menjaga kualitas tempe adalah dengan menyesuaikan suhu. Misal, tempe yang masih hangat jangan langsung dimasukkan lemari es.

Baca juga: Beberapa Kuliner Pakai Tempe Busuk, Amankah Dikonsumsi?

Sebaiknya, jagalah agar suhu tempe tetap stabil guna mencegahnya supaya tidak membusuk lebih cepat.

4. Jangan dimasukkan freezer

Menyimpan tempe ternyata tidak disarankan di dalam freezer karena membuat warnanya berubah menghitam dan agak busuk.

Ilustrasi Blast chiller di dapur. Dok. Shutterstock/Denishilov Ilustrasi Blast chiller di dapur.

Tempe lebih baik disimpan dalam chiller, yakni tempat untuk mendinginkan bahan makanan tanpa membekukannya.

Dengan menyimpan tempe di dalam chiller, maka bisa bertahan selama tiga hari. Jika ingin memasaknya, keluarkan dulu dari chiller dan diamkan di ruang terbuka 10-15 menit dalam suhu ruangan agar tekstur tempe kembali normal.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com