Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Cara Belajar Latte Art untuk Pemula, Tips dari Barista

Kompas.com - 10/04/2023, 09:32 WIB
Krisda Tiofani,
Silvita Agmasari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Lukisan aneka bentuk di atas kopi dikenal dengan sebutan latte art. Seni ini pula yang membedakan saat memesan minuman kopi di coffee shop.

Seni menghias di atas kopi ini umumnya bisa didapatkan di jenis kopi panas berbasis espreso dan susu, seperti latte, cappucino, dan piccolo.

Membuat latte art harus teliti untuk menghasilkan gambar yang sempurna. Itu sebabnya, latte art tidak bisa dibuat oleh sembarang orang.

Jika ingin belajar latte art untuk pemula, kamu bisa mencoba beberapa tips yang disarankan barista berikut ini.

1. Miliki kemauan

Roni Nurohman, Head Bar Kalingga Coffee, mengatakan bahwa kemauan dan komitmen belajar merupakan kunci keberhasilan membuat latte art untuk profesional.

Sebab, tidak semua orang bisa membuat latte art dalam satu kali latihan. Perlu pengulangan untuk menghasilkan latte art sempurna.

"Kalau mau benar-benar belajar biar bisa cepat membuat latte art, harus ada kemauan belajar efektif," ujar Roni saat ditemui Kompas.com di Kalingga Coffee, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/4/2023).

Baca juga:

2. Latihan pakai kopi bekas dan sabun

Pengulangan membuat latte art umum dilakukan oleh pemula. Itu sebabnya, Roni menyarankan, sebaiknya gunakan kopi bekas saat membuat latte art.

Bubuk atau ampas kopi bisa kamu seduh kembali menjadi dasar minuman. Kemudian, ganti buih susu dengan sabun untuk belajar.

"Pakai sabun untuk mencuci piring untuk pengganti susu foam. Dibikin foam juga buat belajar sampai bisa," kata Roni.

3. Panaskan susu hingga suhu 55 derajat celsius

Jenis susu segar biasanya dipakai untuk menghasilkan buih atau foam milk. Kamu harus memanaskannya hingga mencapai suhu 55 derajat celsius.

Leader Kalingga Coffee Ela Elisah menuturkan, jika sudah terbiasa mengetahui suhu tertentu saat stretching susu atau proses memasukkan uap ke susu, cukup pegang wadahnya untuk memastikan panasnya.

Buih susu untuk latte umumnya melalui proses stretching sebanyak dua kali, sementara cappucino dan piccolo dibuat menggunakan buih susu setelah tiga kali stretching.

4. Gunakan kedua tangan

Ilustrasi latte art.shutterstock.com/fotogenicstudio Ilustrasi latte art.

Ela mencontohkan pembuatan latte art bentuk hati. Setelah buih susu didapatkan, ia menyarankan segera membuat latte art di atas kopi.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com