Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/02/2023, 17:08 WIB
Krisda Tiofani,
Silvita Agmasari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Aneka pastry dikenal erat kaitannya dengan Perancis. Satu yang paling populer adalah croissant.

Sumber Huffpost menulis, croissant sesungguhnya bukanlah pastry yang murni berasal dari Perancis.

Meski benar berasal dari Eropa, croissant pertama kali dibuat di Austria pada abad ke-17, sebelum terkenal di Perancis pada abad ke-18.

Smithsonian Magazine menulis, orang Perancis baru mengenal croissant pada abad ke-19, saat pastry ini dijual di toko kue khas Vienna atau Wina, ibu kota Austria.

Sejumlah ahli pun setuju bahwa croissant merupakan makanan yang terinspirasi dari kipfel khas Austria.

Bentuk kipfel sangat mirip dengan croissant. Melengkung seperti bulan sabit dan terbuat dari campuran mentega atau lemak babi. Gula dan almond juga kerap menjadi pelengkapnya,

Kipfel diperkirakan sudah ada sejak 1683 bahkan abad ke-12, disuguhkan sebagai makanan untuk merayakan kemenangan Austria dari Ottoman.

Konon, bentuk kipfel yang persis croissant terinspirasi dari bendera Ottoman, dibuat oleh seorang tukang roti pada pagi hari kala itu. 

Baca juga:

Croissant di Perancis

Ilustrasi kipfel, roti dari Austria yang mirip croissant. shutterstock/from my point of view Ilustrasi kipfel, roti dari Austria yang mirip croissant.

Menurut penulis buku tentang sejarah croissant, Jim Chevallier, tidak ada acuan terkait kemunculan croissant di Perancis sebelum 1850.

Sejarah merujuk kemunculan croissant di Paris pertama kali terjadi pada 1838. 

Pengusaha asal Austria, August Zang, membuka toko roti khas Wina pada tahun itu. Ia membuat iklan melalui surat kabar dan selembaran yang ditempel di jendela, membuat toko rotinya populer dan kebanjiran pelanggan.

Tiga roti unggulannya saat itu adalah roti Wina, roti kaiser, dan roti kipfel yang dibuat menggunakan oven uap.

Ramai pembeli di toko miliknya, tidak membuat Zang menetap lama di Paris. Beberapa tahun setelahnya, ia pindah kembali ke Austria dan mendirikan perusahaan surat kabar harian.

Namun, tanpa disangka, roti khas Austria yang dibuatnya di Pasris justru menjadi populer dan banyak ditiru.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com