Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ulik Usaha Roti Gambang Kekinian HandHyn, Kenalkan Jajanan Khas Betawi

Kompas.com - 03/08/2022, 14:04 WIB
Suci Wulandari Putri Chaniago,
Yuharrani Aisyah

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Roti gambang  atau roti ganjel rel merupakan salah satu jajanan jadul khas Betawi yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. 

Penyebutan nama roti gambang disematkan karena bentuknya mirip dengan alat musik gambang kromong yang terkenal sejak abad ke-18.

Dikutip dari Kompas.com yang tayang pada Senin (21/10/2019), roti gambang awalnya merupakan hidangan sarapan orang Belanda. Lambat laun roti gambang mulai dinikmati oleh orang Betawi.

Roti gambang bentuknya lonjong dan bertekstur padat, sehingga dapat membuat perut kenyang lebih lama.

Selain rasa yang enak dan mengenyangkan perut, roti gambang juga baik untuk kesehatan karena mengandung aneka rempah.

Eksistensi roti gambang saat ini tidak hanya dikenal di Indonesia melainkan juga hingga ke seluruh dunia.

Melansir Kompas.com yang tayang pada Sabtu (19/10/2019),  roti gambang bahkan masuk dalam daftar 50 roti terbaik dunia versi CNN

Seiring perkembangan zaman keberadaan roti gambang mulai jarang ditemui. Namun, ada salah satu pelaku UMKM di Jakarta yang kembali memperkenalkan roti gambang, namanya HandHyn.

Mengetahui lebih lanjut seputar susaha roti gambang, Kompas.com berkesempatan untuk berbincang langsung dengan pemilik HandHyn Ekasari Hadayani.

Baca juga:

Jajanan jadul yang sehat

Eka menceritakan bahwa roti gambang merupakan jajanan yang kerap ia beli saat masih kecil. Biasanya ia membeli roti gambang dari penjaja roti yang lewat di depan rumah pada pagi hari untuk sarapan.

"Tahun 1960 sampai 1980 roti gambang memang booming banget, dan ada dimana-mana. Tapi setelah tahun 80-an, roti gambang makin susah dicari," kata Eka saat ditemui oleh Kompas.com di Jakarta Internasional Expo pada Selasa (26/7/2022).

Keberadaan roti gambang di Jakarta semakin susah ditemui ketika salah satu toko roti jadul di Jakarta, Tan Ek Tjoan tutup.

Melihat hal ini, Eka berinisiatif untuk mulai memperkenalkan kembali kuliner roti gambang, khususnya kepada kalangan anak muda.

"Usaha ini saya buka waktu pandemi tahun 2020, saya berpikir gimana caranya bikin makanan yang sehat, mengandung rempah, dan baik untuk imuitas tubuh. Akhirnya saya pilih roti gambang, sembari bernostalgia zaman kecil dulu," ujar Eka.

Eka menjelaskan bahwa roti gambang dinilai sehat karena terbuat dari campuran tepung, kapulaga, cengkih, kayu manis, gula arean, serta tidak menggunakan bahan pengawet.

Baca juga:

Sajian roti gambang kekinian HandHyn.DOK. KOMPAS.COM/ SUCI WULANDARI PUTRI CHANIAGO Sajian roti gambang kekinian HandHyn.

Roti gambang dengan sentuhan modern

Pada awal mendirikan usaha roti gambang, Eka mengatakan bahwa dirinya mendapat respon positif dari kalangan seusianya. Namun, roti gambang tidak begitu dikenali oleh kalangan anak muda.

"Anak-anak jaman sekarang itu ga ngerti, dan tidak tau kalau roti gambang sudah ada dan mulai terkenal tahun 1920, bahkan mereka tidak mengetahui bahwa roti gambang merupakan jajanan khas Betawi," terang Eka.

Eka menceritakan, ada satu momen ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertanya perihal roti khas Betawi kepada kalangan anak muda saat acara pameran di Kota Tua.

Pada saat itu tidak ada satu pun anak muda yang mengetahui bahwa jawabannya ialah roti gambang.

"Dari situ saya mulai berpikir gimana caranya bisa masuk ke pasar kaum milenial. Salah satu cara yang saya lakukan yaitu menambah varian roti," ungkap Eka.

Jika biasanya roti gambang menggunakan topping wijen, Eka mencoba memadukan dengan tambahan kacang, keju, dan cokelat. 

Selain itu, ia juga memodifikasi bahan yang digunakan supaya rasanya bisa diterima oleh lidah anak muda.

"Tidak semua anak jaman sekarang suka dengan rempah seperti kayu manis, makanya saya modifikasi dengan menggunakan bahan-bahan premium. Misalnya mentega saya ganti dengan butter," ujar Eka.

Penambahan beberapa komponen seperti vanili dan kurma pada roti gambang juga dilakukan supaya rasa rempah yang dihasilkan tidak terlalu kuat.

Tidak hanya dari segi bahan, Eka juga mengemas roti gambang menjadi lebih menarik. Seperti mengemas roti gambang sebagai kado ulang tahun dan hamper. 

Selain meningkatkan nilai jual dari kemasan yang menarik, Eka juga mencantumkan informasi sejarah roti gambang pada kemasan untuk sarana edukasi.

Baca juga:

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com