Kompas.com - 26/05/2022, 21:03 WIB

KOMPAS.com - Selain aroma rempah kuat, masakan Indonesia juga terkenal dengan cita rasa  gurihnya yang berasal dari santan.

Beberapa makanan khas Indonesia yang dibuat menggunakan campuran santan adalah soto, opor, dan lontong sayur.

Warna dan konsistensi santan mirip dengan susu cair. Karakteristik ini membuat susu kerap kali dijadikan pengganti santan untuk membuat aneka sajian.

Namun, apa santan bisa diganti dengan susu untuk membuat makanan khas Indonesia?

"Cocok-cocok saja untuk semua makanan, asal dengan perbandingan yang oke," kata Sisca Soewitomo, pakar kuliner Indonesia.

Juru masak makanan Indonesia lain, Chef Yongki Gunawan, juga memberikan pendapat serupa.

Menurutnya, tidak masalah menggunakan susu sebagai pengganti santan untuk membuat makanan khas Indonesia.

Baca juga:

Susu kedelai banyak dikenal sebagai alternatif susu sapi. Tak sekadar sebagai pengganti, manfaat susu kedelai untuk kesehatan juga tak boleh disepelekan.FREEPIK/JCOMP Susu kedelai banyak dikenal sebagai alternatif susu sapi. Tak sekadar sebagai pengganti, manfaat susu kedelai untuk kesehatan juga tak boleh disepelekan.

"Waktu di Amerika dulu, menurut saya santan memang mahal ya. Jadi saya pakainya susu, tidak masalah," kata Yongki saat ditemui Kompas.com di Gramedia Palmerah, Rabu (25/5/2022).

Sisca dan Yongki sepakat bahwa jenis susu cair apa saja cocok dijadikan pengganti santan, baik itu susu hewani maupun susu nabati.

"Kemarin saya bikin lontong enggak pakai santan, pakainya susu kedelai. Orang gak ada yang tau kalau itu gak pakai santan karena rasanya mirip," terang Yongki.

Meski begitu, Yongki lebih menyarankan untuk memakai jenis susu nabati sebagai pengganti santan.

"Sebenarnya boleh saja pakai jenis susu yang lain, cuma kalau susu kedelai kan nabati ya, jelas rendah lemaknya," kata Yongki.

Baca juga:

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Foodplace (@my.foodplace)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.