Kompas.com - 04/05/2022, 15:38 WIB

Semarang, KOMPAS.com - Makanan khas Semarang yang bisa dicicipi saat mengunjungi kota di Jawa Tengah salah satunya adalah lumpia. Makanan berbahan dasar adonan rebung tersebut dapat ditemukan di berbagai sudut kota.

Saat pergi ke Kota Semarang pada Kamis (28/4/2022), Kompas.com menyempatkan diri untuk mampir ke salah satu kedai lumpia legendaris bernama Lunpia Cik Me Me.

Pemiliknya saat ini, Meliani Sugiarto atau Cik Me Me merupakan generasi ke-5 yang mengelola gerai lumpia semarang tersebut.

Lunpia Cik Me Me dipelopori oleh pasangan suami istri, Tjoa Tjay Joe dan Mbok Wasie, pada 1870.

Selain rasa, Lunpia Cik Me Me memiliki beberapa keunikan lain yang membuatnya dikenal. Di antaranya yakni inovasi keripik lumpia dan latar belakang historis tempat makan tersebut.

Jika umumnya lumpia berisi campuran rebung, telur, dan potongan daging ayam, kedai Lunpia Cik Me Me menawarkan varian lain yang tak kalah menarik. Seperti rasa jamur nusantara, kambing jantan muda, plain, ikan kakap, hingga kepiting.

Tak hanya itu, mengutip Kompas.com (24/3/2019), sejak 2019 Cik Me Me menghadirkan keripik lumpia untuk makanan ringan.

Baca juga:

Pewaris generasi ke-5 kuliner lumpia Semarang Melanie Sugiarto menunjukkan inovasi keripik lumpia, Sabtu (23/3/2019)KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Pewaris generasi ke-5 kuliner lumpia Semarang Melanie Sugiarto menunjukkan inovasi keripik lumpia, Sabtu (23/3/2019)

Lunpia Cik Me Me juga dikenal karena pernah memperjuangkan lumpia semarang sebagai Warisan Budaya Nasional Tak Benda di UNESCO, yang sempat hampir diklaim oleh Negeri Jiran pada 2015, melansir Kompas.com (7/3/2015). 

Kisah ini diabadikan oleh berbagai media nasional, sehingga Kompas.com juga melihat banyaknya pajangan publikasi serta penghargaan yang digantung di dalam kedai Lunpia Cik Me Me.

Mencicipi varian lumpia di kedai Lunpia Cik Me Me

Lunpia Cik Me Me merupakan pelopor lumpia pertama yang mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 2015.

Saat Kompas.com berkunjung ke kedai utama Lunpia Cik Me Me, suasana di dalam kedai cukup ramai.

Sebagian pengunjung terlihat menyantap hidangan di tempat, sedangkan sisanya terutama dari ojek online banyak yang mengantre untuk pesanan dibawa pulang.

Setelah mengantre dan menunggu sekitar 10 menit, akhirnya dua varian lumpia yang berbeda disajikan di atas meja yakni original dan kepiting.

Lumpia yang berbentuk lembaran tipis digulung, berasal dari tepung gandum, berisi rebung , telur, bawang, daging dan aneka isian lainnya. Dengan ukuran sedang, tekstur kulit lumpia ini terasa renyah dan kering.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.